Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 63


__ADS_3

Alea membuka matanya tepat pukul 5 pagi, saat ia akan bangun Alea merasakan tubuhnya terasa berat. Kemudian Alea menatap kesamping kanannya, ternyata Alvan yang tidur tengah memeluk dirinya. Alea ingin menggeser tangan suaminya tapi Alvan malah semakin mengeratkan pelukannya. Wajahnya di letakkan di ceruk leher Alea menghirup dalam-dalam aroma leher istrinya.


"Maafin mas sayang.." lirih Alvan yang wajahnya masih berada di leher Alea dan matanya yang juga masih terpejam. Mendengar suaminya meminta maaf Alea menangis kembali. Alvan mengangkat kepalanya dan membuka matanya, karena airmata Alea jatuh mengenai wajah Alvan.


"Sayang kamu menangis?!" Alvan menghapus air mata Alea. Kemudian Alvan memeluk istrinya, "Maaf sayang, maaf.." Ucap Alvan yang membuat Alea semakin terisak. Ya ampun Alvan benar-benar menyesal udah buat istrinya menangis.


"Mas aku salah apa kenapa kamu cuekin aku?" tanya Alea yang masih terisak.


"Iya sayang maafin mas ya?" sahut Alvan. Kemudian Alvan mengambil ponselnya di atas nakas, lalu ia memperlihatkan foto kepada Alea.


Alea terkejut melihat foto dirinya bersama Bian di mall kemarin. "Mas, kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Alea penasaran, siapa yang sudah mengambil foto mereka.


"Mas gak tahu sayang, yang ngirim foto ini ke ponsel mas nomor yang tidak di ketahui." jawab Alvan.


"Apakah ini yang membuat mas marah pada ku?!" Alvan menganggukan kepalanya.


"Mas kesal dan emosi sayang, lihat kamu duduk berdua bersama pria lain, apalagi pria itu menyentuh tangan kamu!" ucap Alvan kesal.


"Maaf sayang, tadinya kemarin aku mau cerita ke mas soal ini setelah kita sampai di rumah. Tapi karena melihat wajah mas datar dan nyuekin aku, jadi aku urungkan." jelas Alea.


"Ya udah kamu jelaskan sekarang foto ini, karena mas tidak mau salah paham tentang ini yang nantinya membuat mas melakukan hal bodoh lagi." sambung Alvan.


"Mas, ini tidak seperti yang mas pikirkan. Pria itu adalah Bian teman aku saat di kampung dan SMA dulu, mas juga pernah bertemu kok dulu." jelas Alea. "Kemarin waktu aku dan Ghea mau makan siang, gak sengaja kami bertemu dengannya di mall. Dan kami makan siang bertiga, kalau soal dia memegang tangan aku, aku pun terkejut mas. Tapi Aku langsung menarik tangan aku, mas." terang Alea.


"Terus Ghea kemana kok gak kelihatan?!" tanya Alvan lagi.

__ADS_1


"Bertepatan Ghea ke toilet, jadi seakan kami seperti berduaan saja. Dan satu lagi mas, aku juga tidak mau menutupinya dari kamu."


"Apa itu?!" tanya Alvan penasaran.


"Pas Ghea pergi ke toilet, Bian sempat nyatakan perasaannya padaku. Dia bilang udah menyukai ku saat masih duduk SMA dulu dan itu sampai sekarang. Dia sempat bilang juga, kalau aku tidak bahagia dengan pernikahanku, dia mau menikahi aku." Mendengar apa yang di ceritakan Alea, Alvan langsung mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras menahan emosi yang sepertinya kan meledak.


"Terus kamu jawab apa?!" tanya Alvan dengan wajah datar.


"Mas jangan marah ya.. kalau aku bil_-"


"Jangan bilang kamu menerimanya, sayang?!" sela Alvan. "Sayang please mas akan menghajar pria itu kalau kamu menerimanya." ucap Alvan lagi sebab Alea masih diam saja. "Sayang..!"geram Alvan, Alea belum juga bicara.


Seketika Alea tertawa melihat wajah kesal dan marah suaminya. "Kok kamu tertawa sayang, mas serius loh! kalau kamu terima dia jangan salahkan mas kalau pria itu mas hajar habis-habisan kalau sampai berani mengambil sesuatu yang paling berharga milik mas.!" ancamnya.


"Beneran?!" tanyanya meyakinkan lagi.


"Iya mas ku sayang..!" seketika wajah Alvan yang tadinya kesal dan emosi menjadi merona merah ketika Alea mengatakan sayang padanya. Dan Alea yang melihat wajah suaminya merona, tersenyum-senyum.


"Kenapa kamu tersenyum gitu?!"


"Gak ada, kamu lucu," jawab Alea


"Lucu?!"


"Hmm, lucu kalau kamu kesal gitu!" ucap Alea.

__ADS_1


"Apa kamu bilang, lucu sayang.. hah lucu. Udah berani ngeledek mas ya..!" ucap Alvan sembari menggelitik tubuh Alea.


"Hahaha.. ampun mas.. lepasin ih geli mas..!" Alea terus tertawa karena Alvan terus menggelitik perut Alea. "Mas lepasin ih!" mohon Alea.


"Baiklah, mas akan lepasin tapi kamu harus mendapatkan hukuman dulu karena udah duduk berdua bersama seorang pria yang kamu bilang sahabat kamu dari kampung itu, tanpa memberitahu mas." ucapnya dengan menyeringai licik menatap Alea.


"Hukuman?!"


"Iya, mm!" Alvan menciumi seluruh wajah Alea gemas.


"Kalau hukumannya membuat dede bayi aku sih terima aja." goda Alea sembari mengedipkan salah satu matanya.


"Oh rupanya udah pandai menggoda ya, hmm!" Alvan mencium bibir Alea lembut. "Sekarang udah semakin nakal ya, kamu..!" bisik Alvan dengan gairah yang udah tidak bisa di tahan lagi. "Kali ini mas akan hukum kamu sampai siang ,sayang.." tambah Alvan lagi yang menggerayangi tubuh Alea dan tidak ada yang tidak Alvan sentuh. Seluruh tubuh Alea sudah ada tanda merah yang di buat oleh Alvan, tanda kepemilikannya.


"Mass..!" desis Alea.


"Kamu benar-benar sangat nikmat, Alea..!" desah Alvan. "Mas selalu menginginkan kamu, sayang..!" Bisik Alvan sembari memberikan serangan yang membuat Alea mencapai pelepasannya berkali-kali.


"Mas..!" desah Alea lagi.


"Iya sayang..! Kamu milikku, Alea.. sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milik seorang Alvan. Tak akan mas biarkan orang lain merebut kamu dari mas!" bisik Alvan yang masih terus memberikan kenikmatan pada Alea.


"I Love You, sayang..!" ucap Alvan setelah selesai penyatuan mereka sembari ia mengecup kening Alea.


"I Love You more.." balas Alea.

__ADS_1


__ADS_2