Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 97


__ADS_3

"Pagi sayang.." sapa Alvan yang baru saja bangun tak lupa ia mengecup kening dan bibir istrinya.


"Pagi mas.." balas Alea yang lagi sibuk menyiapkan pakaian kantor suaminya.


"Si kembar mana sayang?!" tanya Alvan yang tidak melihat kedua anaknya ada di box bayi.


"Sama papa dan mama di bawah mas." jawab Alea.


"Loh mama sama papa datang kesini?! Masih pagi juga."


"Iya mas.. ya nama juga kangen sama cucunya." sahut Alea. Ya, hampir setiap harinya Mama Nita dan papa Sandy datang kerumah Alvan untuk melihat cucunya. Terkadang Ghea juga tidak mau ketinggalan. Tapi Alea sangat senang, dirumahnya jadi ramai. Berbeda dengan Alvan, yang kadang suka kesal pada keluarga nya selalu saja berebut kalau mau menggendong si kembar. Arya juga sesekali datang bersama istrinya untuk melihat si kembar. Katanya sih Reina udah jatuh cinta dengan pandangan pertama pada putra tampannya Alvan. Jadi bawaan nya mau gendong Arkana terus.


"Kenapa lihatin aku gitu! Udah sana mandi, entar kamu telat Lo kekantornya." ucap Alea salah tingkah ketika Alvan terus menatapnya.


"Habisnya kamu makin cantik sih! Makanya mas lihatin terus." jawab Alvan tersenyum manis menatap istrinya. "Kenapa kamu bisa secantik ini sih..!" ucap Alvan lagi yang langsung memeluk istrinya.


"Emang dari sananya mas.." sahut Alea sambil membalas pelukan suaminya. "Ya udah mandi gih!" ucap Alea melepaskan pelukan dari suaminya.


"Cium dulu baru mas mau mandi." pinta Alvan manja. Alea pun mencium bibir suaminya singkat, saat Alea akan menjauh Alvan langsung menahan tengkuk Alea, Alvan semakin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


"Itu yang nama cium sayang.. kalau yang kamu lakukan tadi itu hanya kecupan." ucap Alvan ketika sudah melepaskan ciumannya.


"Dasar mesum! Udah jadi papa juga masih mesum." Alvan tertawa terbahak sambil melipir masuk kedalam kamar mandi.


Tepat pukul 8 pagi Alvan berangkat kantor setelah selesai sarapan bersama papa maupun mamanya. Setiap hari rasanya sangat berat untuknya pergi kekantor, pasti ia akan sangat merindukan si kembar maupun istrinya. Rasanya ia ingin membawa kedua anaknya kekantor jadi ia bisa terus melihat anaknya. Terkadang sepuluh menit sekali ia video call istrinya hanya ingin melihat istri maupun kedua anaknya. Kalau terus-terusan bekerja di rumah, yang ada si Arya mengamuk padanya.


*


Waktu terus berlalu, usia si kembar sekarang lima bulan.


"Sayang kamu udah selesai dandannya?!" tanya Alvan yang lagi memakai jasnya. Malam ini mereka akan menghadiri pesta pernikahan Yuda mau pun Ghea. Paginya mereka berdua sudah melakukan akad dan malamnya langsung resepsi.


"Iya mas, ini udah mau selesai." sahut Alea.


"Jangan dandan yang cantik-cantik banget sayang.." ucap Alvan yang sudah berdiri di belakang istrinya. "Udah ah jangan ditambahin lipstik nya, mas gak mau kamu jadi tontonan para lelaki di acara Ghea." bisik Alvan. Kemudian Alea memutar tubuhnya menghadap suaminya sambil tersenyum sangat manis. Membuat inti tubuh Alvan langsung beraksi. Apalagi sudah seminggu ia tidak menyentuh tubuh Alea karena kesibukannya. Tanpa pikir panjang, Alvan langsung melahap bibir Alea yang sangat menggoda karena memakai lipstik berwarna merah.


"Mas, ini mau ke pesta loh. Lipstik aku jadi berantakan lagi nih." Alvan tidak menghiraukan ucapan Alea dan malah kembali mencium bibir istrinya itu. Kemudian Alvan membawa Alea ke ranjang.


"Mas kamu ngapain?!"

__ADS_1


"Mas mau kamu sekarang Alea.."


"Tapi kita mu ke acaranya Ghea mas.."


"Biarin aja, lagian ini masih jam 7 malam kan?! jam 8 malam kita berangkat. Mumpung si kembar udah sama mama di acara." ujar Alvan yang langsung membuka pakaian gamis Alea. "Salah kamu kenapa dandannya cantik kayak gini, hmm!"


"Mas..!" Alvan tidak perduli dengan protes dari Alea.


"Setengah jam aja kok sayang.. Apa kamu gak merasakan yang di bawa udah gak sabar pengen masuk ke sarangnya, heh..!" ucap Alvan sembari mengecupi seluruh wajah istrinya.


"Dasar papa mesum!" cibir Alea.


"Tapi mama suka kan di mesumin sama papa..?" bisik Alvan ke telinga Alea, membuat Alea merinding seketika.


"Jangan lama-lama ya mas.."


"Iya sayang..." sahut Alvan sembari sibuk menggoda dada milik Alea.


Akhirnya mereka melakukan penyatuan, dengan penuh cinta. Tapi Alvan tidak menepati janji yang katanya hanya setengah jam, nyatanya satu jam Alvan baru selesai melakukannya.

__ADS_1


Sampai di acara pesta mama Nita sudah mengomel pada Alvan yang datang sudah hampir jam sembilan malam. Untung si kembar tidak rewel.


__ADS_2