
"Sayang entar benar ya makan siang kamu ke kantor? mas gak mau beli makanan di luar mas maunya masakan kamu." rengek Alvan pada Alea. Alvan sedari tadi sibuk mengajak Alea untuk ikut kekantor pagi ini, tapi Alea menolak karena Ale sudah janji pada mertuanya untuk mengajarinya membuat rainbow cake. Karena ia tidak mau mengecewakan Alvan, Alea pun berinisiatif untuk datang ke kantor Alvan pas jam makan siang sekalian ia membawakan makan siang suaminya.
"Iya mas.. aku entar kekantor sekalian bawa makan siang buat kamu." sahut Alea sembari merapikan ranjang yang berantakan, karena habis subuh tadi Alvan seperti biasa mengajak istrinya melakukan penyatuan.
"Sayang tolong bantu mas, pasangkan dasi.." pinta Alvan.
"Bukannya biasa mas pasang sendiri?!" ucap Alea sembari nyamperin Alvan yang lagi berdiri di depan kaca.
"Iya, tapi mas sekarang mau di pasangin sama kamu." sahut Alvan dengan nada manja. Alea pun tersenyum geli dengan sikap manja suaminya.
"Ya udah sini biar aku pasangin." Alvan langsung memberikan dasinya kepada Alea yang sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Kamu kok cantik banget sih, sayang.." puji Alvan.
"Terimakasih mas.." sahut Alea.
Cup
Alvan mencium bibir Alea sekilas. "Mas.."
"Iya.. mau lagi?"
Cup
Alvan kembali mencium bibir Alea lagi. Alea langsung menatap tajam suaminya.
Cup
Alvan malah kembali mencium bibir istrinya itu sekali lagi. "Bibir kamu manis banget mas suka." ucap Alvan sembari tersenyum manis menatap sang istri.
"Bisa aja kamu mas, modusnya.." Ucap Alea.
"Beneran sayang, mas gak bohong.."
__ADS_1
"Iya deh, terserah mas aja." Selesai di pasangkan dasi Alvan langsung memeluk Alea. Kemudian ia mencium kening Alea lama. Alea pun memejamkan matanya, ia bisa merasakan betapa sayang nya Alvan padanya.
Lalu Alvan menangkup kedua pipi Alea, menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
"I Love You sayang.." ucap Alvan.
"Love you to mas.." balas Alea
"Mas berangkat ya?" pamit Alvan, "jangan lupa datang kekantor, pokoknya jam 12 harus sudah sampai kantor, mas." perintah Alvan pada Alea.
"Iya mas ku.." balas Alea sembari membawa tas Alvan.
*
"Selamat pagi pak.." sapa Heri sekertaris Alvan.
"Pagi Her.." balas Alvan. "Heri, apa pak Arya sudah datang?!" tanya Alvan.
"Tolong kamu panggilkan Pak Arya suruh keruangan saya." ucap Alvan
"Baik pak." Heri pun langsung berjalan menuju ruangan Arya yang bersebalahan dengan ruangan Alvan.
Sedangkan Alvan langsung masuk ke ruangannya.
"Woi dah balik Lo dari Bandung?!" tanya Arya saat sudah masuk keruangan Alvan. "Gimana liburannya? apa hati Lo udah lebih baik?!" tanya Arya lagi.
"Alhamdulillah baik, bahkan sangat baik." jawab Alvan seraya tersenyum manis menatap Arya. "Oh iya bro, gue sudah tahu siapa yang membuat Brownies waktu di acara Pembukaan Apartemen kemarin." ucap Arya.
"Siapa?!" tanya Alvan pura-pura tidak tahu. Padahal ia sudah mengetahuinya.
"Heri bilang nama pemilik toko kue itu Alea. Terus gue tunjukin foto Alea ke Heri, dan Heri bilang wanita yang di foto yang gue tunjukin benaran Alea pemilik toko kue yang kita pesan. Sebelum gue pulang ke Jakarta kemarin, gue pergi ke toko itu buat mastikan lagi itu benaran Alea atau bukan, tapi sayang kata karyawan nya Aleanya lagi tidak ada di toko." terang Arya. "Tadinya gue mau langsung kasih tahu Lo, tapi saat Lo bilang ingin menenangkan diri dulu, jadi gue biarin aja dulu. Setelah lo udah lebih baik baru gue akan kasih tahu lo." tambah Arya lagi.
"Terimakasih bro, selama ini Lo udah bantu gue mencari Alea, dan sudah nyemangatin gue yang hampir depresi." ucap Alvan tulus.
__ADS_1
"Karena Lo itu adik gue, Al.. dan gue mau Lo itu bahagia." ujar Arya.
"Lo sendiri bagaimana dengan Raina? Apa Lo gak ada niatan melamarnya?!" tanya Alvan kepada Arya. Ya, saat ini Arya sudah memiliki kekasih bernama Raina, teman satu kampusnya dulu dan mereka di pertemukan lagi. Hubungan mereka sudah terjalin lima bulan.
"Doain aja.."
"Gue juga berharap lo bisa sampai menikah dengannya dan hidup bahagia." doa Alvan.
"Terimakasih, doanya."
"Oh iya bro, gue mau beritahu Lo. Kalau gue mau ambil cuti selama 2 Minggu." ucap Alvan
"Cuti? dua Minggu?! emangnya Lo cuti dua minggu mau kemana, Al?" tanya Arya
"Gue mau haney.. eh maksud gue mau liburan ke Lombok!" jawab Alvan yang hampir saja keceplosan.
"Liburan? bukannya Lo baru aja liburan dari Bandung?!"
"Ini beda bro.."
"Bedanya?!" tanya Arya bingung.
"Ada deh.. entar Lo juga bakalan tahu nanti." sahut Alvan sembari tersenyum manis menatap Arya.
"Tapi Al, kenapa kayanya Lo biasa aja setelah gue memberitahu soal Alea? apa Lo udah bisa move on dari Alea? bahkan Lo malah mau pergi liburan ke Lombok..!" tanya Arya yang bingung dengan sikap Alvan yang biasa saja setelah ia memberitahukan tentang Alea. Kemarin-kemarin saja Alvan hampir saja di buat gila karena tak kunjung menemukan Alea. Tapi lihatlah sekarang, Alvan malah biasa saja, bahkan ia bisa melihat sepupunya itu kelihatan lebih happy.
"Enggak, gue gak akan bisa move on dari Alea."
"Tapi kok Lo malah mau liburan ke Lombok dari pada menjemput Alea ke Bandung..!" ucap Alvan yang semakin bingung dengan Alvan.
"Ya itu terserah gue..! Lo entar bakalan tahu kenapa gue liburan ke Lombok." sahutnya.
"Tau ah pusing gue lihat Lo! mending gue lanjutin pekerjaan gue. Terserah Lo mau liburan kemana aja asal Lo bahagia!" Arya pun langsung beranjak dari sofa lalu pergi dari ruangan Alvan. Sementara Alvan malah tertawa terbahak-bahak melihat Arya kesal padanya.
__ADS_1