Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 92


__ADS_3

Tidak terasa hari kelahiran Alea sudah semakin dekat, dan kemarin ketika terakhir di USG perkiraan Dokter sekitar seminggu lagi Alea lahiran. Dan ini sudah tiga hari berlalu, berarti dua hari lagi Alea di perkirakan akan melahirkan buah hatinya yang pertama bersama Alvan. Membuat lelaki itu sudah tidak sabar menyambut kehadiran anaknya. Begitu juga dengan Sandy, Nita dan juga Ghea mereka begitu sangat antusias dan tidak sabar menunggu kelahiran penerus keluarga Kavindra.


Kalau untuk jenis kelaminnya sendiri mereka belum mengetahuinya. Alvan dan Alea mengatakan biar itu menjadi surprise bagi mereka dan keluarga. Sebab mereka akan menerima apa pun pemberian dari Allah, mau itu lelaki atau perempuan sama saja. Alvan sendiri juga sudah mempersiapkan nama untuk calon bayinya nanti.


Malam ini seluruh keluarga berkumpul di halaman rumah keluarga Kavindra. Mereka lagi mengadakan acara makan malam sekaligus barbeque'an. Disana ada orang tua Arya maupun Arya sendiri dan istrinya yang sudah hamil tiga bulan. Ada orang tua Yuda dan Yuda juga.


Masalah lamaran kemarin itu, Alvan sudah mau menerima Yuda untuk menikahi adiknya, Ghea. Dan ia juga berusaha untuk ikhlas, lagian Perusahaannya dan Perusahaan milik keluarga Yuda sudah bekerjasama sangat lama dari awal papanya yang memimpin Perusahaan Kavindra. Ia tidak mau membuat keluarga nya bermusuhan dengan keluarga Yuda, hanya gara-gara ia tidak mau adiknya menikah dengan Yuda. Tapi tanpa sepengetahuan adiknya maupun Yuda, Alvan memerintahkan seseorang untuk terus mengawasi Yuda dan meminta pada orang itu untuk melaporkan kepada dirinya tentang apa saja yang di lakukan oleh Yuda di luaran sana. Jika sampai Yuda pergi bersama wanita lain atau Yuda kembali tidur bersama dengan wanita lain. Ia akan langsung memberinya pelajaran dan tidak akan membiarkan Yuda menikah dengan adiknya.


Kalau untuk hari pernikahan Yuda dan Ghea. Mama Nita meminta sehabis menantunya melahirkan, baru mereka menikah dan sekalian resepsinya. Dan Ghea pun setuju sebab ia juga tidak mau nanti ketika ia dan Yuda menikah tau-tau Alea melahirkan, kan jadi repot.


"Sayang.. Mau kemana?!" tanya Alvan ketika melihat Alea beranjak dari kursi. Sejak kelahiran semakin dekat Alvan terus mengawasi gerak-gerik istrinya.


"Mau ambil sosis bakarnya lagi mas.." jawab Alea yang membuat Ghea, Reina maupun Alvan sendiri membelalakkan matanya. Pasalnya Alea sudah makan nasi, menghabiskan sosis bakarnya lima, di tambah Alea juga sudah menghabiskan tiga jagung bakar sekaligus dan belum lagi steak daging tadi Alea sudah makan dua. Ghea saja udah sangat ngeri banget melihat perut Alea yang besar itu.


"Ale.. Gue tahu Lo itu lagi hamil, nafsu makan orang hamil juga gede banget tapi gak sebanyak itu Lo makan Ale.. Lo lihat tu perut Lo! gue ngeri lihatnya." ucap Ghea tak habis pikir dengan sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


"Ya mau giman lagi, makanannya enak gitu. Kan sayang kalau gak di makan Ghe.." balas Alea membuat Ghea geleng-geleng kepala.


Sementara Reina, isteri dari Arya hanya meringis mendengar jawaban dari Alea. Padahal Alea sebentar lagi akan melahirkan, tapi malah makannya begitu banyak.

__ADS_1


"Sayang, Ghea benar kamu udah makan banyak banget loh!" sambung Alvan sembari mendekati istrinya itu. Soalnya ia duduk bersama dengan Arya dan Yuda. Sedangkan Alea duduk dekat Ghea dan Reina.


"Satu aja mas.. Boleh ya?!" mohon Alea. Alvan menghela nafasnya, kalau istrinya sudah memohon padanya dengan wajah yang sendu pasti ia tidak tega lihatnya.


"Oke, satu aja." Alea langsung tersenyum lebar. " kamu disini aja biar mas yang ambilkan." ucap Alvan lagi yang di anggukin oleh Alea.


"Dasar bumil!" cibir Ghea.


"Biarin aja! kamu juga akan ngerasain nanti." balas Alea. Ghea memutar bola matanya malas.


"Ini sayang.." Alvan menyerahkan piring yang berisi sosis bakar. Alea tersenyum senang menatap sosis bakarnya.


Setelah sosis yang dimakan Alea habis, Alea menginginkannya lagi. Entahlah ia merasa sosis bakarnya begitu enak.


"Mas.." panggil Alea.


"Iya sayang.." sahut Alvan yang duduk tepat di samping Alea. "Udah ngantuk?!" tanya Alvan dan Alea langsung menggeleng. "Terus..?!" Alvan menatap istrinya dengan lembut.


"Mau sosis lagi mas, satu aja!" pintanya pada Alea sambil menunjukkan senyum manisnya pada Alvan.

__ADS_1


"Astaghfirullah sayang.. Kamu udah makan sosis banyak loh! Dan kamu mau lagi?!" Alvan menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan nafsu makan istrinya kali ini. "Kamu apa gak dengar apa kata Dokter kemarin sayang.. Untuk mengurangi ngemil atau minum es krim!" Alvan mengingatkan Alea yang masih mau makan sosis bakar.


"Iya mas.. Aku tau. Tapi satu lagi ya mas.. Please.." mohonnya pada Alvan.


"Tidak sayang, cukup. Kali ini mas gak akan ijinin kamu lagi makan sosisnya." ucap Alvan sedikit kesal pada Alea.


Alea malah tersenyum geli melihat suaminya kesal padanya. "Calon papa gak boleh marah.. Kalau marah jelek tau!"Goda Alea.


"Habisnya kamu susah di bilangin sih!" balas Alvan cemberut menatap Alea.


"Satu aja, boleh ya.." rengek Alea.


"udah dong sayang.. lihat tuh perut kamu besar gitu. Mas aja sampai ngeri lihatnya." ucap Alvan.


"Kamu gimana sih mas, nama juga hamil sudah sembilan bulan pasti perutnya gede dong..!"


"Iya mas itu tahu.. maksud mas bukan itu sayang.. Maksud mas, stop makannya. Mas takut, kalau kamu makan begitu banyak..perut kamu sakit." ucap Alvan kuatir.


"Iya mas ku.." ucap Alea akhirnya menurut pada Alvan.

__ADS_1


__ADS_2