
"Yud, entar ada yang lihat Lo! disini kan banyak orang.." ucap Ghea malu-malu setelah tautan mereka terlepas. Sebenarnya bukan itu yang ia takutkan. Hanya saja jantungnya yang berdetak kencang membuatnya jadi sangat gugup. Ia malu kalau Yuda sampai mendengar debaran jantungnya yang berdegup kencang. Entah mengapa jadi seperti ini, biasanya juga tidak kalau dekat dengan suaminya itu.
"Gak akan ada yang lihat sayang, pintunya kan udah aku kunci. Lagian tidak ada yang berani ganggu aku kalau pas lagi break." sahut Yuda sembari tersenyum menatap wajah malu-malu Ghea, istrinya ternyata sangat menggemaskan sekali.
"Oh iya kamu tadi bilang belum sarapan kan? Aku udah bawa' makanan ke sukaan kamu tuh! Makan dulu ya..?" sebelum bangkit dari atas tubuh Ghea, Yuda mengecup kening istrinya dengan sayang. Kemudian ia duduk di pinggir ranjang. Tak lupa ia juga membantu Ghe untuk bangun dari kasur.
"Kamu tunggu dulu biar aku siapin makanannya. Ghea berjalan menuju meja kecil yang ada di ruangan itu, lalu ia mengambil kotak makanan yang di letakkan Yuda tadi.
Yuda terus menatap Ghea sembari mengunyah makanan yang disuapi oleh Ghea. Dia tidak tahu kenapa dengan istrinya ini sekarang yang agak sedikit berbeda.
"Kamu kenapa belum sarapan tadi..! Gimana kalau maag kamu kambuh, udah tahu punya penyakit maag tapi malah gak sarapan." omel Ghea tapi masih terus menyuapi makanan ke mulut Yuda. Ini pertama kalinya Ghea memperhatikannya, meskipun mengomel tapi Yuda senang dan bahagia di perhatikan. "Yud kamu dengar gak sih apa aku bilang." ucap Ghea lagi.
"Dengar kok, sayang." ucap Yuda yang masih terus menatap istrinya. "Terimakasih kamu udah mau datang kesini nyusulin aku." Yuda mencium punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Malam ini aku free kita jalan ya?!" ajak Yuda antusias.
"Baiklah." sahut Ghea. Selagi dirinya gak ada Shooting malam, ia gak mau membuang kesempatan untuk mengajak istrinya jalan-jalan
"Terimakasih.. Aku sayang banget sama kamu." ucap Yuda sembari memeluk Ghea dari samping. Sementara jantung Ghe berdebar sangat kencang.
Sore harinya tepat jam 5 sore Yuda selesai Shooting. Ghea sendiri juga menemani Yuda sampai selesai.
__ADS_1
"Bon, jangan sampai ada yang tertinggal barang-barang gue, soalnya besok kita pindah lagi lokasi shooting nya. Dan bawa semua ke hotel ya.." ucap Yuda sembari mengganti pakaian yang baru selesai Shooting dengan pakaian yang baru dan bersih. "Oh iya Bon, Lo ke hotel sendiri pakai taksi ya.. gue mau langsung pergi jalan sama Ghea soalnya." ucap Yuda lagi sambil tersenyum senang menatap Ghea.
"Oke mas. Selamat bersenang-senang.." ucap Boni tersenyum bahagia melihat perubahan bosnya itu yang sudah tidak lagi main dengan banyak wanita. "Oh iya mas, besok jangan lupa pagi masih harus shooting lagi. Dan tempatnya mas tahukan?!" tambah Boni lagi mengingatkan.
"Iya Boni bawel.." sahut Yuda. "Ayo sayang kita pergi!" ajak Yuda sembari menggenggam tangan Ghea.
"Tapi mas, itu Boni kasian beresin barang kamu sendirian." ucap Ghea gak tega meninggalkan Boni gitu aja.
"Gak apa-apa, mbak."
"Iya sayang.. Itu kan memang udah kerjaan Boni mengurus keperluan shooting aku." sambung Yuda.
Yuda pun membawa Ghea keluar dari ruangannya, tapi sebelum mereka pergi, Yuda dan Ghea berpamitan pada semua kru yang ada disana.
Ini dia babang Yuda, yang banyak di gilai banyak wanita salah satu nya lawan mainnya. Tapi lelaki yang dulunya player ini, cintanya begitu besarnya ke Ghea dan cintanya tidak pernah pudar meski selalu di tolak oleh Ghea dulu. Dia suka gonta-ganti wanita hanya untuk mengisi hatinya yang hampa. Dia tidak pernah cinta dengan mantan-mantannya. Cintanya tetep untuk Ghea, teman masa kecilnya.
__ADS_1
Dan ini dia Ghea, wanita yang sangat di cintai Yuda. Ghea yang pernah mencintai Reyhan tapi sayang cintanya tidak pernah terbalaskan, karena Reyhan mencintai Alea. Yang pada akhirnya Ghea menerima cinta Yuda. Dan Reyhan sendiri, malah tidak bersama siapapun baik itu Alea ataupun Ghea.
*
Di pinggir pantai Yuda dan Ghea berjalan bergandengan tangan sembari menikmati angin di sore hari. Senyum tak pernah luntur dari bibir Yuda, ia sangat bahagia bisa berjalan di tepi pantai bersama Ghea, istrinya. Kemudian mereka berhenti dan menghadap ke arah pantai, karena mereka berdua lagi melihat matahari terbenam. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan. Lalu Yuda memeluk Ghea dari belakang dan dagunya di letakkan diatas pundak istrinya itu dan sesekali Yuda mencium kepala Ghea.
"Sayang, indah ya?!" ucap Yuda.
"Iya, indah banget dan sangat menakjubkan lihat Sunset nya." sahut Ghea sembari tersenyum menatap Sunset. Yuda pun semakin mengeratkan pelukannya karena udaranya udah mulai terasa dingin.
Malam harinya mereka makan malam di pinggir pantai itu. Tak lupa Yuda memakaikan jaketnya ke tubuh Ghea karena udaranya sangat dingin dan sejuk di malam hari. Yuda terus menerus menatap Ghea sembari mengunyah makanannya. Membuat Ghea jadi salah tingkah di lihatin terus oleh Yuda.
"Kamu cantik banget sih malam ini.." ucap Yuda di sela makannya.
"Gombal, kamu."
"Beneran.. Kamu cantik dan manis benget." ucap Yuda lagi yang langsung membuat pipi Ghea bersemu merah. Yuda menarik ujung hidung Ghea pelan, karena gemas lihat istrinya itu. "Kamu gemesin banget sih kalau pipi merah gini." lanjut Yuda lagi.
"Udah ah jangan gombalin terus. Atau jangan-jangan semua wanita yang kamu kencani kamu gombalin ya?!" ucap Ghea jadi kesal.
"Aku gak pernah gombalin mereka sayang, mereka aja yang terus mendekati aku. Aku kaya gini hanya sama kamu." balas Yuda.
__ADS_1
"Seriusan?!" tanya Ghe memastikan.
"Aku berani bersumpah, cuman sama kamu aku kaya gini." jawab Yuda serius meyakinkan istrinya itu. Memang Yuda orang yang cuek pada lawan mainnya, kecuali pada setiap kru baru ia banyak bicara. Tapi dengan para wanita dia terkesan acuh. Sama wanita yang ia kencani pun seperti itu, baginya mereka hanya pemuas nafsunya saja tidak lebih. Sepertinya dia harus siap kalau ucapannya terkadang membuat Ghea tidak percaya padanya karena akibat ulahnya yang banyak main dengan wanita.