Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 93


__ADS_3

Pukul dua dini hari Alea terbangun, Alea merasakan perutnya sedikit mulas dan sakit. Merasa ada pergerakan di sampingnya seketika Alvan membuka matanya. Menjelang kelahiran Alea yang tinggal beberapa hari lagi, Alvan benar-benar menjadi suami yang siaga. Bahkan ia sama sekali tidak menyentuh pekerjaannya maupun laptopnya. Ia terus berada di samping istrinya. Mau itu ke kamar mandi, Alvan tetap mengikuti Alea. Terkadang Alea malu sendiri kalau ketika buang air Alvan menunggunya. Entahlah lelaki itu super protektif sekali. Tapi Alea sangat menyukainya, itu berarti Alvan benar-benar menjaga dan melindunginya dengan baik.


"Kamu kenapa sayang?! Tanya Alvan pada Alea.


Kemudian Alvan bangkit dari posisinya ketika melihat ekspresi wajah Alea seperti kesakitan.


"Kamu kenapa, sayang?!" tanya Alvan lagi.


"Mas, ini kayak nya aku mau melahirkan.. Perut ku terasa mules dan sakit banget mas." Mendengar apa yang di katakan istrinya, seketika Alvan langsung panik, dan khawatir sekaligus bingung.


"Apa?! Ka-kamu beneran mau melahirkan sayang?!" Alvan pun langsung turun dari kasur, lalu menyambar kunci mobil yang ada di atas nakas.


"Mas.." panggil Alea ketika melihat suaminya malah mau keluar kamar.


"Iya sayang.."


"Mas mau kemana?!" tanya Alea sambil meringis menahan perutnya yang sakit.


"Mas mau bawa kamu ke rumah sakit sayang..!" jawab Alvan polos.

__ADS_1


"Terus kalau mas mau kerumah sakit, aku nya gak di bawa' sekalian mas?!"


"Astaghfirullah.. Iya sayang mas lupa, gini nih mas kalau udah sangat panik. Sampai lupa bawa kamu." Alvan langsung berjalan cepat ke arah kasur. "Udah ayo sayang.." saat akan memapah istrinya, wanita itu menahan suaminya.


"Kenapa lagi sayang?!" tanya Alvan bingung.


"Mas duduk dulu, coba tarik nafasnya.." Alvan pun menuruti Alea, "lalu buang perlahan.." ucap ALea lagi." Alvan melakukannya sampai tiga kali dan ia sedikit lebih tenang. "mas tenang ya.. jangan panik. Aku gak apa-apa kok mas, ini memang sakit tapi aku masih bisa menahannya." ucap Alea lagi.


"Gimana aku gak panik sayang, kamu bilang mau melahirkan..!" ucap Alvan yang kembali mengatur nafasnya beberapa kali. Untuk mengurangi rasa paniknya.


"Kenapa, sakit lagi?!" tanya Alvan saat melihat Alea meringis.


"Iya mas.." sahut Alea lirih


"mas kita gak bangunin mama dulu?!" tanya Alea yang memang saat ini mereka menginap di rumah orangtua Alvan.


"Entar sayang kalau kita udah sampai rumah sakit baru di kasih tau. Lagian mas takut kamu dan dedenya kenapa-kenapa kalau lama ditangani." sahut Alvan yang kemudian melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Alvan menatap sekilas istrinya yang lagi mengelus perut nya sambil meringis, iya yakin istrinya menahan rasa sakit. Pasti rasanya sakit banget, membuat Alvan tidak tega dan ingin menangis rasanya.

__ADS_1


"Sayang, sabar ya.. Ini sebentar lagi kita sampai di rumah sakit, oke." ucap Alvan sambil mengelus perut buncit istrinya. Alea langsung tersenyum menatap suaminya. Senyum yang di paksakan agar suaminya itu tidak panik dan kuatir, padahal perutnya terasa begitu sakit.


Dalam waktu 15 menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Alvan langsung membawa istrinya masuk kedalam rumah sakit sambil berteriak memanggil Dokter maupun perawat.


Perawat yang kebetulan berdiri di depan resepsionis langsung membantu Alvan dan Alea, kemudian Alea di bawa ke ruang bersalin. Sampainya di ruang bersalin, Perawat itu pun menyuruh mereka untuk menunggu sebentar di ruang bersalin, karena ia akan memberitahukan kepada Dokter kandungan yang bertugas malam ini, kalau ada yang akan melahirkan.


Alvan terus menggenggam tangan Alea. Sesekali ia mengucapkan kata cinta pada Alea. Alvan meringis ketika Alea meremas tangannya begitu kuat, ia bisa pastikan pasti rasanya begitu sangat sakit. Andai bisa di gantikan, biar ia yang merasakan sakitnya jangan istrinya.


Tak berapa lama Dokter pun datang, Alvan terkejut karena Dokter yang akan menangani istrinya adalah teman sekolahnya dulu sewaktu SMA. Dan Alvan sempat pernah menyukainya, tapi sayang cintanya tak kesampaian karena wanita itu lebih memilih lelaki lain.


"Loh Al.." ucap Dokter cantik itu yang bernama Arin.


"Arin.."


"Iya. Jadi istri lo Al yang mau melahirkan?!" tanya Arin.


"Iya Rin. Tolong Rin, istri gue udah kesakitan." sahut Alvan.


"Oke, gue periksa dulu ya?!" Dokter yang bernama Arin itu pun langsung memeriksa Alea sudah pembukaan berapa. Setelah beberapa saat di periksa Dokter Arin menyarankan istri dari temannya itu untuk melahirkan secara Caesar. Apalagi Alvan mengatakan kalau istrinya hanya memiliki satu ginjal. Karena tidak mau ambil resiko dan demi keselamatan ibu dan bayinya, Alea mau tidak mau melahirkan secara Caesar.

__ADS_1


"Mana yang terbaik aja Rin, yang penting istri dan anak gue selamat." ujar Alvan.


"Insyaallah, gue usahakan Al kedua selamat dan baik-baik saja."Balas Arin sembari meminta tanda tangan pada Alvan agar mereka bisa segera melakukan operasi.


__ADS_2