
Assalamualikum
Happy Reading
Ilyas : Yank, kamu gak papa kan, yank aku bisa jelasin semuanya sama kamu, kamu jangan marah ya? tapi sebelum aku jelasin kamu makan dulu ya dari pagi kamu belum makan apa apa ( dengan muka yang sangat khawatir)
Jihan : ( tersenyum) Mas, aku gak apa apa, kamu gak perlu jelasin apapun, aku udah tau kok kalau Sarah itu sepupu mas, lagian aku udah makan kok, tuh lihat didalam ada bekas makan aku.
Ilyas : beneran yank kamu gak marah, Alhamdulillah ( tersenyum sambil memeluk Jihan)
Jihan : memangnya kenapa mas kalau aku marah ( masih dalam keadaan memeluk Ilyas)
Ilyas : Kamu mau nyiksa aku yank, mana bisa aku lihat kamu marah.
Jihan : mas, aku bukan orang yang akan menyimpulkan segala sesuatu sebelum aku tau kebenarannya, tapi ingat jangan mentang mentang aku gini mas mau seenaknya aja. dan satu lagi aku gak mau lihat mas dipeluk atau disentuh oleh seorang wanita yang bukan mukhrim.
Ilyas : Ya sayangnya aku, mas janji gak akan ngelakuin hal yang buat kamu sedih dan marah.
Akhirnya mereka pun tertawa bersama.
Sarah yang baru keluar kamar pun tersenyum melihat keharmonisan sepupunya itu dan Sarah pun berdoa agar mereka selalu bahagia.
__ADS_1
Skip 🍒🍒🍒
2 bulan sudah usia pernikahan Ilyas dan Jihan, kini mereka telah tinggal dirumah sendiri yang Ilyas beli.
Ilyas : Yank, mas mau ngomong bentar.
Jihan : Ya mas, mau ngomong apa?
Ilyas : Yank, mas mungkin akan pergi keluar kota selama 2 minggu, Karena ada proyek disana yang bermasalah, dan harus mas yang langsung mengurusnya. kamu gak apa apa kan kalau mas tinggal atau kamu tinggal dirumah mama aja dulu sampai mas pulang.
Jihan : (tersenyum) aku gak mau kedua duanya mas
Ilyas : terus gimana yank (menatap Jihan)
Ilyas : Yank, mas disana kerja loh bukan jalan jalan
Jihan : pokoknya aku mau ikut mas, titik.
Jihan pun berlari keatas masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamar cukup keras. Ilyas yang mendengarnya pun terkejut, apalagi melihat cara istrinya itu, karena Jihan tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.
Ilyas pun akhirnya bergegas mengejar Jihan, sampai didepan pintu kamar, Ilyas melihat Jihan yang sedang menangis, lalu Ilyas pun mendekati Jihan, tapi diluar dugaan Ilyas, Jihan yang melihat Ilyas pun langsung berlari kekamar mandi dan mengunci pintunya. Ilyas pun kembali menyusul Jihan kekamar mandi
__ADS_1
Ilyas : Yank, buka dong pintunya, kamu gak apa apa kan yank?
namun tidak ada jawaban dari Jihan.
Ilyas : Yank, bukain dong kamu jangan kayak anak kecil gini, kan bisa kita omongin baik baik, sekarang kamu keluar ya.
Ceklek, pintu kamar mandi pun terbuka.
Ilyas : Yank?
Tiba tiba..... Bruukk
Jihan jatuh tak sadarkan diri, untung saja Ilyas sigap menangkap badan Jihan yang hampir jatuh ke lantai.
Ilyas : Yank, Ya Allah yank kamu kenapa? Ilyas sangat cemas melihat wajah istrinya yang pucat, dengan cepat Ilyas menggendong Jihan dan menidurkannya di kasur, lalu Ilyas menelpon dokter pribadinya.
Ilyas : Yank, bangun tolong jangan buat mas takut, mas janji mas akan bawa kamu ikut mas, asal kamu bangun yank, mas mohon.
Ilyas yang begitu khawatir melihat keadaan istrinya tak terasa meneteskan air matanya, dia pun menyesali tidak menuruti keinginan istrinya.
Mohon maaf sebelumnya, udah lama banget gak updet, soalnya kemarin hp author rusak.
__ADS_1
tetap mohon like dan komentarnya ya 🙏🙏