Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 109


__ADS_3

"Terimakasih sayang..." ucap Yuda dengan menitihkan airmatanya. Dan mereka baru saja selesai melakukan penyatuan yang entah sudah sampai berapa kali mereka melakukannya.


"Iya Yud.." balas Ghea. "Eh tapi kenapa kamu menangis?!" tanya Ghea bingung.


Yuda memeluk Ghea sangat erat. "Aku sangat bahagia dan bersyukur mendapatkan kamu yang masih dalam keadaan suci dan tidak pernah di sentuh oleh siapa pun dan aku sangat beruntung karena akulah orang yang pertama kali untuk kamu. Berbeda dengan dirimu yang tidak beruntung mendapat lelaki yang buruk ini. Jujur aku malu Ghe sama kamu, sangat malu. Aku menyesal Ghea mengingat dulu aku seperti apa sebelum kamu menerima ku." uangkap Yuda sedih dan menyesal masih dalam terisak.


"Maafkan aku Ghe.. Aku minta maaf." ucapnya penuh penyesalan.


"Aku tahu perilaku kamu dulu tidaklah di benarkan, tapi itu masa lalu Yud.. yang terpenting sekarang kamu sudah bertaubat dan tidak akan pernah melakukannya lagi di depan maupun di belakangku." Ujar Ghea yang memang sudah ikhlas dan menerima masa lalu suaminya.


"Gak akan Ghea, aku janji tidak pernah lagi seperti itu. Lagian mana mungkin aku mencari batu kerikil di luaran sana sementara aku sudah memiliki berlian yang sangat berkilau." balas Yuda.


"Beneran.."


"Iya sayang.."


"Buktikan kalau kamu tidak akan tidur dengan wanita lain di luaran sana sekalipun suatu saat kita bertengkar hebat. Jangan pernah mencari kepuasan pada wanita lain." lanjut Ghea.


"Iya sayang tidak akan." ucap Yuda penuh keyakinan. "Aku akan buktikan ke kamu kalau aku tidak akan pernah berhubungan dengan wanita lain atau kembali ke mantan-mantan aku. Dan tidak akan kembali menjadi Yuda yang berengsek seperti dulu. Lagian aku sudah berjanji ke seluruh keluarga kamu, tidak akan menyakiti kamu." tambah Yuda lagi.


*


"Ghe.." panggil Yuda tepat di telinga Ghea. Sontak Ghea terbangun, padahal baru saja setengah jam ia istirahat.

__ADS_1


"Hah, apa Yud?!" tanya Ghea dengan mata yang masih tertutup.


"Mau lagi sayang.. Boleh?!"


"Apa?!" mata Ghea langsung terbuka lebar. Baru setengah jam ia istirahat dan suaminya sudah minta lagi. "Tadi bukannya udah 4 kali Lo.." protes Ghea sambil menggeliat karena tangan Yuda meremas benda kembar miliknya.


"Satu ronde aja, yang..!" rengek Yuda. "Ayolah sayang.. Soalnya jam 5 subuh aku harus udah berangkat ke lokasi shooting. Ya sayang.. Biar aku semangat shooting nya." rengek nya lagi yang menginginkan Ghea kembali.


"Ak_-" Baru juga Ghea akan mengeluarkan suara nya, Yusa sudah mencium bibir Ghea. Menciumnya lembut dengan penuh cinta. Ghea sendiri hanya bisa pasrah, lagian ia juga menikmati nya dan sebenarnya Ghea ketagihan dengan kenikmatan yang di berikan pada suaminya itu. Diam-diam Ghea memuji ke piawain suaminya dibatas ranjang. Mungkin karena suaminya sering melakukan dulu dengan mantan-mantannya.


"Kamu suka kan sayang.." bisik Yuda sambil menyeringai. Membuat pipi Ghea merah merona. "Boleh ya sayang.. Sekali aja kok." Mau gak mau Ghe menganggukkan kepalanya.


Yuda kembali mencium bibir Ghea dengan sangat lembut dan mesra.


"Aku sangat mencintai kamu sayang." bisik Yuda tepat di telinga Ghea, menimbulkan perasaan hangat di hatinya. Tubuh Ghea juga terasa sangat panas ketika bibir Yuda turun ke lehernya dengan memberikan tanda kepemilikan disitu. Nafas keduanya mulai memburu dan jantung Ghea berdetak ketika bibir suaminya sampai ke benda kembar miliknya. Dan tangan Yuda sesudah begerak kemana-mana. Membuat Ghea mengeluarkan suara ******* yang sangat seksi.


"Yuda..Ghea.." jerit mereka bersamaan setelah mencapai pelepasannya. Dan pukul 4 subuh mereka baru selesai, itu pun karena Ghea protes. Ia kesal karena tadi Yuda mintanya cuman satu ronde, ternyata sampai beberapa kali membuat tubuhnya rasanya sangat remuk. Ia tidak habis pikir dengan stamina suaminya itu sangat luar biasa.


"Baiklah kita sudahin hari ini, kalau tidak mengingat aku harus shooting pagi ini, aku bakalan masih melakukannya sayang.." ucap Yuda akhirnya menyudahi permainan mereka di ranjang.


"A-apa!" Ghea terkejut mendengar apa yang di ucapkan suaminya barusan.


"Maaf sayang.. habisnya kamu nikmat banget, gimana aku gak menginginkan kamu terus, coba. Sayang lihat lah dia masih tegak sempurna dia masih mau masuk kedalam kamu loh.." Ghea melihat kearah bawa, matanya terbelalak melihat milik Yuda memang masih tega.

__ADS_1


"Udah sana kamu siap-siap. Entar kamu telat loh." ucap Ghea.


"Emmm. Rasanya aku malas mau shooting, maunya sama kamu terus sayang.." Ghea tersenyum mendengarnya. Ghea mengelus rambut Yuda, posisi Yuda masih di atas Ghea memeluknya dengan kapala Yuda berada di dada milik Ghea.


"Gak bisa gitu dong.. Kamu harus tetap shooting. Kan itu memang pekerjaan kamu, aku gak mau ya punya suami yang tidak punya uang. Karena biaya hidup aku mahal." gurau Ghea. Yuda mengangkat kepalanya, kemudian ia menatap Ghea, lalu menarik ujung hidung istrinya lembut.


"Oke nyonya. Aku akan bekerja dengan giat, agar kebutuhan nyonya terpenuhi." Ghea malah tertawa mendengar ucapan Yuda.


"Sayang.. Sekali lagi ya..!"


"Apa?!" Yuda langsung tertawa lepas melihat ekspresi wajah istrinya.


"Gak kok sayang, bercanda.." ucap Yuda . "Ghe, I Love You.." ucap Yuda sebelum beranjak dari tubuh Ghea.


"I Love you to.." balas Ghea sembari tersenyum manis menatap Yuda.


"Sayang serius.. Aku gak salah dengarkan?!" tanya Yuda tidak yakin ia takut pendengarannya bermasalah. Ghea menggelengkan kepalanya sambil ternyum malu. Pipinya juga sudah merona merah.


"Sayang aku mau mendengarnya sekali lagi.. Please..!" mohon Yuda.


"I Love you Yuda ku sayang.." Yuda langsung memeluk Ghea, ia sangat senang dan bahagia akhirnya cintanya terbalas.


"Terimakasih sayang.. Kamu sudah mau membalas cintaku." Yuda mencium seluruh wajah Ghea saking senangnya dan Ghea tertawa kegelian.

__ADS_1


__ADS_2