
"Apa kamu bahagia, sayang?!" tanya Alvan setelah mereka selesai maka malam.
"Sangat mas.. aku sangat bahagia." jawab Alea sambil tersenyum manis menatap Alvan.
"Beneran, sayang?!" tanya Alvan lagi memastikan.
"Iya mas.. aku sangat bahagia. Aku gak menyangka bisa kembali bersama kamu. Aku kira kita tidak akan bertemu lagi, mas.." jawab Alea. "Mungkin nih ya mas, kalau aja Ghea tidak memaksa aku ikut dengannya ke acara kemarin. Sampai saat ini mungkin kita belum bertemu mas." tambahnya lagi. "Aku rasa waktu itu Ghea sengaja ngajak aku ke acara kamu, agar aku bisa bertemu dengan kamu. Waktu itu dia bohong ke aku, kalau itu acara temannya. Kalau dia bilang itu acara pembukaan Apartemen baru kamu, pasti aku tidak akan mau di ajak kesana menemani nya." jelas Alea.
"Mas tidak perduli mau Ghea sengaja atau tidak, yang penting mas bisa kembali bertemu kamu. Mas mohon jangan pernah pergi lagi dari hidup, mas. Alea pun menganggukkan kepalanya.
"Tapi tunggu deh, kamu ngomong apa sayang, tadi kamu bilang kamu tidak mau datang kalau kamu tahu itu acara mas..! Kenapa? kenapa kamu tidak mau bertemu dengan mas?! Apa kamu sebegitu bencinya dengan mas, sayang?!" tanya Alvan penasaran.
"Bukan mas, aku tidak pernah membencimu." sangkal Alea.
"Terus..?!"
"Oke, aku mau jujur ke mas."
"Soal?!"
"Soal perasaan aku ke mas." Alvan menatap Alea dengan serius, ia takut kalau sebenarnya Alea tidak mencintai nya. "Mas, memang pada saat awal kita menikah aku belum memiliki perasaan ke kamu, tapi.." Alea menghentikan ucapannya sembari menatap wajah Alvan yang menatapnya dengan serius. "Tapi seiring berjalannya waktu perasaan itu muncul dengan sendirinya. Walaupun terkadang sikap mas selalu datar ke aku, tapi aku tidak masalah dengan hal itu. Sampai mas bilang ke aku, kalau mas hanya mencintai mbak Tasya dan meminta kita untuk berteman aja. Sampai mbak Tasya kembali, mas baru akan bisa putuskan tentang hubungan kita. Mendengar itu jujur hati aku sakit, tapi mau gimana lagi aku harus terima hal itu, karena kita menikah dengan paksaan. Dan yang bisa aku lakukan hanya mencintai mas dalam diam. Aku pun berusaha ikhlas menjalani pernikahan kita yang tidak tahu akan sampai kapan. Dan di hari mbak Tasya kembali kepada mas, aku bingung mau gimana, aku takut mas akan menceraikan aku. Saat mas membawa mbak Tasya ke Apartemen, jujur hati aku sakit melihat kalian. Rasanya lebih sakit dari pada saat mas menuduh ku bersekongkol dengan Ghea dan mendiamkan aku." Alvan meneteskan air mata mendengar cerita dari Alea. "Saat mas pergi keluar kota beberapa hari, aku sempat masuk kedalam kamar mas, kerena aku sangat merindukan mas. Dan tanpa sengaja aku menemukan berkas yang berisi gugat cerai. Siapa yang tidak hancur suami yang ia cintai mau menggugat cerai istrinya demi wanita lain yang sangat di cintai oleh suaminya. Pasti sangat hancur, begitu pun juga aku, mas. Tapi aku berusaha terima, sabar dan ikhlas. Mungkin ini keputusan yang mas ambil buat hubungan kita dan karena mas ingin kembali dengan mbak Tasya. Dengan berat hati aku menandatangani surat cerai itu, sebalum mas meminta tanda tangan denganku secara langsung. Aku pun memutuskan untuk pergi dari kehidupan mas saat itu juga. Karena aku gak akan sanggup melihat kebersamaan kamu dan mbak Tasya. Dan demi bisa melupakan kamu, aku memutuskan pergi meninggalkan Jakarta. Dengan bantuan Ghea dan Reyhan. Aku meminta kepada mereka untuk tidak memberitahukan keberadaan ku. Aku juga melarang Ghea untuk tidak menceritakan atau memberitahu kabar tentang mas pada ku, agar aku lebih mudah melupakanmu. Sungguh aku benar-benar tidak pernah sanggup melihat mas bersama mbak Tasya, sebab aku kira mas udah menikah dan bahagia bersama wanita yang mas cintai. Makanya aku tidak pernah mau bertemu dengan kamu, mas. Kamu tahu mas, saat aku pergi dari kamu aku tidak bisa melupakan kamu sama sekali. Malah rasa cinta aku semakin besar ke kamu walaupun udah setahun berlalu." ucap Alea menceritakan perasaannya dari awal ia menikah sampai lebih memilih pergi dari kehidupan Alvan, suaminya. "Ak.." Ucapan Alea langsung terhenti sebab Alvan langsung memeluk Alea sangat erat. Ia tidak menyangka kalau ternyata Alea sudah mencintainya sejak lama dan memendamnya. Ia kira saat mereka bersama dulu, Alea tidak memiliki perasaan apa pun padanya.
__ADS_1
"Sayang, maafin mas yang udah nyakiti hati kamu. Maaf sayang.." ucap Alvan sembari menangis di pelukan Alea. "Mas gak tahu kalau kamu udah lama memendam perasaan ke mas. Mas aja yang bodoh dan gak peka sayang, padahal mas juga udah menyukai kamu saat itu tapi mas tidak menyadarinya." tambah Alvan lagi.
"Gak mas.." sahut Alea.
"Tidak sayang, mas memang bodoh!" lanjut Alvan.
"Oke, kalau gitu kita sama-sama bodoh mas." sahut Alea dan itu sontak membuat Alvan tertawa.
"Kamu benar sayang kita sama-sama bodoh. Dan akhirnya orang bodoh ini bisa bersama.." ujar Alvan menatap Alea penuh cinta.
"Udah ah mas jangan nangis lagi, kita disini mau senang-senang honeymoon mas.. bukan malah sedih."
"Iya sayang, maaf." ucap Alvan yang kembali memeluk Alea. "Mas mencintaimu.." ungkap Alvan.
"Mas lebih-lebih sangat mencintaimu." balas Alvan tak mau kalah. Mereka berdua pun tertawa bersama.
"Oh iya sayang, mas hampir lupa. Mas ada sesuatu buat kamu."
"Sesuatu?! apa mas?!" tanya Alea penasaran.
"Mas minta kamu tutup mata dulu."
__ADS_1
"Tapi mas.."
"Please sayang, tutup mata kamu." pinta Alvan.
"Oke, tapi jangan yang aneh-aneh ya mas.."
"Iya sayang.." sahut Alvan. Kemudian Alvan membawa Alea berdiri di depan cermin, lalu Alvan memasangkan kalung berlian keleher Alea dan memasang gelang berlian juga ke tangan Alea.
"Sayang, sekarang buka mata kamu." ucap Alvan. Dan Alea pun membuka matanya.
"Mas, ini?!" tanya Alea sembari menatap kalung yang terpasang di lehernya di depan cermin serta menyentuh kalung berlian itu yang baru di pasang Alvan. Lalu Alea menatap gelang di tangannya.
"Kamu suka, sayang?!" tanya Alvan sambil mencium pipi Alea.
"Suka mas.. ini sangat indah dan bagus." jawab Alea. "Terimakasih, mas.."
"Untuk?!"
"Untuk hadiahnya, untuk cinta dan kebahagiaan yang mas berikan padaku."
"Ini udah menjadi tugas mas sayang.. untuk membahagiakan kamu. Apa pun akan mas lakukan agar kamu tetap bahagia bersama mas."ucap Alvan dengan sungguh-sungguh. Lalu Alvan mencium bibir Alea dengan lembut, menarik pinggang Alea agar lebih dekat lagi dengannya. Alvan memperdalam ciumannya dan Alea pun membalas ciuman dari Alvan.
__ADS_1
"Sayang, kita buat cucu buat Papa dan mama ya..?" bisik Alvan di telinga Alea. Seketika seluruh tubuh Alea merinding. Tanpa mendengar jawaban dari Alea, Alvan langsung mengangkat tubuh istrinya. Lalu dengan perlahan ia meletakkan Alea ke atas ranjang. Dan selanjutnya mereka melewati malam yang sangat indah dengan memadu kasih sampai menjelang subuh. Alvan baru berhenti ketika Alea benar-benar mengeluh kelelahan.