
"Sepertinya kita sulit untuk membawa Alea dari sini deh!" ucap Bian.
"Susah gimana sih, kita belum mencobanya..!" sahut Tasya.
"Lo gak lihat Alvan gak pernah meninggalkan Alea sama sekali!" kesal Bian.
"Lo itu yah! jadi pria bego banget sih! Kita tunggu aja, siapa tahu Alea pergi ke toilet, nah disitu kita bisa bawa dia pergi!" ucap Tasya.
"Lo benar juga,.."
"Lo benar juga! Lo aja tu yang bego!" kesal Tasya. Percuma mengajak kerjasama pria yang menurutnya sangat bodoh ini, kalau rencananya gagal sepertinya ia akan melakukan nya sendiri.
Sudah pukul 10 malam, tapi mereka belum juga bisa melakukan apa-apa. Sementara Tasya udah sangat kesal, sebab pemikiran mereka salah, ternyata Alea pergi ke toilet di temani oleh Alvan. Lelaki itu sama sekali tidak mau jauh dari istrinya, Alea. Membuat rencana Tasya dan Bian gagal terlaksana.
"Mas, kita pulang yuk? aku udah ngantuk." ajak Alea.
"Kita pulang sekarang?" tanya Alvan dan Alea menganggukkan kepalanya. "Ya udah, ayo kita pulang. Lagian mas juga gak mau kamu kelelahan." ucap Alvan yang membantu istrinya berdiri dari kursinya. Kemudian Alvan menggenggam tangan Alea dan membawanya keluar dari Ballroom Hotel dimana acara Ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP segelar.
"Kamu udah ngantuk banget ya.." ucap Alvan mengelus kepala istrinya, ketika mereka udah berada di dalam mobil.
"Lumayan mas.." sahut Alea.
"Duh kasiannya istri mas.. ya udah kamu tidur aja di mobil, entar biar mas bangunin kalau udah sampai di rumah." tutur Alvan.
__ADS_1
"Mas..!"
"Hmm, apa sayang.." jawab Alvan sembari mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Mas, kamu kok baik banget sih sama aku.." ucap Alea sambil menatap Alvan.
"Kok pertanyaan kamu seperti itu sayang.. ya jelaslah kamu istri mas, dan karena mas sangat mencintai kamu." jawab Alvan yang kemudian mencium bibir istrinya sangat dalam. Kemudian Alvan melepasakan ciumannya dari Alea. Alvan tersenyum manis menatap istrinya. "Love you..!"
"Love you more.." balas Alea.
"Ya udah kita pulang sekarang ya?" Alvan pun langsung melajukan mobilnya keluar dari parkiran Hotel.
Sementara satu orang lelaki dan satu orang wanita tengah berdebat karena gagalnya rencana mereka. Ya mereka adalah Bian dan Tasya.
"Ya iyalah Lo itu jadi orang bego banget! seharusnya Lo terima saran gue untuk meminta pelayan memberikan minuman yang udah kita beri obat tidur." emosi wanita itu.
"Gila Lo ya?! yang ada orang yang ada di acara itu, bertanya-tanya kenapa kita membopong Alea dan Alvan yang tidak sadarkan diri." sahut lelaki itu emosi juga.
"Sekarang gimana?! rencana kita udah gagal ingin menjebak Alea agar bisa tidur dengan Lo!" ucapnya.
"Lebih baik akhiri saja kerja sama kita." Tasya melotot tajam menatap Bian.
"Apa maksud kamu?!"
__ADS_1
"Iya, kita akhiri saja kerjasama kita." ucap Bian lagi.
"Dasar lelaki pengecut loh! begitu saja udah menyerah!" ucap Tasya kesal.
"Gue emang sayang dan cinta dengan Alea. Tapi gue juga tidak mau menyakitinya. Gue memang tidak rela melihat Alea bersama lelaki lain, tapi gue juga tidak mau menghancurkan kebahagiaan nya. Lebih baik gue tidak bisa bersama dengannya dari pada gue melihat dia membenci diriku yang udah menghancurkan rumah tangga nya. Apa Lo gak lihat kalau mereka itu saling mencintai?! hah?!" Ucap Bian yang sadar akan perbuatannya tidak baik.
"Dasar payah! gue salah milih lo jadi partner gue! Baiklah gue akan melakukan sendiri!"
"Apa maksud Lo ingin melakukan sendiri?!" Bian menatap tajam Tasya sembari mencengkram lengannya.
"Apa urusan Lo?! lepas!" ucap Tasya sembari berusaha melepaskan mencengkraman dari Bian.
"jangan coba-coba Lo nyakiti Alea! jika sampai terjadi sesuatu dengan Alea, Lo akan berurusan dengan gue! camkan itu!" ancam Bian. Tasya mengepalkan kedua tangannya ia benar-benar menyesal udah mengajak kerjasama pada lelaki yang ada di hadapannya ini.
*
"Sepertinya kamu benar-benar sangat kelelahan sayang.." lirih Alvan sembari menggendong istrinya masuk kedalam rumah. Dan Alea tidak bangun sama sekali saat di gendong oleh Alvan.
Sampainya di kamar, Alvan langsung meletakkan Alea dibatas ranjang dengan perlahan, ia takut istrinya terbangun. Kemudian Alvan membuka hijab Alea, membuka pakaian atasan istrinya dan membuka rok panjang nya lalu membiarkan Alea hanya memakai tank top dan hotpants berwarna hitam. Setelah itu Alvan menaikan selimut sampai menutup leher istrinya.
"Selamat tidur sayang.. mimpi yang indah." Alvan mencium kening dan bibir istrinya dengan lembut.
Selesai memastikan istrinya aman dan nyaman dengan tidurnya, Alvan masuk kedalam walk in closed untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Seketika ia mengingat di pesta tadi, dimana ia melihat lelaki yang ada di foto bersama dengan istrinya. Ia juga sudah memastikan melihat lagi fotonya tadi dan benar lelaki itu lelaki yang sama. Dan yang membuatnya sangat kesal lelaki itu terus memperhatikan Alea istrinya. Sepertinya ia harus benar-benar menjaga istrinya. Ada satu lagi, ia juga sepertinya mengenal wanita yang bersama lelaki itu, tapi siapa? wajah wanita itu tidak terlalu jelas karena begitu banyak tamu disana apalagi wanita itu juga memakai masker. Di lihat dari matanya ia seperti mengenal sorot mata wanita itu.