Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 52


__ADS_3

Paginya tepat pukul 5 pagi, Alea terbangun. Alea merasakan tubuhnya sakit semua. Kemudian Alea duduk terlebih dahulu di atas ranjang. Lalu seketika Alea terkejut saat melihat tubuhnya sudah tidak memakai sehelai benang pun. Dilihatnya suaminya masih tidur begitu nyenyaknya.


"Apa mimpi aku tadi malam itu.. Ya ampun itu bukan mimpi jadi beneran mas Alvan melakukannya?" gumam Alea dalam hati.


Ya malam tadi, Alea mimpi tengah bercinta dengan suaminya. Dalam mimpi itu berasa nyata, tapi ia susah sekali untuk membuka matanya. Kemudian Alea mencari pakaian nya yang sudah berserakan di lantai dan juga pakaian suaminya berserakan di lantai. Lalu Alea masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Ya ampun mas.. banyak sekali ini?!" ucap Alea yang terkejut saat melihat tubuhnya di cermin begitu banyak tanda merah di seluruh tubuhnya. Karena kulitnya yang putih jadi terlihat jelas hasil karya suaminya. Untungnya ia memaki hijab jadi, tanda merah yang ada di leher tidak akan terlihat oleh orang. Gak habis pikir, kok bisa dirinya gak terbangun saat suaminya melakukannya.


Selesai mandi Alea melakukan sholat subuh. Selesai sholat Alea pun membangunkan Alvan untuk Sholat subuh.


"Mas, bangun sholat subuh dulu.." ucap Alea mencium seluruh wajah suaminya. Begitulah Alea, cara membangunkan Alvan. Penuh dengan kasih sayang, dan cinta. "Mas... bangun sholat dulu, entar bisa tidur lagi." Alvan pun langsung terbangun.


"Iya sayang.. cium dulu dong.." Alea pun mendekatkan wajahnya ke Wajah suaminya, lalu ia mencium kening, kedua matanya, hidung, kedua pipi Alvan dan terakhir bibir Alvan.


"udah, sekarang sholat ya.."


"Terimakasih sayang.." Alvan kemudian beranjak dari kasur lalu ia masuk ke kamar mandi.


Saat ini mereka tengah santai sembari menikmati secangkir teh hangat yang baru saja di buat oleh Alea. "Sayang, apa kamu sudah melihat hasil karya mas di tubuh kamu?" tanya Alvan sembari tersenyum-senyum menatap sang istri.

__ADS_1


"Kenapa kamu tambah lagi mas.. yang kemarin aja merahnya belum hilang. Kalau mas mau melukis itu di kanvas jangan di tubuh aku." rajuk Alea.


"Abis gimana lagi, lebih bagus melukis di tubuh kamu dari pada di kanvas." balas Alvan.


"Mas, aku kira malam tadi aku mimpi berhubungan suami istri sama kamu. Gak tahunya.." ucap Alea


"Gak tahunya apa sayang?!" tanya Alvan sembari menarik istrinya agar duduk di pangkuannya.


"Mas.."


"Gak tahunya apa sayang, hmmm.." Alvan menarik tengkuk Alea agar ia bisa mencium bibirnya.


"Gak jadi, mas pasti udah tahu apa yang mau aku ucapkan." Ucap Alea malu, dan pipinya udah merona merah.


"Kamu tahu sayang, mas paling suka dengan suara ******* kamu. Walaupun kamu gak kebangun, tapi kamu tetap menikmatinya juga." ujar Alvan menggoda Alea.


"Mas bohong kan?"


"Gak sayang, suaranya lumayan kuat. Mungkin karyawan kamu dengar dengan suara ******* kamu, sayang." Alea langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


"Mas serius nih, kalau suaranya kuat. Mas, aku malu sama mereka.." Alvan tersenyum manis menatap istrinya.


"Ngapain malu, mereka udah dewasa sayang.. mereka pasti mengerti apa yang kita lakukan. Lagian kita udah suami istri, gak masalah dong.?!"


"Tetap aja mas, malu kalau mereka tahu kita melakukan itu.."


"itu Apa?!" sela Alvan.


"Mas ih! Udah jangan di bahas lagi." kesal Alea.


"Kenapa malu, kan hanya kita berdua saja." Alvan langsung memeluk Alea yang masih duduk di pangkuannya. Dan Alea pun membalas pelukan Alvan. "Duh nyamannya.." ucap Alvan yang masih berada di pelukan Alea. "Sayang, besok kita pulang ke Jakarta ya? apa kamu gak mau bertemu dengan mama.. mama udah kangen sama menantunya yang udah kabur ini." ucap Alvan sembari mencubit pelan pipi Alea.


"Aku juga kangen sama mama, tapi mama marah gak mas sama aku?!" tanya Alea.


"Gak sayang.. yang ada mama marahnya sama mas, karena gak bisa nemuin kamu sampai satu tahun." jawab Alvan.


"Tapi mas, kalau aku balik ke Jakarta.. toko nya gimana?!" itu sebenarnya yang masih di pikirkan oleh Alea dari kemarin.


"Suruh aja salah satu karyawan kamu yang menjalankannya. Menurut kamu dari mereka, siapa yang paling kamu percaya?!" Alea berpikir sejenak.

__ADS_1


"Kaya' nya Neli deh orangnya. Karena dari aku buka toko pertama kali, dia karyawan pertama aku." ucap Alea.


"Ya udah jadikan dia kepala toko, yang akan menjalankan toko kue kamu." Alea menganggukan kepalanya tanda setuju dengan saran suaminya.


__ADS_2