Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 61


__ADS_3

Sore harinya, tepat jam 5 sore Alvan membereskan berkas yang ada di mejanya dan waktunya ia pulang. Ia sudah benar-benar sangat merindukan istrinya, baru saja sehari ia tak bertemu sang istri tapi sudah sangat merindukan bidadari surga nya itu. Selesai membereskan meja kerjanya, bergegas Alvan keluar dari ruangannya. Ia akan menjemput Alea di toko milik Ghea. Ketika berjalan menuju lift, terdengar suara notifikasi di ponselnya. Alvan tersenyum berpikir itu pesan dari istrinya.


Alvan mengepalkan kedua tangannya dan dadanya terasa sesak setelah membuka isi pesan dari ponselnya, merupakan sebuah foto yang dikirim oleh nomor yang tidak dikenal. Foto itu adalah istrinya bersama dengan seorang lelaki sedang makan berdua. Rahang Alvan mengeras melihat lelaki itu memegang tangan Alea. Ia tidak mengenal siapa lelaki itu, karena lelaki itu bukanlah Reyhan sahabat dari Alea dan Ghea. Yang membuat bingung, bukannya istrinya pergi bersama dengan Ghea? Tetapi kenapa bisa bersama lelaki itu? Dan siapa lelaki itu? Banyak pertanyaan dalam benaknya, ia akan tanyakan nanti kepada istrinya atau kepada adiknya. Atau ia akan menunggu Alea cerita padanya?


"Mas kamu udah sampai?" tanya Alea yang di tanggapi senyuman tipis oleh Alvan.


"Udah kan? kita pulang sekarang!" ucap Alvan datar yang langsung berjalan menuju mobilnya.


"Kenapa tuh anak! jutek amat." ucap Ghea yang melihat wajah sang kakak datar.


"Ngambek kali, seharian aku gak ada di dekat dia." balas Alea sembari tersenyum menatap Ghea.


"Lebay!" cibir Ghea.


"Ya udah aku pulang ya..?" pamit Alea.

__ADS_1


"Iya. Makasih udah bantu gue dan nemenin gue ke mall." ucap Ghea sembari memeluk Alea.


"Iya.."


Di perjalanan menuju rumah mereka, Alvan hanya diam saja dan hanya fokus menyetir. Sementara Alea bingung dengan sikap suaminya yang diam saja tanpa kata. Apalagi wajah suaminya terlihat datar. Tidak biasa suaminya seperti ini. Di mobil biasanya selalu bercerita tentang pekerjaan nya atau ia selalu menggoda dirinya. Alea terus berpikir apa dirinya memiliki kesalahan? atau suami marah padanya, karena ia seharian ini tidak ada bersama dengan suaminya?


Alvan mematikan mobilnya saat sudah tiba di rumah baru yang udah mereka tempati dua bulan ini.


"Ayo udah sampai!" ucap Alvan datar. Alvan keluar dari mobil, dengan langkah sedikit lebar Alvan langsung masuk kedalam rumah meninggalkan Alea yang masih di mobil.


Kemudian Alea keluar dari mobil sembari membawa tas kerja Alvan.


Sampainya di depan pintu kamar, Alea membuka pintu dengan pelan-pelan. Dilihatnya di kamar, suaminya tidak ada. Lalu Alea meletakkan tas kerja suaminya di sofa, dan ia berjalan ke kamar mandi untuk melihat suaminya, ternyata tidak ada juga. Ketika Alea akan keluar kamar, sekilas Alea melihat pintu balkon kamarnya terbuka. Dan benar suaminya berada di balkon.


Sepertinya benar, ia ada melakukan kesalahan, tapi apa kesalahannya? seharusnya suaminya mengatakannya jangan malah mendiamkannya. Alea menghela nafasnya, ia berjalan mendekati suaminya.

__ADS_1


"Mas.." panggil Alea dengan lembut sembari memeluk Alvan dari belakang. Alvan yang tadinya moodnya tidak bagus karena foto itu, apalagi emosinya udah sampai ke ubun-ubun yang akan siap meledak kini menjadi tenang setelah mendapatkan pelukan dari Alea. Entahlah pelukan Alea seakan obat penenang untuknya.


"Kamu kenapa mas? apa aku ada salah?" tanya Alea. "Kalau ia, please kasih tahu aku mas? apa kesalahan aku." ucap Alea.


Alvan membalikan tubuhnya menghadap Alea, ia menatap mata Alea begitu dalam. Tidak mungkin istrinya selingkuh darinya, ingin rasanya ia bertanya langsung tentang foto itu. Tapi, biar ia bertanya pada Ghe saja nanti.


"Ada apa mas?!" tanya Alea lagi dengan begitu lembut.


"Gak ada sayang, hanya sedikit masalah kantor aja." bohongnya.


"Beneran? bukan karena mas marah karena aku gak ada bersama mas hari ini?!" tanya Alea lagi.


Alvan mengecup bibir Alea singkat, "gak sayang.." ucapnya lagi.


"Ya udah mas mau mandi dulu, tubuhnya udah gerah." ucap Alvan yang langsung masuk ke dalam kamar, meninggalkan Alea di balkon. Alea menghela nafasnya, sepertinya suaminya berbohong, pasti bukan masalah kantor dan pasti ini masalah lain.

__ADS_1


__ADS_2