Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 40


__ADS_3

Alvan tidak menyangka Alea akan menemukan berkas perceraian mereka. Tadinya ia memang ingin mengajukan itu ke pengadilan. Tapi ia masih ragu, makanya ia belum mengajukannya sampai sekarang. Dan sekarang lihatlah berkas itu sudah di temukan Alea dan juga sudah di tandatangani olehnya. Menyesal, tentu Alvan sangat menyesal.


"Bodoh! Lo sangat bodoh Alvan. Lo sudah melepaskan wanita sebaik." monolog Alvan.


Alvan kemudian berdiri dan keluar dari kamarnya, ia ingin memastikan sekali lagi benar atau tidaknya Alea pergi.


"Al ada apa?" tanya Arya saat melihat Alvan kembali masuk kedalam kamar Alea.


Alvan membuka lemari pakaian Alea, dan kosong tidak ada pakaian Alea di dalam.


"Kamu beneran pergi Alea..!" lirih Alvan.


"Al ada apa?" tanya Arya lagi yang juga ikut masuk kedalam kamar Alea.


"Alea, Ar.. Alea beneran pergi. Lo lihat lemarinya kosong tidak ada lagi barang-barang nya di kamar. Dan Lo lihat ini, gue benar-benar terlambat Ar?" jawab Alvan lemah sembari menyerahkan surat dari Alea dan berkas perceraian mereka pada Arya.


"Jadi beneran Alea pergi? dan berkas ini, apa Lo udah menyuruhnya tanda tangan berkas perceraian Lo?!" Alvan langsung menggelengkan kepalanya.


"Belum Ar, gue belum memberikan berkas itu padanya." ucap Alvan.


"Lalu.. ini sudah di tandatangani sama Alea, Al?!"

__ADS_1


"Alea menemukan berkas itu di kamar gue Ar.. dan gue juga gak nyangka kalau Alea langsung menandatangi nya." sahut Alvan.


"Ya ampun, gue harus cari Alea kemana Ar?!" tanya Alvan pada Arya. "Lo bener, ternyata lebih sakit ditinggalkan oleh Alea dari pada saat gue tinggal kabur oleh Tasya. Gue menyesal Ar, gue menyesal. Gue bodoh gak dengerin omongan lo dan saran loh." Alvan menarik nafasnya mencoba mengurangi rasa sesak di dadanya.


"Semua sudah terjadi Al.. gue akan bantu Lo cari dia. Tapi gue mau tanya ke Lo, apa perasaan Lo ke Alea yang sebenarnya?!" tanya Arya sembari menatap wajah kacau Alvan dengan serius.


"Gue, sangat mencintai nya Ar.. sangat." jawabnya. "Lo tahu Ar, Alea yang udah membuat gue lupa pada Tasya dan Alea juga sudah menyingkirkan sosok Tasya dari hati gue. Please Ar, bantu gue, bantu gue mencari Alea. Sampai kapan pun gue tidak akan menceraikan Alea." tambah Alvan lagi.


"Lo mau kemana Al?!" tanya Arya yang mengikuti Alvan keluar dari kamar Alea.


"Gue mau cari Alea di kosannya yang lama, siapa tau aja dia kembali kesana." Jawab Alvan yang terus berjalan menuju pintu.


"Biar gue antar Al, kita cari sama-sama." Arya pun mengikuti langkah Alvan.


"Maaf mas, Alea sudah lama tidak tinggal disini lagi semenjak dia menikah." jawab pemilik kost.


"Apa benar Bu Alea tidak ada datang kesini hari ini?!" tanya Alvan lagi memastikan.


"Tidak mas, bahkan kamarnya yang dulu sudah lama di tempati orang lain." tubuh Alvan langsung oleng, untung saja Arya dengan sigap menahannya.


"Al, Lo gak apa-apa?" tanya Arya kuatir. "Kalau begitu kami permisi, Bu. Terimakasih atas waktunya, maaf kalau udah mengganggu larut malam begini." ucap Arya pada pemilik kost.

__ADS_1


"Iya mas tidak apa-apa."


Arya pun memapah Alvan ke dalam mobil. Ia benar-benar tidak tega melihat Alvan frustasi seperti ini. Selama mengenal Alvan, baru kali ini melihat Alvan kacau seperti ini. Saat di tinggal kabur oleh Tasya kemarin.. ia melihat Alvan terlihat santai walaupun menunjukkan raut wajah datar. Tapi di tinggal Alea, Alvan benar-benar kacau.


"Al, ini udah larut malam. Lebih baik kita pulang saja dulu. Besok kita kembali mencarinya, lo tenang aja gue akan cari Alea." saran Arya, karena ia tahu Alvan pasti sangat kelelahan.


"Tapi Ar, gue mau cari dia.." ucap Alvan lemah.


"Iya, kita akan cari Alea, tapi besok kita sambung lagi Al? Kalau Lo mau cari Alea dengan keadaan lelah begini, yang ada Lo akan sakit Al.. udah jangan keras kepala. Lo butuh istirahat sekarang dan besok gue akan jemput Lo." omel Arya. "Lo mau di antar ke apartemen atau ke rumah orangtua lo?!" tanya Arya.


"Apartemen aja. Gue yakin mama pasti marahin gue habis-habisan kalau tahu Alea pergi." jawab Alvan sembari memijit keningnya yang terasa sangat pusing.


"Lagian kalau emang sudah cinta kenapa gak Lo ungkapin perasaan Lo ke dia, hah?!" kesal Arya.


"Gue kemarin mau mengajaknya Alea haneymoon.. sekalian gue mau ungkapin perasaan gue disana. Tapi.. terlanjur si Tasya datang dan menceritakan semuanya.


"Dan lo langsung percaya omongan Tasya tentang Alea, gitu?!" Alvan menganggukkan kepalanya lemah.


"Apa Alea bakalan maafin gue Ar, karena tuduhan gue dan gue juga sudah merendahkannya dengan kata-kata yang tidak baik padanya?!" tanyanya pada Arya.


"Berdoa saja mudah-mudahan Alea maafin Lo. Tapi dari yang gue lihat, Alea orangnya pemaaf, deh. Gue yakin dia maafin Lo." jawab Arya.

__ADS_1


Alvan kembali mengingat saat dia menuduh Alea beberapa hari yang lalu. Dadanya langsung rasanya sesak dan sakit. Gimana Alea yang di tuduh dan iya rendahkan.. ia yakin kala itu perasaan Alea hancur dan sakit.


Alvan mengusap wajahnya kasar. Ia menyesal udah mmenuduh Alea. "Maafin mas Alea, maafin mas yang udah nyakitin hati kamu." gumam Alvan dalam hati.


__ADS_2