Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 122


__ADS_3

Alea berjalan menuju ruang tengah sembari membawa nampan yang berisi Brownies dan teh hangat. Di ruang tengah ada si kembar yang lagi Nonton Tv sambil tiduran di karpet berbulu. Alea tersenyum menatap mereka tertawa karena melihat kartun yang mereka tonton.


"Ayo siapa yang mau brownies?" tanya Alea sembari meletakkan nampannya di atas meja kaca. Ayra dan Arkana langsung menoleh ke arah Alea.


"Yeah.. Mama buat brownies" ucap mereka berdua bersorak senang. Brownies coklat buatannya adalah makanan kesukaan si kembar dan satu lagi jangan di lupakan, papa si kembar juga paling suka dengan brownies buatannya dari dulu. Ayra dan Arkana pun beranjak mengambil brownies di atas meja dan mereka langsung memakannya.


"Ay, kalau makan jangan sambil tidur ya.. Gak boleh nak..!" tegur Alea tapi dengan nada yang sangat lembut.


"Iya mah, Arkana juga udah kasih tahu kalau makan jangan tidur. Ayra gak mau dengar mah." komentar Arkana.


"Iya maaf mama." jawab Ayra.


"Sayang, papa kalian kemana?! Mama kira nonton sama kalian juga?" tanya Alea pada keduanya.


"Kata papa, kalau mama tanya papa ada di ruang kerjanya mah." Arkana menjawab.


"Ya udah mama lihat papa dulu ya.."


"yes mam." jawab Ayra dan Arkana bersamaan.


Alea pun meninggalkan sikembar yang sedang asik menikmati Brownies dan berjalan menuju ruang kerja suaminya.


Sebelum masuk keruangan kerja suaminya, Alea mengetuk pintunya terlebih dahulu.


"Masuk..!" jawab Alvan dari dalam ketika mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.


Dengan perlahan Alea pun membuka pintunya. Melihat yang masuk kedalam adalah istrinya Alvan langsung tersenyum lebar menatapnya.

__ADS_1


"Sayang ada apa, hmm?!" tanya Alvan yang lagi duduk di sofa dan kembali beralih menatap laptopnya dengan serius.



"kamu sibuk mas?!" Alvan tersenyum tipis menatap Alea. Kemudian ia mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Alea. Lalu Alvan menarik istrinya dengan lembut membuat Alea duduk di pangkuan suaminya.


"Mas ih! Di luar ada anak-anak. Entar tiba-tiba mereka masuk gimana?!" ucap Alea sedikit risih.


"Tenang aja mas udah pencet remote nya dan pintunya terkunci otomatis." balas Alvan. "Ada apa sayang kok kamu kesini?!" tanya Alvan sekali lagi.


"Jadi aku gak boleh kesini mas?!" Alvan langsung memeluk istrinya sangat erat. Ia paling takut kalau salah bicara dan malah menyakiti hati istrinya.


"Bukan begitu sayang maksud mas.." ucap Alvan. "Mas kan hanya tanya, ada apa? sampai kamu nyamperin mas keruangan kerja.." lanjutnya.


"Gak ada mas.. aku hanya mau kasih tahu kamu kalau aku udah buatin brownies kesukaan kamu dan anak-anak."Jawab Alea sembari beranjak dari pangkuan suaminya. "Jika kamu masih sibuk, biar aku bawakan aja brownisnya sama teh nya kesini." Alvan langsung menarik tangan Alea ketika akan berjalan keluar dari ruangannya.


"Biar mas keluar sayang, makan sama si kembar. Pekerjaan entar mas lanjutin lagi nanti." Ucap Alvan.


Alvan dan Alea pun sama-sama keluar dari ruangan kerjanya. Kemudian berjalan menuju ruangan tv. Alvan dan Alea tersenyum bahagia melihat si kembar tertawa ketika melihat karton yang mereka tonton. Entah apa yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak sampai seperti itu.


"Gak terasa ya mas, mereka sudah besar." ucap Alea yang di anggukin oleh Alvan.


"Mas sangat mencintai mereka sama besarnya mas mencintai kamu, sayang." sambung Alvan.


"Aku tahu mas. Entar kalau Ayra sudah dewasa nanti pasti kamu sangat Overprotektif deh pada Ayra. Kamu bakalan jadi papa yang menjaganya sangat ekstra." komentar Alea sembari tersenyum geli.


"Tentu sayang, mas akan menjaganya dari para lelaki hidung belang diluaran sana. Gak akan mas biarkan mereka mendekati putrinku yang cantik itu dengan mudah. Mereka harus berhadapan langsung dengan papanya." ucap Alvan. "Lagian kamu kan tahu sayang, dikota sebesar ini pergaulan zaman sekarang sangat bebas. Mas gak mau Ayra terpengaruh seperti wanita-wanita kebanyakan. Memang tidak semuanya seperti itu, tapi tetap saja mas harus menjaganya dengan ketat." tambah Alvan lagi.

__ADS_1


"Iya mas.. tapi jangan terlalu mengekangnya mas, takutnya kalau terlalu dikekang dia malah memberontak dan tidak nyaman lagi. Biar dia bergaul dengan siapa saja, tapi kita tetap mengawasi nya diam-diam tanpa sepengetahuannya." saran Alea.


"Iya sayang.." sahut Alvan.


Kemudian Alea memeluk Alvan sangat erat dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak menyangka jika kehidupannya akan sebahagia ini. Pernikahan yang awalnya seperti orang asing karena ia dipaksa menikah dengan Alvan untuk menggantikan calonnya yang kabur di hari pernikahan malah berakhir sangat bahagia. Bahkan suaminya dulu sangat cuek dan datar padanya. Tapi sekarang suaminya itu memperlakukan nya sangat baik dan memperlakukannya seperti ratu.


Mungkin bisa di bilang dirinya lah yang pertama kali jatuh cinta pada suaminya. Sampai adik dari suaminya itu, meminta padanya untuk membuat Alvan jatuh cinta padanya agar kakaknya itu bisa melupakan Mantannya dan agar Alvan tidak kembali lagi pada mantannya yang saat itu masih di cintai oleh Alvan. Sempat putus asa karena waktu itu sikap suaminya cuek dan biasa saja padanya. Tapi setelah satu tahun ia pergi dari Alvan, semuanya berubah. Suaminya malah sangat-sangat mencintai nya malahan nyaris depresi, katanya selama satu tahun tidak bertemu dengannya. Dia juga sangat menyesal yang hampir mau menceraikannya dan menyesal karena sempat menghina dirinya dulu. Pasti kalian semua tahukan ceritanya soal itu.


"Loh sayang kamu kenapa? kok tiba-tiba kamu meluk mas dan ini sekarang kamu nangis lagi!" tanya Alvan. "Kenapa? Cerita dong sama mas, apa yang membuat kamu nangis." ucap Alvan lagi.


"Gak mas.. Ini tangisan bahagia!" jawab Alea.


"Tangisan bahagia?!" tanya bingung.


"Iya mas.." sahut Alea. "Mas terimakasih untuk kebahagian yang sudah kamu berikan padaku dan anak-anak." ucapnya.


"Mas yang paling bahagia sayang.. Mas sangat bahagia bisa hidup bersama bidadari kayak kamu" ucap Alvan sembari menghapus airmata Alea. "Mas tidak akan tahu gimana kehidupan mas tanpa ada kamu. Jika waktu itu Ghea tidak memaksa kita untuk menikah, belum tentu hidup mas akan sebahagia ini sama kamu di tambah adanya dua malaikat yang sangat menggemaskan. Seharusnya mas yang berterimakasih karena kamu sudah hadir dalam kehidupan mas dan yang sudah menyembuhkan hati mas dari masa lalu mas yang menurut mas menyakitkan." ungkap Alvan. "Kamu tahu sayang, mas selalu jatuh cinta setiap harinya sama kamu. Mungkin ini sudah tadir tuhan yang membuat hati mas seperti itu, makanya mas tidak bisa berpaling ke siapa pun." tambahnya lagi.


"Kamu kira kamu aja mas.. Aku juga seperti itu, selalu jatuh cinta setiap harinya sama kamu. Kamu adalah cinta pertama dan terakhir aku mas. Bersama denganmu lah aku merasakan jatuh cinta mas dan sekaligus merasakan sakit." balas Alea .


"Maaf yang dulu pernah buat kamu sakit hati sayang.. Maaf." ucap Alvan penuh penyesalan ketika mengingat ia pernah menyakiti hati istrinya.


"Aku udah maafin kamu kok mas.. Lagian itu masa lalu." ujarnya.


"Terimakasih sayang...kamu baik banget seperti bidadari atau peri." balas Alvan. "I Love You my wife..!" u gelap Alvan. Alea pun tersenyum lebar mendengarnya.


"I Love you more my Husband..!" balas Alea. Alvan langsung mencium bibir istrinya dengan mesra, untung si kembar tidak melihat mereka dan masih asik menonton kartun.

__ADS_1


Tamat.


🌹 Terimakasih buat teman-teman yang sudah berkenan mau membaca Bidadari surga ku.. Akhirnya cerita ini tamat juga. Dan mereka berakhir bahagia.. Maaf jika penulisan dan kata-katanya maupun alur cerita Author masih banyak kurangnya.🤗🤗 semoga teman-teman gak bosan ya.. Salam sayang dari Author..😊😊😘 nantikan cerita Author yang lainnya.. Dan tunggu Cerita dari anak-anak mereka ya.. yang akan author tulis..🙏💕🌹


__ADS_2