Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 37


__ADS_3

Malam harinya tepat pukul 7 malam, Alvan tiba di kediaman Kavindra. "Assalamu'alaikum.." Alvan mengucapkan salam sembari masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam.." jawab mamanya. "Alhamdulillah, kamu udah sampai sayang.." ucap mamanya yang lega melihat putranya sudah tiba di rumahnya. Kemudian Yuanita memeluk putranya sangat erat.


"Mah udah dong.." protes Alvan yang merasa sesak pelukan mamanya begitu erat.


"Kamu ini dipeluk dengan mama, juga." Nita memukul lengan Alvan.


"Sesak mah.. mama meluknya kuat kali." ucap Alvan. "mana yang lain mah?!" tanyanya.


"Ada di taman belakang." Jawab Nita. "Ya udah ayo, yang lain udah pada nunggu." ajak Nita yang berjalan sambil menarik putranya menuju taman belakang rumahnya.


Tiba di taman belakang rumah mamanya, Alvan melihat sepupunya, Arya sudah ada di sana dengan kedua orangtuanya. Ada juga adik dari mamanya, bersama keluarganya.


"Nah ini dia yang berulang tahun hari ini sudah datang.." ucap Arya yang beranjak nyamperin Alvan. Semua keluarga menoleh ke arah Alvan dengan mengucapkan selamat tahun padanya.


Alvan pun mengucapkan terimakasih, pada semuanya.


Mata Alvan celingukan mencari seseorang yang benar-benar ia rindukan. Tapi sama sekali tidak ada, bahkan Ghea juga tidak kelihatan.


"Apa mereka belum datang ya?" batin Alvan.


Ia memang masih marah dan kecewa pada Alea maupun adiknya. Tapi dari dalam lubuk hatinya ia sangat-sanagt merindukan Alea. Entah mengapa dari tadi hatinya tidak tenang, seperti akan terjadi sesuatu.

__ADS_1


"Mah dimana Ghea? apa mereka belum datang?!" tanya Alvan.


"Ghea katanya datang terlambat. Karena mereka banyak pesanan." jawab Nita pada putranya.


Kemudian Nita meninggalkan Alvan dan berjalan menuju suaminya yang lagi berbincang dengan orangtua Arya.


"Bro gimana kerjaan di Bandung?!" tanya Arya yang sudah kembali berdiri di samping Alvan.


"Lancar, mungkin beberapa bulan lagi bangunannya akan selesai." jawabnya.


"Oh iya, gue belum melihat Alea. Apa Alea datang makan malam juga Al?!" tanya Arya.


"Entahlah, mungkin saja." jawab Alvan cuek.


"Loh kok mungkin..! Apa Lo masih saja mendiamkan nya, Al?" Tanya Arya yang tak mengerti dengan sikap Alvan.


Arya menghela nafasnya, "Lo bakalan menyesal Al. Lihat saja, Lo bakalan menyesal." lirih Arya sembari tersenyum tipis.


*


Satu jam telah berlalu, dan saatnya mereka semua makan malam. Mereka semua sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Nita untuk makan malam.


"Malam semua...!" ucap Ghea yang membuat mereka semua terkejut, karena suaranya cukup keras. "Apakah aku terlambat makan malamnya?!" tanya Ghea sembari berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tidak nak, ayo cepat duduk kita baru mau makan." jawab Nita. "oh iya, Alea mana? apa kalian tidak pergi bersama?" tanya Nita.


"Alea? Alea tidak bersama ku mah. Ghea kira Alea udah datang duluan.." jawab Ghea.


"Apa maksud kamu Ghea? tadi kamu bilang datang terlambat, mama kira Alea juga sama.." ucap Nita lagi.


"Enggak mah, selesai makan siang tadi Alea pamit ke Ghea katanya ada urusan penting. Dan dia juga bilang akan pergi sendiri kesini dan dia juga sampai melupakan kado buat kak Alvan di toko Ghea. Apa sampai sekarang Alea belum datang ke rumah?" tanya Ghea bingung


"Gak ada Ghe, Alea belum ada datang kerumah." sahut Nita.


Sementara Alvan yang mendengar kalau Alea sudah pulang dari siang tadi mendadak semakin tidak tenang. Kemana Alea sampai sekarang belum datang juga.


"Al apa kamu tidak ada menghubunginya? tidak mungkinkan kalau kamu tidak tahu Alea dimana, kamu kan suaminya.." Alvan langsung menghubungi Alea, tapi sayang Nomornya tidak aktif.


"Nomornya gak aktif mah." ucap Alvan.


"Ya ampun, kamu gimana sih Al? kamu itu suaminya. Mama pagi tadi sudah bilang ke kamu kan, untuk pergi bersama Alea. Tapi kamu menolaknya, kamu bilang kelamaan kalau jemput Alea lagi. Dan sekarang apa? Alea sampai sekarang belum datang." ucap Nita kuatir pada menantunya.


"Mah sabar dulu, siapa tahu aja Alea kena macet." sambung Sandy yang menenangkan istrinya. "Lebih baik kita makan aja duluan, kasian kerabat kita yang sudah menunggu." ucap Sandy lagi.


"Tapi pah.."


"Udah, gak lama lagi pasti Alea tiba di rumah." Nita pun menghela nafasnya. Mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa pada menantunya itu.

__ADS_1


"Ma, Pa kalian makan saja duluan, Alvan mau mencari Alea ke apartemen." Saat akan berjalan, Sandy menghentikan Alvan. "Kenapa Pah?" tanyanya.


"Lebih baik tunggu saja sebentar lagi, siapa tahu saja dia memang masih di jalan. Kalau kamu ke apartemen, terus dia sampai kesini gimana? kamunya nanti bolak-balik Al.." benar juga apa yang di katakan Papanya. Ya, lebih baik ia tunggu sebentar lagi. Siapa tahu aja dari apartemen ke rumah orangtuanya macet.


__ADS_2