
Assalamualikum
Happy reading
Sinta keluar dengan perasaan yang begitu marah dan kesal. dia pun pergi dengan melajukan mobilnya
Sinta : sial.. sial.. sial ( sambil memukul atir mobil) kenapa harus ada Jihan sih, kalau gini aku benar benar gak bisa lagi dekatin si Ilyas.
Kantor Ilyas
Ilyas : Yank, kamu kok bisa kenal Sinta? dan kayaknya tadi si Sinta takut benar sama kamu.
Jihan : Iya mas, aku memang kenal sama Sinta, dulu kita berdua punya masalah.
Ilyas : Masalah apa yank? cowok ya?
Jihan : Entar aja deh mas, aku cerita sekarang mendingan kita makan siang dulu, udah lapar nih ( bergaya manja)
Ilyas : ( tersenyum sambil mengusap kepala Jihan) Ya udah sekarang kita makan dulu.
Jihan : eh mas, panggil mas Arga dong ajak sekalian makan, soalnya aku bawa bekal banyak loh.
Ilyas : Ya udah mas telp aja ya?
Ilyas pun menelpon Arga, namun Arga tidak bisa ikut makan siang bersama karena tadi istrinya telpon minta dibelikan rujak.
__ADS_1
Jihan : Gimana mas?
Ilyas : kayaknya Arga gak bisa ikut makan siang Yank, soalnya dia pulang karena istrinya pengen makan rujak.
Jihan : oh, istrinya mas Arga lagi hamil ya mas?
Ilyas : iya yank, ya udah kita makan sekarang yuk.
Jihan pun mengangguk dan mengambilkan makan untuk Ilyas, setelahnyanianpun mengambil makan untuknya.
Sementara itu diruang sekretaris, Meta masih penasaran siapa sebenarnya wanita tadi ? ada hubungan apa Ilyas dengan wanita tadi? Meta pun dibuat bingung, sampai akhirnya dia ingat kalau sebentar lagi akan ada rapat dan pertemuan dengan klien di Restoran XX, Meta pun mengembangkan senyumnya, karena dia akan pergi berdua dengan Ilyas, momen yang selalu di tunggu oleh Meta. Walaupun tidak pernah di tanggapi oleh Ilyas, tetapi Meta terus saja berusaha mengambil Simpatik Ilyas.
Selesai makan Jihan pun membereskan peralatan makannya, Ilyas pun bersiap untuk pergi rapat dan pertemuan dengan Kliennya.
Jihan : oke mas.
Ilyas dan Jihan pun keluar ruangan dan menemui Meta untuk mengajak pergi rapat.
Ilyas : Meta sudah kamu siapkan semua. berkasnya? tolong jangan sampai ada yang ketinggalan.
Meta : Sudah pak ( tersenyum penuh arti )
Ilyas : Ya udah kita berangkat sekarang. Yuk yank ( menggenggam tangan Jihan)
Meta : Maaf pak, apa dia ikut? ( menunjuk ke arah Jihan)
__ADS_1
Ilyas : Iya, memangnya kenapa? ( menatap Meta dengan tajam)
Meta : gak apa apa pak ( gugup )
Ilyas : Ya sudah, ayo cepatan.
Mereka pun akhirnya memasuki lift. Jihan yang tadinya hanya diam tiba tiba melepaskan genggaman tangan Ilyas, dan memeluk Ilyas dari samping. Ilyas yang mendapat pelukan mendadak seketika kaget namun langsung tersenyum membalas pelukan istrinya dan mencium puncak kepala istrinya. kegiatan itu pun tak lepas dari penglihatan Meta dan dia pun semakin penasaran dan kesal karenanya.
Jihan memang sengaja berlaku manja dengan suaminya karena di sebenarnya juga begitu kesal dengan kelakuan para karyawan dan sekretaris suaminya itu, dia hanya ingin mereka semua tau bahwa Ilyas adalah miliknya. terserah orang akan berkata apa, dia hanya tidak mau suaminya diganggu oleh wanita lain.
Ting
Pintu lift terbuka, Jihan pun segera melepas pelukannya dan memeluk lengan kekar suaminya, mereka bertiga pun keluar dari lift.
pemandangan itu pun tak lepas dari mata karyawan Ilyas.
Ponsel Meta tiba tiba berdering, Meta pun. permisi sebentar untuk mengangkatnya dan tak lama ia kembali memberitahu Ilyas bahwa pertemuannya di undur selama 2 jam karena mereka terjebak macet yang cukup parah. Ilyas pun mengangguk menyetujuinya.
Ilyas mengajak istrinya untuk duduk di lobby sambil menunggu waktu pertemuan, dia pun berbincang yang disela dengan canda tawa, banyak pasang mata menatapnya, mereka penasaran dengan wanita yang berada terus disamping bosnya itu.
Next
Mohon like dan komentarnya ya?
🙏🙏🙏
__ADS_1