Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 62


__ADS_3

Malam harinya, selesai makan malam Alvan langsung masuk ke ruang kerjanya. Sedangkan Alea berada di kamar, yang masih bingung dengan sikap suaminya. Ia sudah bertanya kembali pada Alvan, apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi suaminya itu bilang, tidak ada apa-apa.


Di ruang kerja Alvan masih terus berpikir kenapa Alea masih belum bercerita tentang dirinya bersama lelaki yang ada di foto tadi? Entar kalau ia bertanya langsung pada istrinya, pasti istrinya kembali bertanya ia mendapatkan foto itu dari mana dan dari siapa?


"Ghea..!" gumam Alvan. Ia harus tanya Ghea, adiknya.


Alvan langsung mengambil ponselnya, dan menekan nomor Ghea. "Tapi.. gak-gak, kalau aku tanya Ghea yang ada anak bawel itu banyak tanya!" ucap Alvan mengurungkan niatnya untuk menghubungi Ghea.


"Ya tuhan aku harus bagaimana? kalau aku mengabaikan foto itu, aku kepikiran terus." monolog Alvan.


Lama Alvan berada di ruangan kerjanya, entah mengapa sulit melupakan foto itu. Dilihatnya sudah jam 12 malam, berarti ia sudah 4 jam berada di ruang kerjanya. Kemudian Alvan beranjak pergi dari ruang kerjanya menuju kamar, ia yakin pasti istrinya sudah tidur.

__ADS_1


"Alea kamu belum tidur?!" tanya Alvan ketika masuk ke kamar ternyata Alea masih duduk di atas ranjang sembari menonton tv yang ada di kamar mereka.


"Belum mas? aku lagi nunggu kamu." jawab Alea.


"Kenapa nunggu, hmm?! tidurlah ini sudah malam." ucap Alvan sembari membuka bajunya sebelum berbaring di ranjang. "Mas tidur duluan ya? mas capek banget hari ini. Jangan lupa sebelum tidur matikan tv dan lampunya." Ucap Alvan yang langsung berbaring dengan posisi memunggungi Alea.


Melihat perubahan sikap suaminya hari ini, membuat Alea sakit hati dan sedih. Kenapa dengan suaminya, padahal pagi tadi suaminya sangat manja padanya. Dan sekarang lihatlah suaminya tidur membelakangi nya. Selama mereka kembali bersama, tak pernah sekalipun Alvan tidur membelakangi nya pasti suaminya tidur selalu memeluknya. Ingin sekali ia bertanya pada suaminya apakah ia membuat kesalahan? tapi ia juga tidak tega membangunkan suaminya.


Tak terasa air matanya mengalir gitu aja, kemudian Alea beranjak dari ranjang dengan perlahan, lalu ia keluar dari kamar karena ia gak mau suaminya mendengar tangisannya. Alea menangis sejadi-jadinya saat udah berada di kamar tamu.


Pukul tiga pagi, Alvan terbangun karena ia merasa perutnya terasa mual. Alvan langsung lari ke kamar mandi, memuntahkan semua isi didalam perutnya. Alvan kembali ke kamar dengan tubuhnya yang sangat lemah. Ketika akan menaiki ranjang lagi, Alvan melihat istrinya tidak ada diranjang.

__ADS_1


"Sayang kamu dimana?" gumam Alvan. Alvan berpikir mungkin istrinya di dapur lagi masak. Alvan pun membaringkan tubuhnya lagi ke ranjang. Sebelum memejamkan matanya Alvan melihat ponselnya. dan ia melihat waktu masih menunjukkan pukul tiga pagi. Alvan kembali meletakkan ponselnya di atas nakas. Lalu Alvan memejamkan matanya.


"Apa jam tiga?!" Seketika Alvan bangun dan duduk. Gak mungkin kan istrinya masak jam tiga pagi? Alvan pun langsung beranjak dari ranjang, lalu ia keluar kamar untuk mencari Istrinya.


Dilihat, seluruh ruangan sangat gelap, Alvan memutuskan mencari istrinya di dapur. Namun nihil, dapur masih dalam keadaan gelap. Terus dimana istrinya? Alvan pun menghidupkan seluruh lampu. Kemudian ia mencari istrinya keseluruh rumahnya, tapi sayang tak menemukan keberadaan istrinya. Seketika ada perasaan takut dan panik menyerang Alvan, ia takut Alea pergi lagi meninggalkan nya karena ulahnya yang cuekin istrinya.


"Sayang kamu dimana, jangan buat mas takut sayang.." monolog Alvan yang langsung berlari menuju kamar untuk mengambil ponselnya. Saat menghubungi ponsel istrinya, terdengar suara ponsel milik Alea di dalam kamar.


"Shitte!" umpat Alvan dengan cepat menyambar kunci mobil lalu ia keluar kamar. Alvan benar-benar takut istrinya pergi meninggalkannya. Saat akan menuju pintu depan, sekilas Alvan melihat kamar tamu pintunya terbuka sedikit. Alvan pun menghentikan langkahnya, kemudian ia berjalan menuju kamar tamu. Karena tidak bisanya pintu kamar tamu di buka.


"Sayang, kamu tidur disini?!" ucap Alvan terkejut saat masuk ke kamar tamu melihat istrinya ada di kamar itu, tidur meringkuk di kasur. Alvan langsung mendekati ranjang, lalu ia memeluk istrinya. ia bernafas lega istrinya tidak pergi meninggalkannya. Kemudian Alvan mengangkat tubuh Alea dan membawanya ke kamar mereka.

__ADS_1


"Sayang maafin mas, yang udah cuekin kamu. Seharusnya mas bertanya ke kamu soal foto itu agar tidak terjadi salah paham antara kita berdua, bukannya malah diamkan kamu." ucap Alvan merasa bersalah sembari terus memeluk Alea. Ia udah benar-benar sangat takut tadi Alea pergi lagi darinya.


Alvan mencium seluruh wajah Alea. Kemudian Alvan menatap wajah istrinya, melihat mata istrinya bengkak, ia sangat merasa bersalah. Ia yakin pasti istrinya habis menangis.


__ADS_2