
Assalamualaikum
Happy Reading
Ilyas yang melihat perubahan muka Jihan pun mendekatinya dan duduk disampingnya.
Ilyas : Kamu kenapa yank?
Jihan : aku sebel mas sama karyawan dan juga sekretaris kamu
Ilyas : emang mereka kenapa yank?
Jihan : tadi waktu aku dibwah nanya ruangan mas, eh malahan di marah marah sama resepsionisnya, akhirnya aku telp mas Arga untu minta tolong. sampai depan ruangan kamu dihadang sama sekretaris kamu, malahan dia bilang kalau dia calon istri kamu.
Ilyas : apaaaa??? kurang ajar banget mereka berani ngomong gitu sama kamu, ini gak bisa dibiarin, mereka akan tau akibatnya karena udah berani ganggu Nyonya Ilyas.
Tampak wajah Ilyas yang merah menahan amarah dengan tangan mengepal.
Jihan : udah mas masalah itu ntar aja dibahas, sekarang kita fokus dulu sama si Sinta.
Tak lama terdengar suara ribut ribut diluar ruangan Ilyas, dan ternyata itu adalah Sinta dan Meta.
Jihan : Mas itu ada apa ribut ribut
__ADS_1
Ilyas : gak tau yank, mas lihat dulu ya
Ilyas berjalan menuju pintu ruangannya, dia membuka pintu dan melihat dua orang wanita yang saling serang mulut.
Ilyas : cukup, apa apaan kalian ribut disini !
Meta : Maaf pak, nih orang maksa buat masuk, padahal sudah saya larang.
Sinta : Sayang aku kangen ( Sinta berlari kecil kearah Ilyas untuk memeluknya)
Ilyas : stop, jangan mendekat. Kamu Meta kembali meja mu dan kamu Sinta ikut saya masuk ada yang perlu saya bicarakan.
mereka berdua pun menuruti perkataan Ilyas. Saat masuk ruangan Ilyas, Sinta terkejut melihat ada seorang wanita di dalam ruangan Ilyas.
Ilyas : cukup Sinta, aku muak selalu kamu ganggu, udah aku bilang berapa kali jangan ganggu kehidupan aku lagi.
Sinta : Tapi Yas aku bener bener cinta sama kamu ( menatap Ilyas dengan tatapan memelas)
Ilyas : Maaf Sinta sampai kapan pun aku tidak pernah menganggapmu lebih dari sekedar partner bisnis. lebih baik kamu cari laki laki lain.
Sinta : gak aku gak mau, yang aku mau cuma kamu, aku bakal lakuin apapun agar kamu bisa menjadi milikku.
Jihan : Termasuk melawanku ( memandang Sinta dengan tatapan tajam)
__ADS_1
Sinta yang melihat Jihan pun terkejut, seketika wajahnya berubah menjadi pucat, Ilyas pun sedikit terkejut melihat reaksi Sinta setelah melihat wajah Jihan.
Sinta : Ji.. Jihan ka.. kamu nga.. pain di sini? ( berkata dengan terbata bata)
Jihan : Untuk memberi tahu mu, bahwa mulai sekarang jangan pernah mengganggu Mas Ilyas lagi, karena sekarang Mas Ilyas adalah suamiku ( berkata dengan penekanan)
Sinta : Gak.. gak mungkin kamu pasti bohongkan
Jihan : Apa selama ini aku pernah bermain main dengan ucapanku ( menatap tajam)
Sinta : ( Melihat Ilyas) Yas ini bohongkan, kamu pasti sengaja menyuruh Jihan untuk berpura pura jadi istri kamu.
Ilyas : untuk apa bohong, yang dikatakn Jihan semuanya benar, aku adalah suaminya. lihatlah cincin pernikahan kami dan ini ( melihatkan foto pernikahnnya dengan Jihan) .
Sinta : Kenapa Yas, kenapa kamu tega sama aku, kenapa kamu gak bisa terima cinta aku.
Ilyas : Maaf Sinta sudah aku katakan bahwa kamu hanya aku anggap sebagai partner kerja.
Jihan : Kamu sudah dengarkan apa yang dikatakan suamiku, sekarang silahkan tinggalkan ruangan ini dan jangan pernah lagi menganggu suamiku atau kejadian yang lalu akan terulang, dan itu akan membuatmu menyesal seumur hidup.
Tanpa berkata apapun lagi Sinta segera pergi meninggalkan ruangan Ilyas, jujur dia takut jika harus berhadapan dengan Jihan dan mendapatkan kemarahannya, cukup dulu saja ia berbuat kesalahan dan terkena amukan Jihan.
Mohon Like dan komentarnya serta dukungannya ya???
__ADS_1
😊😊😊