
Ting
Suara itu menandakan ada orang yang masuk kedalam toko kue milik Alea. Dua karyawan wanita yang berjaga pun melihat siapa yang datang atau masuk kedalam toko. Kedua karyawan itu langsung terpesona dengan ketampanan sosok lelaki yang baru saja masuk ke toko mereka.
Kedua wanita itu pun sibuk merapikan penampilan mereka, sambil berjalan menghampiri lelaki tampan tersebut.
"Permisi..!"
"I-iya mas.." jawab kedua karyawan yang bernama Nia dan Rika bersamaan.
"Apa ada yang bisa kami bantu.. masnya mau cari kue apa ya?!" tanya salah dari mereka.
"Maaf, saya datang kesini ingin bertemu dengan pemilik Toko kue ini. Benarkan pemiliknya bernama, Alea?!" tanya lelaki itu yang tak lain adalah Alvan.
"Iya mas, pemilik toko ini mbak Alea." jawab mereka berdua. "Tapi mbak Alea nya lagi sibuk membuat kue pesanan customer, mas. Dan pesanan nya lumayan banyak. Kalau mau pesan kue juga, mas bisa pesan melalui kami." tambah karyawan yang bernama Nia.
"Bisa saya masuk kedalam menemuinya?"
"Maaf mas, orang lain tidak boleh masuk kedalam tanpa seizin mbak Alea." jawab Rika sembari terus menatap lelaki itu sampai matanya tak berkedip.
"Oke. Bisa panggilkan Aleanya sebentar.. bilang suaminya sudah datang." ucapan Alvan sontak membuat Nia dan Rika terkejut.
"Suami?!" Nia dan Rika saling pandang.
"Iya, saya suami Alea. Apa ada masalah?!"
"Ti-tidak mas, eh pak. Ma-maafkan kami pak, kami tidak tahu. Baiklah saya akan panggil mbak Aleanya." Rika langsung masuk menuju pembuatan kue. Sementara Nia pergi melayani customer yang baru saja masuk kedalam toko.
__ADS_1
"Mbak Alea maaf ganggu." ucap Rika.
"Iya, ada apa Rika?!" tanya Alea sembari meletakkan adonan ke loyang.
"I-itu mbak, ada yang mau bertemu mbak Alea. Katanya sih suami mbak Alea.." ucap Rika.
"Oh mas Alvan udah datang rupanya.." Alea menyerahkan loyang yang baru ia isi adonan ke Neli dan memintanya untuk di masukkan ke oven.
Kemudian Alea melepasakan Afronnya, lalu keluar dari pembuatan kue bersama Rika.
"Mbak, maaf nih. Mbak beneran udah nikah? Rika kira mbak belum nikah.. Soalnya mbak bilang waktu itu lagi sendiri..!" tanya Rika karena masih gak percaya.
"Iya.. kan di Bandung memang saya sendiri.." ucap Alea sembari tersenyum manis pada Rika.
"Mbak Alea ih bercanda.." Alea hanya tertawa saja menanggapinya.
Sementara Alvan langsung memeluk Alea sangat erat. "Mas kangen, kamu tega ninggalin mas lagi tidur." rajuk Alvan. "Mas kira kamu pergi ninggalin mas lagi." Nia dan Rika yang melihat adegan sweet di depan mereka, senyum-senyum sendiri. Mereka masih tidak percaya, kalau lelaki tampan itu adalah suami dari bos mereka. Karena yang mereka tahu, kalau bos mereka lagi sendiri.
"Ka, beruntung banget ya mbak Alea. Udah cantik, baik, dan perhatian, dapat suami setampan.. siapa tadi namanya aku lupa?!"
"Pak Alvan kalau aku gak salah dengar." sahut Nia.
"Iya, pak Alvan."
"Mereka sangat serasi. Lihat deh Ka, kayanya suaminya manja banget ya.. andai aku juga punya pacar atau suami setampan suami mbak Alea, aku bakalan ikuti dia kemana aja. Soalnya bahaya, banyak pelakor di luaran sana." ucap Nia yang masih terus memperhatikan Alea dan Alvan.
"Iya juga ya.. mbak Alea harus hati-hati, pelakor bertebaran di mana-mana." sambung Rika.
__ADS_1
*
"Mas, kita tidur disini mau gak?!" tanya Alea karena ini sudah jam 10 malam. Rasanya Alea udah mals kalau kembali ke Apartemen. Tokonya juga sudah tutup, mereka baru saja selesai makan malam. Karyawan Alea juga ikut makan bersama mereka, ada Neli, Rika dan Nia. Dan Alvan lah yang membelikan semua makanannya.
"Oke."
"Mas, tapi kamar aku tidak ada AC nya, yang ada hanya kipas angin saja. Apa kamu bisa tidur dengan ruangan yang tidak ada AC nya?!" tanya Alea yang takut suaminya malah tidak bisa tidur.
"Gak masalah sayang, selagi itu ada kamu kalau hanya pakai kipas saja tidak apa-apa." jawab Alvan.
"Besok pagi aja kita ke Apartemennya ya? setelah buka toko." ujar Alea.
"Iya sayang.. ya udah tidur yuk, mas udah ngantuk." ajak Alvan. Entahlah, ia benaran ngantuk atau ada sesuatu yang ia inginkan.
"Ya udah ayo.. semuanya saya masuk kamar duluan ya.. jangan lupa habiskan makanannya.." ucap Alea pamitan pada karyawan nya.
"Iya mbak.. Pak Alvan makasih makanannya.." ucap mereka semua.
"Iya sama-sama.. saya permisi masuk ke kamar duluan." ucap Alvan.
"Iya pak tampan.." Alea hanya tersenyum saja mendengar karyawan memanggil pak tampan pada suaminya.
Selesai Alvan membersihkan tubuhnya, Alvan menyusul Alea yang sudah berbaring di atas ranjang yang tidak terlalu besar seperti ranjang king size milik Alvan. Tapi masih muat untuk mereka berdua.
"Sayang, maaf ranjangnya tidak sebesar milik kamu. Pasti kamu tidak nyaman ya?" tanya Alea.
"Sayang, jangan bicara seperti itu.. mas gak masalah mau ranjangnya kecil atau besar. Yang mas inginkan hanya bisa tidur nyenyak di dekat kamu. Kamu gak tahu kan sayang, saat mas kuliah di luar negeri dulu. Apartemen yang mas tempati juga kecil dan ranjang juga kecil, hanya pas untuk satu orang saja. Jadi jangan kamu kira mas gak bisa tidur atau gak nyaman di kamar kamu ini. Malahan lebih bagus kamar kamu dari pada Apartemen yang mas tempati saat kuliah dulu." terang Alvan yang sudah ikut berbaring di samping Alea.
__ADS_1
Kemudian Alvan meletakkan kepalanya di atas dada Alea. Tangan Alvan satunya masuk kedalam piama Alea dan menyentuh dadanya. Sedangkan Alea merasa geli dengan apa yang di lakukan suaminya itu. Tapi ia membiarkannya saja. Tangan Alea pun mengelus kepala sang suami. Dan beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus dari Alvan, menandakan Alvan sudah tertidur. Alea pun ikut tidur menyusul sang suami yang sudah di alam mimpi.