Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 95


__ADS_3

Arkana Davin Kavindra dan Ayra Davina Kavindra itulah nama anak kembar dari Alvan dan Alea. Nama pemberian dari Alvan sendiri yang sudah ia siapkan jauh hari. Jika anaknya lahir perempuan, akan di beri nama Ayra, dan jika itu lelaki ia akan beri nama Arkana. Ternyata Allah memberikan anak kembar. Jadi ia memakai keduanya.


*


"Eh, kamu kak Arin kan?" tanya Ghea yang seperti mengenal Dokter Arin. Soalnya dulu kakaknya pernah membawa wanita itu main kerumah.


"Iya.." jawab Arin. "Kamu Ghea ya.. Adiknya Al." Ghea tersenyum menatap Arin.


"Oh jadi kamu Arin teman sekolah Al dulu.. Ya ampun Tante sampe gak ngenalin kamu loh." ucap mama Nita. "Ya ampun.. Kamu makin cantik aja Rin.." puji Nita.


"Ya ampun tante bisa aja. Terimakasih pujiannya." balas Arin. Saat ini Arin masih ada di ruangan Alea untuk membantu Alea menyusui bayi kembar Alvan bersama Alea.


"Wah sekarang kamu hebat, sudah menjadi Dokter kandungan ya Rin.." puji mama Nita lagi.

__ADS_1


"Iya Tante, ini memang sudah cita-cita Arin menjadi Dokter kandungan." sahut Arin yang kemudian memberikan bayi tampan Alvan kepada mama Nita yang baru selesai di berikan susu oleh Alea.


Kemudian Alvan dan papanya masuk kedalam ruangan Alea, mereka baru saja selesai sarapan. Karena memang sudah jam 8 pagi. Sedangkan mama Nita dan Ghea sudah terlebih dahulu sarapan.


Alea tersenyum bahagia melihat pemandangan di depannya, Mama Nita, papa Sandi, suaminya maupun Ghea berebut ingin menggendong si kembar. Alea yang melihat itu sampai terharu. Tiba-tiba saja Alea menitihkan airmatanya, ia sedih mengingat kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Andai orangtuanya masih hidup, pasti mereka juga sangat bahagia mendapatkan cucu kembar darinya. Dadanya terasa sesak, ia benar-benar sangat merindukan kedua orangtuanya. Apalagi ia sudah lama tidak mengunjungi makam kedua orangtuanya.


"Ibu, Ayah.. Alea tahu pasti kalian bisa melihat di alam sana. Alea sudah melahirkan cucu kembar bu, yah.. Alea harap ibu dan Ayah bahagia disana melihatnya." ucap Alea lirih.


"Sayang kamu kenapa menangis? Apa ada yang sakit?!" tanya Alvan yang sudah berdiri di samping ranjang istrinya. Ketika sedang asik berdebat dengan Ghea, ia sempat melihat ke arah istrinya dan ia melihat istrinya menangis. Membuatnya langsung kuatir.


"Sayang, lihat mas sini! Kamu kenapa? Kenapa menangis?!" tanya Alvan lagi. Kemudian Alvan memeluk istrinya, istrinya bukannya menjawab pertanyaan nya malah menangis kembali di dalam pelukan Alvan. Alvan merasa sakit dan sesak mendengar tangisan istrinya. Apakah ia berbuat salah pada istrinya.. Alvan melihat ke arah keluarganya masih asik bersama si kembar. Apa gara-gara ada Arin yang bergabung bersama mereka.. Soalnya disitu juga ada Arin. Ya ampun jika benar, ia sudah membuat hati istrinya sakit melihat kebersamaan keluarganya dengan Arin yang begitu dekat. Apalagi ia sempat tertawa bersama dengan Arin. Alvan menghapus air matanya yang hampir terjatuh. Lagi-lagi dia menyakiti hati istrinya.


"sayang ada apa? please.. bicara sama mas. Kalau mas ada salah yang tidak mas sengaja menyakiti kamu, mas minta maaf sayang." ucap Alvan lagi yang masih memeluk Alea. Seharusnya ia lebih peka lagi terhadap istrinya. Kalau sampai ia membuat kesalahan lagi yang menyakiti istrinya. Bisa di pastikan, kali ini istrinya pasti tidak akan memaafkannya. Gimana kalau istrinya pergi lagi meninggalkannya? Tidak, Alvan tidak mau itu sampai terjadi, apalagi sekarang mereka sudah memiliki anak. Ia tidak akan sanggup berpisah dengan istri dan kedua anaknya. Jantung Alvan berdebar kencang memikirkan kemungkinan itu, ia benar-benar takut. Alvan semakin memeluk erat istrinya. Jangan sampai itu kejadian lagi, seperti waktu dulu Alea yang pergi darinya, karena kebodohannya.

__ADS_1


Alea pun melepaskan pelukannya dari sang suami, karena mama Nita nyamperin mereka yang ingin berpamitan pulang. Sementara anak kembar mereka sudah di letakkan keranjang bayi. Dan mereka masih tertidur sangat pulas.


"Alea baru selesai melahirkan, awas kalau kamu macem-macem ya Al.." ucap Mama Nita memberi peringatan pada Alvan.


"Ya ampun mah, Al tau. Gak mungkin Alvan langsung menerjang Alea." sahut Alvan yang langsung mendapat pukulan dari mamanya. "Aw..! Sakit mah.. Kuat amat mukulnya!" adu Alvan sembari mengusap lengannya yang di pukul oleh mama Nita.


"kamu itu, bicaranya suka gak di saring." ucap mama kesal.


"Rasain loh!" ejek Ghea. Alvan membalas tatapan tajam pada adiknya.


"Ya udah mama, papa dan Ghea pamit pulang dulu. Besok mama kesini lagi, kalau gak malam mama datang deh ikut jagain si kembar." ucap Mama Nita pamit pada anak dan menantunya.


"Tunggu deh itu menantu mama kok kayak habis nangis?!" tanya Nita sembari menatap tajam ke arah Alvan.

__ADS_1


"Gak apa-apa ma.. Alea hanya bahagia bisa memiliki bayi kembar dan masih gak nyangka aja." jawab Alea langsung yang tidak mau suaminya kena Omelan mertuanya.


__ADS_2