Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
BS 9


__ADS_3

Asalamualikum


Happy reading


Jihan menutup ceritanya dengan tangisan, Ilyas pun yang tak tega melihatnya langsung mendekap tubuh Jihan, dan mengelus punggung Jihan. Ilyas membiarkan Jihan menangis didalam dekapannya, ia tak peduli lagi bajunya basah oleh air mata Jihan, setelah beberapa saat, suara tangisan Jihan pun berhenti hanya terdengar sesegukan. Ilyas melonggarkan pelukannya dan menganggkat tubuh Jihan.


Ilyas : Maaf, seharusnya aku tidak menanyakan semua ini padamu, karena ini hanya membuka luka lamamu dan membuatmu bersedih.


Jiham : tidak apa mas, aku justru lega sekarang karena ada seseorang yang mau mendengar ceritaku, setidaknya bebanku sedikit lebih berkurang.


Ilyas : mulai sekarang, mas tidak mau lagi melihatmu menangis, tersenyumlah selalu. Jika ada masalh bicaralah pada mas, kita selesaikan masalahnya bersama, jangan ditanggung sendiri. ingatlah sekarang kamu punya aku, aku yang bertanggung jawab semuanya atas dirimu.


Jihan : terima kasih mas, aku sangat beruntung mendapatkan keluarga seperti keluarga mas.


Ilyas : ( tersenyum) sekarang kita tidur ya, kamu pasti capek, istirahatlah agar besok ketika bangun badanmu lebih segar.


Jihan : emm,, mas?

__ADS_1


Ilyas : Ya, kenapa hem?


Jihan : itu mas, apa mas yakin belum mau mengambil hak mas malam ini?


Ilyas : ( tersenyum) mas gak mau memaksa kamu kalau kamu belum siap, mas juga tau kalau kamu sekarang lagi capek, ya udah sekarang kita tidur ya?


Jihan : Mas, Jihan sudah siap dan tolong jangan buat Jihan jadi istri yang berdosa karena tidak Memberikan hak pada suaminya.


Ilyas : ( terkejut) apa kamu yakin dengan keputusanmu?


Jihan : Mas, aku ini istrimu dan apa yang ada padaku semuanya sudah menjadi hak mas.


Selesai sholat, merekapun membereskan peralatan sholat, Ilyas dan Jihan sama sama menaiki ranjang, ada rasa gugup yang menghinggapi keduanya, namun mereka sama sama menepisnya. Perlahan Ilyas membuka hijab yang dikenakan oleh Jihan, Ilyas begitu terpesona melihat Jihan tanpa hijab, rambut panjang hitam yang terurai menambah kadar kecantikan yang tersembunyi. setelah membaca doa Ilyas pun memulai mengecup kening, kedua mata, hidung, pipi kanan dan kiri dan bibir. Perlahan Ilyas membaringkan Jihan, dan mereka pun akhirnya melakukan hubungan suami istri tersebut. Entah jam berapa mereka tidur, karena ternyata Ilyas mengulangnya beberapa kali hingga membuat Jihan kelelahan, merekapun tidur dengan saling berpelukan.


Suara azan subuh terdengar, perlahan Ilyas membuka matanya, Ilyas tersenyum karena mendapati wajah istrinya yang pertama kali dilihatnya ketika bangun tidur. Ilyas pun mengelus pipi istrinya dan mengecup keningnya. merasa tidurnya terganggu, Jihan pun membuka matanya, dilihatnya wajah Ilyas yang tersenyum padanya.


Ilyas : Sayang bangun yuk, udah subuh ni

__ADS_1


Jihan : iya mas, mas duluan aja mandinya, sudah itu baru aku.


Ilyas pun mengangguk, ia meraih celana boxernya lalu memakainya dan langsung ke kamar mandi. Jihan tersenyum mengingat kejadian malam tadi, ia bahagia karena mahkota yang ia jaga selama ini telah ia serahkan kepada suaminya.


sekitar 10 menit, Ilyas sudah selesai mandi, Jihan pun bergerak untuk bangun namun tiba tiba....


Jihan : auu, Ya Allah sakitnya


Ilyas : (Berlari) ya ampun sayang, masih sakit ya, tanpa menunggu jawaban dari Jihan, Ilyas pun menggendong Jihan ala Bridal Style,.


Jihan pun malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Ilyas, melihat itu Ilyas hanya tersenyum.


Perlahan Ilyas meletakkan Jihan di bathrop yang sudah berisi air hangat, setelah itu Ilyas keluar. setelah beberapa saat berendam, Jihan menyelesaikan ritual mandinya.


Akhirnya untuk yang pertama kali mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah untuk yang pertama kali.


Next

__ADS_1


Like dan Koment ya??


__ADS_2