
Tepat pukul sembilan pagi Alea terbangun. Dan kepalanya masih terasa pusing. Alea pun beranjak dari ranjang, kemudian ia keluar dari kamar tamu. Dilihat rumah terasa sepi, mungkin saja suaminya udah pergi ke kantor. Lalu Alea berjalan menuju dapur karena merasa sangat haus.
"Eh mbak Alea udah bangun?!" Alea tersenyum menatap bi Yuni yang lagi mencuci piring.
"Iya bi.. Mas Alvan udah berangkat kerja ya bi?!" tanya Alea.
"udah mbak, jam 8 tadi den Alvan berangkat. Mas Alvan udah bangunin mbak, tapi mbak Alea gak keluar-keluar dari kamar." jawab Bi Yuni. "Oh iya mbak, susunya mau di buat yang baru atau mau minum yang di buat oleh mas Alvan tadi? dan mbak Alea mau sarapan apa? Tadi sih bibi udah buat nasi goreng, tapi kalau sekarang ya udah dingin mbak.." tawar Bi Yuni.
"Gak usah bi, Ale gak selera makan apapun bi. Alea masuk kamar ya bi.." pamitnya yang langsung berjalan keluar dari dapur menuju kamarnya. Sampainya di dalam kamar Alea menghirup sisa wangi parfum suaminya yang masih ada di dalam kamar. Mendadak Alea merindukan suaminya itu, tapi ia masih sedikit kesal pada suaminya. Kemudian Alea masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar lebih segar.
Sepuluh menit Alea selesai mandi, selesai memakai pakaiannya Alea memutuskan merebahkan tubuhnya ke ranjang. Ia merasakan kepalanya semakin pusing, ia kira ketika bangun tidur tadi kepalanya sudah tidak pusing lagi, tetapi ternyata salah. Kepalanya semakin terasa pusing bahkan tubuhnya seperti ngilu semua.
"Ya Allah.. kenapa kepalaku makin pusing ya? Aku bawa' tidur aja lagi, pasti entar juga sembuh. Ini pasti karena menangis tadi malam deh makanya pusing kaya' gini." monolog Alea sembari memijit keningnya, agar pusing nya sedikit berkurang.
*
"Assalamualaikum.." ucap Mama Nita yang baru masuk kedalam rumah milik Alvan dan Alea.
__ADS_1
"Waalaikumsalam..." jawab Bi Yuni dari dalam. "Ya Allah Nyonya.." ucap Bi Yuni pada wanita itu dengan senang.
"Hai bi Yuni apa kabar.. Lama gak ketemu ya..?!" Ucap mama Nita sembari memeluk bi Yuni.
"Alhamdulillah saya sehat nyonya." jawab Bi Yuni.
"Aleanya ada kan bi, dirumah?!" tanya Nita pada bi Yuni.
"Ada nyonya. Alea ada di kamar, masuk aja nyonya.." ucap Bi Yuni.
Sebenarnya mama Nita tadi mau kekantornya Alvan, ia mau mengajak menantunya ke mall, karena biasanya Alea ikut Alvan ke kantor. Terus mama Nita menghubungi ponsel Alea, tapi gak diangkat-angkat. Kemudian mama Nita menghubungi Alvan, dan Alvan bilang kalau Alea ada dirumah. Dan disini mama Nita sekarang, datang kerumah anaknya mau mengajak Alea jalan ke mall.
"Iya nyah." sahut bi Yuni.
Sampainya di depan pintu kamar anaknya, mama Nita mengetuk pintu sembari memanggil menantunya. Tapi tidak mendapat sahutan dari dalam, Mama Nita pun mencoba membuka pintu dan ternyata tidak di kunci. Mama Nita masuk kedalam kamar, di lihatnya Alea tenga berbaring diranjang dengan tubuhnya yang di tutupi oleh selimut.
"Ya ampun.. Menantu mama jam segini udah tidur aja" ucap Mama Nita sembari tersenyum menatap Alea. Mama Nita berjalan mendekati ranjang untuk membangun Alea. "Alea sayang.. Bangun nak..!" ucap Mama Nita, ketika mama mengelus kening menantunya itu, Mama terkejut kening Alea sangat panas. Mama Nita membangunkan Alea kembali, ia takut menantunya pingsan karena tidak bangun juga. "Sayang.. Alea bangun nak.. Hei Alea jangan buat mama takut." Mama Nita pun panik, menantunya tak kunjung bangun. "Ya Allah kamu pingsan Alea.." mama Nita langsung teriak memanggil bi Yuni.
__ADS_1
"Ada apa nyah?" tanya bi Yuni saat udah masuk ke kamar Alea.
"Bi, Alea pingsan dia demam bi.." ucap Nita pada Yuni.
"Ya Allah mbak Alea, kenapa bisa sampai gini?" ucap Bi Yuni panik. "memang mbak Alea belum ada makan apapun dari pagi tadi nyah.. katanya tadi lagi gak selerah makan." ujar Bi Yuni.
"Ya ampun bi ko bisa..! cepat bantu saya membawa Alea ke mobil, saya mau membawa Alea ke rumah sakit. Bahaya kalau terlalu lama di biarin aja, Alea lagi hamil soalnya." Mama Nita dan bi Yuni membopong Alea ke luar kamar. "Mang tolong cepat kita kerumah sakit ya.."perintah Mama Nita pada supirnya. Saat ini mereka udah di dalam mobil.
"Baik nyah." sahut supir mama Nita. Supir itu langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
"Sayang, tubuh kamu panas banget. Bi gimana Alea sampai seperti ini?" tanya mama Nita pada bi Yuni yang ikut mengantar Alea ke rumah sakit.
"Bibi juga gak tahu nyah, tadi mbak Alea trelihat baik-baik aja nyah." jawab Bi Yuni. Kemudian Bi Yuni menceritakan pada Mama Nita kalau Alea sempat marah pada Alvan sampai membuat Alea tidur di kamar tamu, "tapi bibi gak tahu nyah mbak Alea marah sama den Alvan karena apa?!" ucap Bi Yuni menceritakan pada Mama Nita.
"Anak itu..! awas aja, biar saya beri pelajaran, udah membuat menantu saya sampai demam gini." ucap Nita kesal pada putranya. "Bi, jangan bilang-bilang ke Alvan kalau Alea ada di rumah sakit, biar pulang nanti dari kantor dia kelimpungan mencari istrinya!" pinta mama Nita.
"Tapi nyah.." protes bi Yuni yang ingin menolak.
__ADS_1
"Bi.."
"Iya nyah baiklah." pada akhirnya bi Yuni mengiyakan.