
Alvan saat ini tengah di sibukkan dengan pekerjaan yang sangat menumpuk. Dan ia harus segera cepat menyelesaikan nya agar bisa mengajak keluarga kecilnya berlibur, seperti keinginan dari istrinya tercinta. Alvan menghela nafasnya, ia paling tidak bisa menolak ke inginan istrinya itu. Dua hari, waktu yang ia minta pada sang istri untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dan ini sudah hari ketiga tapi belum selesai juga. Sementara Arya masih berada di luar kota, jadi sepupunya itu tidak bisa bantu.
"Susi..tolong kamu berikan berkas yang saya minta tadi." ucap Alvan dari telepon.
Tak berapa lama Susi pun masuk kedalam ruangan Alvan. Seperti biasa dia selalu memakai rok pendek dia atas lututnya. Kemejanya yang sengaja kancingnya di buka beberapa agar terlihat dadanya yang besar.
"Permisi pak Al, ini berkas yang pak Al minta.." ucap Susi sembari menyerah berkas kepada Alvan, yang sengaja berdiri di samping kursi Alvan.
Alvan menghela nafasnya, ketika melihat Susi berdiri di sampingnya dengan pakaian bisa di bilang seksi. Sudah berapa kali ia menegur Susi agar berpakaian lebih sopan, tapi sekretaris nya itu tidak perduli dan sekretaris nya masih saja berpakaian yang seksi. Kemudian Alvan mengambil berkas itu dari tangan Susi. Tapi Susi bukannya melepaskan tangannya dari berkas itu, justru menahannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Susi?! Lepaskan tangan kamu, jangan coba bermain-main dengan saya!" ucap Alvan mulai kesal. Alvan menarik berkas itu, lagi-lagi Susi menahannya. Lalu Alvan pun menarik berkas itu dari tangan Susi sangat kuat sangking kesalnya, tapi malah membuat Susi jatuh di atas tubuhnya. Bahkan bibir mereka hampir bersentuhan.
"Apa yang kalian lakukan?!" bentak seseorang wanita yang baru saja masuk kedalam ruangan Alvan. Mereka berdua pun langsung menoleh dan Alvan terkejut siapa yang baru masuk keruangan nya. Alvan pun tersadar dan langsung mendorong kuat tubuh Susi dari atas tubuhnya membuat Susi sampai jatuh ke lantai.
"Sa-sayang.." ucap Alvan terbata, wajah Alvan sudah terlihat pucat. Ia takut istrinya salah paham.
"Stop mas jangan coba mendekat." ucap Alea ketika Alvan berjalan menghampiri Alea.
"Sayang, mas bisa jelasin. Ini gak seperti yang kamu pikirkan." Alea menggelengkan kepalanya sembari menatap tajam Alvan.
__ADS_1
"Aku kecewa sama kamu mas, sangat! Ini yang kamu bilang sibuk dan bahkan sampai kamu lembur pulang malam. Ternyata ini yang kamu lakukan di belakang aku, mas! Aku benci kamu mas!" Alea langsung keluar dari ruangan Alvan sembari penutup pintu dengan kencang. Sementara Susi tersenyum senang sudah membuat mereka bertengkar. Dia tadinya ingin menggoda Alvan dan tidak tahu ternyata istrinya datang ke kantor. Tapi ia malah senang akhirnya bisa membuat istrinya salah paham.
"Sayang tunggu.. please dengerin penjelasan mas dulu! kamu salah paham sayang..!" teriak Alvan sambil mengejar istrinya. Ketika sampai di lift, sayangnya lift sudah tertutup.
"Sial!" umpat Alvan. Kemudian Alvan beralih memakai lift satu lagi, karena memang ada dua lift. Tapi ia semakin kesal liftnya lama naik ke atas. Tidak mungkin dia turun dari tangga darurat, yang ada sampai bawah kakinya lemas.
Sampainya di lobby, Alvan mencari keberadaan Alea. Siapa tahu saja Alea masih berada di lobi. Alvan sampai bertanya pada resepsionisnya dan mereka bilang kalau Bu Alea sudah keluar. Bergegas Alvan keluar kantor tapi tak menemukan istrinya, Alvan lalu kembali bertanya kepada Security, dan Security itu bilang jika Alea baru saja naik taksi. Alvan terus mengumpat karena terlambat mengejar istrinya. Alvan berlari menuju parkiran ingin mengejar istrinya, sialnya lagi kunci mobil dan juga ponselnya masih tertinggal di ruangannya. Karena panik mengejar Alea, ia sampai lupa mengambil ponsel dan kunci mobilnya yang masih tergeletak di atas meja kerjanya. Kemudian Alvan menyuruh salah satu resepsionis nya untuk mengambilkan ponsel dan kunci mobil miliknya di ruangannya. Sebab Alvan malas untuk naik keatas bertemu dengan sekretaris nya itu. Takutnya ketika melihat wajahnya ingin rasanya ia memukulnya. Gara-gara wanita sialan itu istrinya marah dan salah paham padanya. Ia harus membereskan masalahnya dulu pada istrinya setelah itu baru ia akan mengurus sekretarisnya itu.
🌹 Terimakasih buat teman-teman yang selalu setia menunggu setiap bab dari Bidadari surga ku.. 🙏Kemungkinan beberapa Bab lagi novel ini akan tamat. Soalnya author tidak mau cerita yang terlalu panjang, takutnya teman-teman yang baca pada bosan. Tapi sebelum cerita Alvan dan Alea tamat, author mau buat papa Al di hukum dulu ya sama mama Alea.. Soalnya papa Al gak mau dengerin apa kata mama Alea sih untuk memindahkan sekretaris nya yang ganjen itu. 🤭 Maaf ya jika ceritanya masih banyak kurangnya. Tunggu cerita author yang baru ya.. Dan jangan lupa baca juga novel author yang lain..🙏 ❤️❤️🌹
__ADS_1