Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 32


__ADS_3

"Ghea aku pergi dulu ya?!" pamit Alea pada Ghea.


"Lo mau kemana Ale?" tanya Ghea.


"Biasa bertemu Reyhan, sekalian makan siang." jawab Alea. "Tadi aku ajak, kamunya gak mau. Kamu lebih milih bertemu dengan Yuda. Kenapa sekarang Lo sering bertemu dengannya, Ghe? dari pada nongkrong dan makan siang dengan aku dan Reyhan." Tanya Alea.


"Ale, maaf. Bukannya tidak mau makan siang dengan kalian, hanya saja gue gak mau sakit hati pada Reyhan karena melihat tatapan matanya ke Lo. Dia begitu sangat mencintai lo, Ale." jelas Ghea. "Apa Lo sama sekali tidak ada perasaan padanya, Ale?" tanya Ghea yang ingin tahu perasaan Alea pada Reyhan, lelaki yang sangat iya cintai. Tapi sayang lelaki itu tidak pernah meliriknya, Reyhan hanya menganggap dirinya sebagai sahabat dan tidak lebih.


"Ghe.." Alea memegang tangan Ghea. "Lo kan tahu Ghe, kalau aku cintanya dengan siapa. Perlu kamu tahu, sedikitpun aku gak ada perasaan apapun pada Reyhan, Ghe. Mau itu dulu atupun sekarang, aku tidak punya perasaan padanya. Aku sering bertemu dengannya atau kamu karena hanya Reyhan dan kamu Ghe, yang aku punya, yang aku percaya dan yang aku anggap sebagai keluarga ku. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi, kedua orang tua ku sudah tidak ada lagi. Hanya dengan kalianlah tempat ku untuk berbagi cerita, bercanda dan yang lainnya." jawab Alea yang langsung di peluk oleh Ghea.


"Ale, gue tidak bermaksud apa-apa dan tidak marah padamu. Hanya saja gue, gue Ale.. yang tidak sanggup melihat dia. Lebih baik menjauh darinya," ucap Ghea. "Ya udah sana, entar dia ngambek kalau Lo sampai telat. Gue titip salam aja ke Reyhan dan bilang padanya kalau gue tidak bisa ikut nongkrong." tambah Ghea.


"Ya udah, aku berangkat ya Ghe.." pamitnya. "Oh iya Ghe, aku makan siang langsung balik ke apartemen ya dan gak balik lagi." Ghea menjawab dengan anggukan kepala nya.


Sampainya di Cafe, Alea melihat Reyhan sudah berada di Cafe dan duduk tak jauh dari pintu masuk.

__ADS_1


"Hei, maaf aku telat." ucap Alea yang langsung duduk tepat di depan Reyhan.


"Oke gue maklumi, telat hanya lima menit." sahut Reyhan. "Ghea mana? tanyanya.


"Ghea tidak bisa ikut, ada keperluan di tempat lain. Ghea titip salam ke Lo dan minta maaf gak bisa ikut makan siang."Jawab Alea sembari tersenyum menatap Reyhan.


"Kenapa belakangan ini dia jarang nongkrong sama kita ya?" Alea hanya menaikkan kedua bahunya.


"Gak mungkin Lo gak tahu, Ale.. secara Lo kerja sama dia pasti tiap hari ketemu." ucap Reyhan lagi. Reyhan merasa rindu dengan Ghea yang jarang lagi ikut makan siang seperti biasa mereka lakukan. Ia rindu dengar bawelnya Ghea dan ia rindu bertengkar dengan Ghea.


"Gak ada," jawab Reyhan sembari memasukan sendok yang berisi makanan ke mulutnya.


"Kamu rindu sama Ghea, ya?" tanya Alea sembari menggoda Reyhan. Membuat Reyhan jadi salah tingkah. "Tuh wajah kamu merah, sepetinya ada yang mulai merasa kehilangan nih!" goda Alea lagi.


"Ale.." Reyhan menatap tajam Alea. Dan itu langsung membuat Alea tertawa terbahak-bahak. Kemudian Reyhan menarik ujung hidung Alea, gemas dan senang akhirnya ia bisa melihat Alea tertawa lepas lagi, karena beberapa hari ini ia melihat Alea sedih dan kurang semangat, lalu Reyhan pun ikut tertawa bersama Alea. Mereka berdua pun mengobrol seperti biasa, sesekali Reyhan membuat lelucon untuk menghibur Alea yang sedih.

__ADS_1



Tanpa mereka sadari ada seseorang wanita cantik yang mengabdikan kebersamaan mereka berdua. Ia sengaja mengambilnya karena ingin menunjukkan nya pada seseorang. Wanita itu tersenyum tipis, lalu ia pergi dari Cafe itu setelah selesai mengambil Foto maupun Video kebersamaan Alea dan Reyhan.


"Ale, kaya nya gue harus balik ke kantor deh. Soalnya kerjaan gue banyak. Mau gue antar apa pulang naik taksi?" tawarnya.


"Naik taksi aja Rey, soalnya ada yang mau gue beli ke mall." jawab Alea.


"Gak apa-apa nih, pulang sendiri?"


"Iya Rey.. udah sana kamu balik kekantor entar bos kamu marah lagi." ucap Alea.


"Ya udah, gue duluan ya.. maaf gak bisa antar kamu." Reyhan pun langsung beranjak dari kursi, kemudian berjalan keluar meninggalkan Alea yang masih duduk di Cafe itu.


Tak lama Reyhan pergi, Alea pun juga pergi dari Cafe. Alea menaiki taksi menuju mall yang tak jauh dari Cafe tersebut. Karena ada sesuatu yang ingin Alea beli untuk Alvan, karena tak lama lagi Alvan berulang tahun. Alea ingin membuat Alvan kejutan di hari ulang tahunnya, siapa tahu suaminya itu bisa luluh.

__ADS_1


__ADS_2