
"Sayang.. bangun yuk? Ini udah hampir siang Lo! Kamu belum ada sarapan. Ini udah mas masakin makan yang kamu mau pagi tadi." ucap Alvan dengan lembut sembari menciumi kening Alea. Ya, pagi tadi ketika mereka melakukan penyatuan, Alea sempat menginginkan makan Ayam rica-rica kemangi. Dan sekarang Alvan sudah memasak makanan yang di inginkan oleh Alea. "Sayang.." ucap Alvan lagi membangunkan Alea.
"Emangnya ini udah jam berapa mas?!" tanya Alea dengan suara serak khas bangun tidur.
Alvan pun menjawab sembari tersenyum, "ini udah jam 10 pagi sayang..!" Alea langsung membuka matanya lebar setelah mendengar jawaban dari suaminya.
"Kok mas baru bangunin aku sih?!" ucap Alea cemberut. Alvan tersenyum geli melihat istrinya cemberut begitu.
"Mas gak tega bangunin kamu, sayang.. Kamu pasti lelah karena mas yang meminta dua kali, tadi. Maaf sayang, pasti kamu kelelahan kan?" ucap Alvan merasa bersalah.
"Gak kok mas, aku juga menginginkan nya." ucap Alea jujur. Alvan langsung memeluk Alea. Ia senang, sejak istrinya hamil.. Alea tidak malu-malu lagi kalau ia meminta terlebih dahulu. Malahan dirinya yang merasa was-was kalau mereka bercinta. Ia takut Alea kelelahan, dan akan berakibat pada istrinya dan calon babynya. Masalahnya sulit rasanya kalau bercinta dengan istrinya hanya melakukan satu kali, pasti ia akan melakukan lebih. Tapi, istrinya malah semakin senang.
__ADS_1
"Mas sayang banget sama kamu.." ungkap Alvan
"Aku juga sayang sama mas, benget-banget malah." ucap Alea tak mau kalah. Alvan tertawa bahagia mendengar ucapan istrinya itu. "Mas kok gak bangunin aku sih?! Tadinya aku mau buatin kamu sarapan mas.. Aku kan kangen pengen masakin kamu, aku juga pengen mengurus kebutuhan kamu lagi kaya' dulu mas.." rengek nya. Alvan menghela nafasnya, ia tahu pasti istrinya sangat merindukan dimana ia bisa memasak seperti dulu, sebelum kejadian saat istrinya di culik waktu itu. Ia juga tahu istrinya merindukan membuat cake lagi. Dan yang paling istrinya sukai adalah mengurus semua kebutuhan dirinya dari mulai atas sampai ke bawah, bahkan istrinya itu tidak pernah mengeluh sama sekali.
Alvan mengelus pipi Alea dengan sangat lembut, "sabar ya sayang.. Entar kalau kamu udah lahiran kamu bisa melakukan aktivitas seperti biasa, tapi tetap tidak boleh sampai kelelahan." ujar Alvan. "Sekarang makan dulunya.. Kasian debay nya udah lapar." tambahnya lagi sembari membantu istrinya duduk.
"Kamu yang masak ini mas?" tanya Alea yang mengunyah makanan yang baru saja di suapi oleh Alvan.
"Iya sayang, tapi di bantu juga dengan mama." jawab Alvan kembali menyuapkan nasi dengan lauk ayam rica-rica kemangi kesukaan istrinya itu. "Gimana enak gak?!" tanyanya. Alea menganggukkan kepalanya sembari menguyah makanannya.
*
__ADS_1
Malam harinya, di kediaman Kavindra mereka tengah berkumpul di ruang tamu. Karena ada yang harus di bicarakan oleh Ghea, anak kedua dari Sandi Kavindra dan Yuanita, sekaligus adik dari Alvan.
Tadinya Alvan ingin mengajak istrinya untuk pulang kerumah mereka sore ini, tapi Ghea meminta kepadanya untuk tidak pulang dulu. Sebab ada yang mau Ghea bicarakan kepada keluarga. Dan disinilah mereka, tengah berkumpul. Mereka pikir Ghea sendiri yang ingin bicara, tapi ternyata ada Yuda juga.
"Sebenarnya ada apa Ghe, Yuda?!" tanya Sandi bingung sekaligus penasaran.
Ghea menyenggol lengan Yuda, agar Yuda mulai bicara niatnya itu. Awalnya ia begitu semangat dan penuh keyakinan, tapi setelah beneran berhadapan dengan keluarga Ghea, entah mengapa mendadak nyali Yuda menjadi ciut.
"Yud, cepat ngomong! Kok malah diam aja!" bisik Ghea.
"Iya sabar..!" balas Yuda dengan berbisik juga.
__ADS_1
"Ghe.. Sebenarnya kalian mau ngomong apa? jangan lama-lama gue mau balik kerumah sama Alea." yang ini Alvan yang berbicara.
Yuda pun menarik nafasnya dan membuang nya dengan perlahan. "Begini om, Tante dan kak Alvan, sebenarnya..