Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 53


__ADS_3

Seminggu sudah Alvan berada di Bandung. Tepat jam 4 sore ini Alvan akan membawa Alea pulang ke Jakarta. Masalah toko milik Alea, dirinya meminta Neli untuk menjaga tokonya dan menjadi kepala toko miliknya. Alvan juga sudah menemukan koki yang akan membuat kue di toko Alea, tentunya dengan resep yang sudah dibuat oleh Alea. Karena Alea tidak mau pelanggan kecewa dengan rasa kue yang sudah biasa ia buat.


"Sayang, sini koper kamu biar mas masukin ke mobil. Cuman ini kan, gak ada barang yang lain lagi?!" tanya Alvan sebelum ia meletakkan koper Alea ke mobil.


"Iya mas, sebenarnya banyak barang aku di toko.. tapi gak mungkin aku bawa semua. Paling yang penting-penting aja yang aku bawa'." jawab Alea.


"Ya udah gak apa-apa, kasih aja sama karyawan kamu. Entar mas beliin lagi kalau udah sampai Jakarta." ucap Alvan.


"Iya deh yang punya banyak uang.." Alvan langsung tertawa mendengar ucapan istrinya.


"Sayang, uang mas uang kamu juga. Mas kerja buat kamu, dan anak kita nanti." ucap Alvan yang langsung memeluk Alea. "Saat kamu pergi, kenapa gak kamu bawa kartu ATM yang udah mas berikan ke kamu. Bahkan kamu tidak pernah menggunakannya." Kesal Alvan.


"Mas, kalau aku bawa dan menggunakan ATM dari kamu, pasti kamu akan tahu aku ada dimana.."


"Iya juga sih..! berarti kamu memang menghindari mas dong, sayang.. kamu paling top sembunyinya. Padahal mas sering ke Bandung, tapi sekalipun mas tidak pernah bertemu dengan kamu." Alea tersenyum menatap suaminya.


"Maaf mas.."


"Oke. Kali ini mas maafin kamu, awas ya kalau sampai pergi lagi." ancam Alvan.


"Iya sayang.."


"Apa?! sayang tolong kamu ulangi lagi, kamu bilang apa tadi..?" pinta Alvan


"Iya mas ku sayang..." ulang Alea sembari ia mencium pipi Alvan. Lalu Alea langsung masuk kedalam mobil. Sementara Alvan masih diam mematung di samping mobilnya.


"Mas ayo.. mau berangkat sekarang gak?!"


"Hah!iya sayang.." sahut Alvan yang baru saja tersadar. Alvan pun masuk kedalam mobilnya sembari senyum-senyum sendiri. Ia sangat senang akhirnya istrinya mengatakan sayang padanya, biasanya hanya mas.


*


Jam 8 malam akhirnya mereka sampai di kediaman Kavindra, orangtua Alvan. "sayang ayo?!" Alvan menggenggam tangan Alea masuk kedalam rumah mamanya. "Assalamu'alaikum..." ucap Alvan dan Alea bersamaan saat berjalan menuju ruang Tv.

__ADS_1


"Waalaikumsalam..." jawab Nita dan Sandi yang berada di ruang tv. Mereka pun menoleh ke arah sumber suara. Nita dan Sandi langsung beranjak dari sofa setelah melihat siapa orang yang mengucapkan salam tadi.


"Alea...!" Nita berjalan menghampiri Alvan dan Alea. "MasyaAllah Alea ini beneran kamu, sayang.." Nita langsung memeluk Alea. "Kamu kemana aja? kami mencari mu Alea.." ucap Nita.


"Alea Ada di Bandung mah.." jawab Alea sembari mencium punggung tangan Nita. Kemudian Alea beralih ke Sandi dan ia pun mencium punggung tangan Sandi.


"Kamu selama satu tahun berada di Bandung?!" tanya Sandi.


"Iya pah." jawabnya


"Kalau selama ini kamu berada di sana, kenapa kami tidak bisa menemukan kamu, Alea.." ucap Sandi tak habis pikir. Selama ini apa yang di lakukan oleh orang suruhannya yang di perintahkan untuk mencari Alea?


"Pah udah jangan bahas itu dulu, yang terpenting Alea sudah di temukan dan kembali." sahut Nita yang kembali memeluk menantunya itu.


"Mah, anak mu yang tampan ini tidak di peluk juga.." Nita pun mengurai pelukannya dari Alea, lalu menolah ke arah putranya.


"Kalau kamu udah sering mama peluk, Al..! biarkan mama memeluk menantu mama dulu." ucap Nita tersenyum senang karena Alea sudah kembali.


"Jadi malam pembukaan Apartemen kamu, Alea juga datang kesana?" tanya Nita


"Iyah mah.." jawab Alvan sembari bersyukur Allah mempertemukan nya di acaranya waktu itu.


"Tapi Alea, kamu bisa datang ke acara itu memang dapat undangan atau gimana?!" tanya Nita lagi yang masih penasaran.


"Itu karena Ghea yang ngajak mah..." sambung Ghea yang baru saja datang. Kemudian Ghea nyamperin Alea lalu Ghea memeluknya. "Dasar kamu ya.. Udah bertemu dengan kak Alvan gak cerita ke gue." ucap Ghea sembari mencubit pelan lengan Alea, karena kesal Alea tak memberitahukan padanya kalau sudah kembali bersama kakaknya, Alvan.


"Maaf, aku mau ngasih kejutan ke kamu." sahut Alea.


"Tunggu dulu, jadi Ghe kamu sudah tahu kalau Alea selama ini ada di Bandung?!" tanya Nita pada anaknya. Ghea pun menganggukkan kepalanya, mungkin saatnya ia jujur ke orangtuanya kalau selama ini ia mengetahui Alea ada dimana. "Kamu tuh ya.. kenapa gak bilang ke mama atau ke kakak kamu." Kesal Nita.


"Maaf ma, jangan salahkan Ghea. Alea yang meminta Ghea untuk tidak memberitahukan, Alea ada dimana." sela Alea merasa tidak enak pada Ghea, yang di salahin oleh mama mertuanya.


"Maaf ma.. Ghea sengaja gak kasih tahu ke kakak Alvan, karena Ghea ingin menghukum kak Alvan yang sudah menyakiti Alea, sahabat Ghea." ucap Ghea sembari menatap tajam kakaknya.

__ADS_1


"Adik durhaka kamu! kakak setiap hari memohon kekamu agar di beritahu kaberadaan Alea ada dimana sampai kakak nyaris gila, tapi kamu gak mau kasih tahu juga." kesal Alvan.


"Tapi gak gila beneran kan?"


"Diam Lo!"


"Hahaha... itu makanya jangan coba-coba nyakiti hati sahabat Ghea lagi. Kalau sampai itu terjadi lagi, awas aja bakalan gue bawa pergi jauh Alea dari kakak." ancam Ghea pada kakaknya.


"Gak deh! kakak gak akan nyakiti Alea lagi. Cukup satu tahun kakak jauh dari Alea yang membuat kakak nyaris gila. Kakak gak mau ditinggal lagi sama Alea, gak akan mau." ucap Alvan. Kemudian Alvan memeluk erat Alea yang berbeda duduk di sampingnya. Lalu mencium kening Alea dalam.


"Mas ih! malu ada papa dan mama." ucap Alea dengan wajah sudah merona.


"Ngapain malu sayang.. kita kan suami istri."


"Dasar bucin!"


"Bawel Lo!"


Melihat kebahagiaan Alvan, dalam hati Nita mengucapkan kata syukur karena Allah sudah menyatukan lagi putranya kepada Alea, menantunya.


"Mama senang kalian udah bersatu kembali." ucap Nita.


"Papa juga. Papa berharap secepatnya mendapatkan kabar baik dari kalian." sambung Sandy. "Oh iya kenapa kalian tidak meluangkan waktu untuk berbulan madu.." saran Sandy pada putra dan menantunya.


"Wah ide yang bagus tuh pah." sahut Alvan. "Gimana sayang, kamu mau kan kalau kita pergi bulan madu?!" tanya Alvan pada Alea.


"Aku sih terserah mas aja.." jawab Alea sembari tersenyum malu.


"Oke kalau gitu dua hari lagi kita berangkat. Mas mau beresin kerjaan dulu. Setelah itu baru kita pergi haneymoon." ucap Alvan. Dan kemudian Alvan pamit pada mama, papa dan Ghea untuk istrahat.


"Sayang, kalian gak makan malam dulu?!" tanya Nita.


"Gak mah, tadi udah makan di jalan." jawab Alvan sembari mengajak Alea ke kamarnya untuk istirahat, karena sudah jam 10 malam, dan mereka juga sangat lelah.

__ADS_1


__ADS_2