
Tiga bulan telah berlalu dari mereka pergi Honeymoon. Hubungan Alvan dan juga Alea semakin hari semakin harmonis. Setiap harinya Alvan selalu membawa Alea ke kantor. Alvan benar-benar tidak mau jauh-jauh dari Alea. Bahkan Alvan akan merasa mual jika berada jauh dari Alea. Bahkan ketika meeting pun Alea harus ikut. Seperti saat ini, Alvan tidak akan mau ke kantor jika Alea tidak ikut dengannya kekantor.
"Mas, hari ini aja ya..?"
"Gak mau, mas mau kamu ikut sayang.." rengek Alvan.
"Masa kasihan Ghea, pesanan kue nya sangat banyak..! dan hanya aku yang bisa membantunya." bujuk Alea lagi.
Ya, hari ini Alea akan ke toko milik Ghea. Sebab banyak pesanan Rainbow cake dan brownies coklat di toko milik Ghea untuk acara Pernikahan, dan hanya Alea yang bisa membantunya. Tapi Alvan, sama sekali tidak mau Alea jauh darinya. Alea sampai bingung sendiri kenapa sikap suaminya menjadi aneh belakang ini.
"Mas, entar kalau aku udah selesai langsung ke kantor kamu. Please kali ini ya mas ku sayang..!" ucap Alea yang belum selesai membujuk suaminya.
"Ya udah deh!" sahut Alvan akhirnya mengijinkan Alea. "Tapi beneran ya sayang? selesai kamu langsung ke kantor." ucap Alvan lagi.
"Iya mas.." sahut Alea yang kemudian Alea memeluk suaminya sangat erat.
"Mas rasanya malas ke kantor sayang kalau tidak ada kamu." rengek nya lagi.
"Jangan seperti itu mas, kamu harus tanggung jawab dong sebagai bos. Dan memberikan contoh yang baik pada karyawan kamu." nasehat Alea.
"Iya sayang.."
"Kok sekarang makin manja benget sih kamu, mas.." ucap Alea sambil tersenyum manis menatap Alvan.
"Gak tahu nih sayang, kalau jauh dari kamu rasanya mual banget." cicit Alvan.
"Ya udah, ayo biar mas antar ke tokonya Ghea."
__ADS_1
"Iya mas.."
"Ar Lo pakai Parfum apa sih?!" tanya Alvan yang sudah berada di kantor.
"Parfum? gue pakai Parfum yang bisanya gue pakai." jawab Arya. "Kenapa emang, Lo suka ya dengan harum parfum gue?!" Alvan berdecak kesal
"Bukan! Harumnya gak enak, yang ada buat gue mual dan pusing dengan bau parfum loh!" ucap Alvan sembari menutup hidungnya.
"Sompret Lo! parfum mahal gini, harumnya juga enak di bilang harumnya gak enak." kesal Arya. "Hidung Lo itu yang bermasalah! kemarin-kemarin Lo gak protes dengan parfum gue, sekarang kok baru protes Lo!" tambah Arya lagi.
"Gue gak tahu! yang jelas gue mual dengan harum Parfum Lo!" celetuk nya.
"Dasar aneh Lo!" Kemudian Alvan mengambil masker yang ada di laci mejanya, lalu memakainya. Ia benar-benar merasa mual. "Ngapain Lo pakai masker?!"tanya Arya.
"kan udah gue bilang gue gak tahan dengan bau parfum loh, gue mual!" jawabnya. "Cepat Lo sebenarnya ada urusan apa ke ruangan gue?!" tanya Alvan ketus.
"Oke, terimakasih bro."
"Hmm." balas Arya. "Oh iya, Alea mana? apa dia gak ikut Lo?!" tanya Arya yang tidak melihat Alea di ruangan Alvan, karena bisanya Alea selalu ikut kekantor.
"Hari ini pesanan kue di toko Ghea lagi banyak, jadi dia meminta Alea untuk membantunya." jelas Alvan.
"Ooh.. Oke, gue keruangan gue lagi." pamit Arya.
"Ar..!" panggil nya.
"Ya!" jawab Arya.
__ADS_1
"Gue minta ganti parfum loh. Kalau gak Lo ganti jangan masuk ke ruangan gue!" pinta Alvan.
"Ogah! gue suka harumnya. Lagian Reina juga suka dengan harumnya. Hidung Lo itu ya perlu di periksa sama kesehatan Lo yang menurut gue sangat aneh!" tolaknya sembari memberi usulan.
"Ngapain gue periksa, gue gak sakit!" protes Alvan.
"Tau ah! gue mau balik keruangan gue!" Dengan perasaan kesal Arya pun langsung keluar dari ruangan Alvan. Hanya gara-gara parfum saja di perdebatkan.
*
"Sayang ini udah jam 12 siang, kenapa belum ke kantor mas juga?!" tanya Alvan dari sambungan telepon.
"Maaf mas, ini aku baru aja selesai. Kamu gak apa-apa kan makan siang sendiri dulu hari ini? soalnya Ghea hari ini minta di temani ke mall mas.." jawab Alea
"Ke mall? ngapain sayang?!" tanya Alvan.
"Ada yang mau dibeli oleh Ghea mas.."
"Kenapa anak itu tidak minta di temani sama Yuda aja sih?!" kesal Alvan.
"Katanya hari ini Yuda lagi ada syuting mas..jadi gak bisa nemenin. Gak apa-apa ya mas kali ini aja! Besok aku ikut kamu lagi kekantor."mohon Alea. Terdengar suara helaan nafas dari Alvan.
"Ya udah! tapi pulang nya jangan sampai sore ya sayang.."
"Iya mas ku..!" setelah mengucapkan salam telpon pun di matikan.
"Untung yang minta di temani itu Ghea, kalau tidak, gak akan gue ijinin kamu sayang..!" monolog Alvan. Kemudian ia meminta pada Heri memesankan makan siang untuknya. Tapi ia masih bingung kenapa gak hilang rasa mual yang rasakan. Tapi hanya dekat dengan istrinya rasa mual nya hilang.
__ADS_1