Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 38


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka juga sudah selesai makan. Tetapi Alea belum juga datang ke kediaman Kavindra. Membuat orang yang disana benar-benar kuatir. "Pah, mah kayaknya Alvan benar-benar harus ngecek Alea ke apartemen deh. Al takut terjadi sesuatu padanya." ucap Alvan yang beranjak dari kursi.


"Aku kira, kakak gak perduli padanya!" sindir Ghea.


Membuat Alvan menghentikan langkahnya. "Apa maksud kamu Ghe?!" tanya Alvan sembari menatap tajam adiknya.


"Ya bukannya belakangan ini kakak mendiamkannya?! Jadi mau Alea datang atau tidak, apa perduli kak Alvan, hah?!" ucapan Ghea membuat Nita terkejut.


"Apa kamu bertengkar dengan Alea, Al? makanya dia tidak datang ke acara makan malam ini?!" Alvan tak menjawab, ia malah diam sembari menatap Ghea. "Jawab Al, apa kalian bertengkar?! kenapa nak?!" tanya Nita kembali.


"Tanya pada Ghea mah, apa yang sudah dia lakukan dan Alea di hari pernikahan Al waktu itu bersama Tasya!" Nita langsung menoleh kearah Ghea.


"Ghe, Al.. apa yang terjadi sebenarnya?!" tanya Sandy yang tidak mengerti.


"Mama mau tahu?! apa yang dilakukan oleh, Ghea..!Anak kesayangan mama ini, yang sudah membuat Tasya kabur di hari pernikahan Al waktu itu! Dan Alea juga bekerja sama dengannya!" ucap Alvan yang mulai emosi.


"Apa?!" ucap mereka semua serentak.


"Al, jangan bercanda kamu." sahut sang mama.


"Al tidak bercanda mam, dan Ghea sudah mengakuinya sendiri!" jawab Alvan.


"Ghe benar itu nak? kamu dan juga Alea yang membuat Tasya kabur dari pernikahan kakak kamu waktu itu?!" Tanya Nita


"Iya mah memang Ghea yang menyuruh Tasya pergi dihari pernikahan kak Alvan, tapi semua itu ada penyebabnya mah.." aku Ghea

__ADS_1


"Tuh kan mah! Gimana Al tidak marah dengan mereka berdua?!" kesal Alvan.


"Tapi kak, Alea tidak terlibat sama sekali. Bahkan dia tidak tahu apa-apa." ujar Ghea.


"Alah.. kamu tidak usah menutupi kesalahannya, Ghe! Dan kamu yang terlalu bodoh mau saja di manfaatkan wanita itu!" Ghea langsung menatap tajam kakaknya, Ghea tidak suka kakaknya menuduh Alea seperti itu. Hatinya begitu sakit mendengar tuduhan itu, gimana Alea yang di tuduh langsung pasti hatinya sakit dan hancur.


"Tapi kenyataannya memang seperti itu, Alea tidak tahu apa-apa tentang kaburnya Tasya. Dan aku juga tidak pernah membayar nya sama sekali seperti apa yang kakak tuduhkan ke dia!" ucap Ghea yang sudah mulai kesal. "Pernahkah kakak bertanya dan mau mendengarkan penjelasan ku sekali saja, apa alasanku menyuruh Tasya kabur waktu itu?! gak kan?! Ya, memang aku tidak pernah menyukai Tasya, tapi aku juga tidak akan mungkin mengacaukan pernikahan kakak ku sendiri." Mereka yang ada di situ masih terus mendengarkan Ghea.


"Tapi kamu melakukannya kan?!"


"Itu karena ada sebabnya kak!" bentak Ghea yang benar-benar kesal dan mulai emosi melihat kakaknya.


"Oke! apa penyebab nya sampai kamu menyuruhnya pergi!" tanya Alvan.


"Tapi nak.."


"Please mah, pah.."


"Oke. Baiklah sayang, kami masuk kedalam rumah dan menunggu disana." ucap Mamanya.


"Makasih mah."


Setelah keluarganya masuk kedalam rumah, kemudian barulah Ghea memberikan ponselnya ke Alvan, karena hanya tinggal mereka berdua saja di taman belakang rumahnya. "Kakak lihat baik-baik ada siapa di dalam video itu." ucap Ghea sembari tersenyum tipis.


Video yang ada di ponsel Ghea mulai berjalan dan Alvan langsung terkejut dengan seseorang yang ada di video tersebut. "Kakak kenalkan wajah siapa di video itu?!" tanya Ghea.

__ADS_1


"Tasya, Yuda!" Alvan mengepalkan tangannya, ia tak menyangka wanita yang pernah ia cintai setulus hati ternyata sudah berkhianat kepada nya.


"Itulah kenapa aku menyuruhnya pergi di hari pernikahan kakak waktu itu. Aku sebagai adik, tidak mau kakak yang aku sayangi menikah dengan wanita seperti Tasya. Oke, aku akui aku salah membuat pernikahan kakak batal. Tapi itu lebih baik dari pada setelah menikah baru mengetahui gimana Tasya yang sebenarnya. Bahkan yang aku ketahui dia bukan dengan Yuda saja, tapi masih banyak lagi. Sebelum kakak menjalin hubungan dengannya dia udah seperti itu." jelas Ghea.


"Berengsek!" umpat Alvan sembari mengepalkan kedua tangannya. "Kenapa kamu baru memberitahukan ini ke kakak, kenapa sebelum Kakak memutuskan menikah dengannya..!" ucap Alvan dengan mata dan wajah yang memerah menahan emosi.


"Maaf kak, karena aku baru mengetahui satu hari sebelum hari pernikahan kakak." jawabnya. "Dan ya, aku beritahu ke kakak sekali lagi. Kalau Alea tidak tahu apa-apa soal aku membuat Tasya kabur. Soal dia yang mau menerima menikah degan kakak, itu karena aku paksa dan karena Alea juga tidak tega melihat mama yang pingsan waktu itu. Aku tidak pernah membayar nya dan dia juga tidak pernah minta bayaran. Alea juga tidak pernah memanfaat persahabatan kami demi kepentingannya pribadi dan dia juga tidak pernah memanfaatkan lelaki manapun. Alea adalah wanita yang baik, perhatian dan tulus yang pernah aku kenal. Dan dia juga sahabat yang paling baik buat aku maupun Reyhan." ucap Ghea menjelaskan lagi tentang Alea. "Oh iya ini kado ulang tahun kakak dari Alea, tadi dia lupa membawanya." Ghea meletakkan paper bag di atas meja. Kemudian Ghea beranjak untuk meninggalkan Alvan, agar kakaknya itu bisa berpikir apa yang akan dia lakukan. Saat berjalan beberapa langkah, Ghea menghentikan langkahnya, lalu berbalik arah. "Kak Al.." panggil Ghea.


Alvan pun langsung menolah, dan menatap adiknya. "Selamat ulangtahun, kak." ucap Ghea memberikan selamat pada kakaknya. Dan Alvan hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Tunggu Ghea!" ucap Alvan saat Ghea akan masuk kedalam rumah. Membuat Ghea menghentikan langkahnya lagi.


"iya, ada apa kak?!" Alvan pun berjalan menghampiri adiknya.


"Dimana, Alea?" tanyanya.


"Aku tidak tahu kak, kan sudah aku bilang dia pulang duluan, tadi. Aku kira dia sudah datang kesini.." jawab Ghea. "Coba kakak cari aja di apartemen, mungkin dia masih ada di apartemen." tambah Ghea lagi.


"Terlambat kak, kalau mencarinya sekarang. Alea sudah pergi, aku yakin kakak benar-benar akan menyesal. Carilah sebisamu dan kakak tidak akan menemukan keberadaan Alea di mana pun." gumam Ghea dalam hati sembari tersenyum tipis.


Kemudian Ghea berjalan masuk kedalam rumah nya dan menemui keluarganya yang masih menunggu.


Sementara Alvan, benar-benar merasa bersalah karena sudah menuduh Alea yang tidak-tidak. Dadanya terasa sangat sesak mengingat tuduhan yang ia lontarkan Alea.


"Ya ampun apa yang udah gue lakuin ke Alea? Alea please maafkan aku." monolog Alvan. "Gue harus menemui Alea dan meminta maaf padanya." ucapnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2