
Assalakualaikum
Happy Reading
Meta dan Firda pun keluar dari ruangan Ilyas, mereka sungguh sangat takut melihat Ilyas marah, karena selama ini Ilyas tidak pernah marah kepada karyawannya, baru kali ini Ilyas mengamuk, apalagi itu menyangkut istrinya.
Jihan yang melihat Ilyas marahpun mencoba untuk menenangkannya.
Jihan : Mas sudah, jangan marah marah terus, istighfar mas.
Ilyas : Astaghfirullahalazim, maaf yank mas emosi lihat mereka berdua.
Jihan : Ya mas aku ngerti, tapi sebaiknya mas jangan langsung memecat mereka, kasihan mereka mas.
Ilyas : Gak yank, aku memecat mereka bukan karena perbuatannya sama kamu aja, tapi aku juga pernah dengar mereka melakukannya sama klienku.
Jihan : Ya udah sekrang mas minum dulu setelah itu kita sholat mas, ini udh masuk waktu zuhur.
Ilyas : Iya yank, makasih ya.
Ilyas dan Jihan pun keluar dari kantor untuk pergi sholat ke masjid, selesai sholat mereka memutuskan untuk segera pulang, karena Ilyas sudah tidak ada pekerjaan lagi.
Skip
__ADS_1
Keesokan harinya seperti biasa Ilyas bersiap pergi ke kantor, Jihan sudah menyiapkan segala kebutuhan suaminya. Untuk 3 hari ini orang tua Ilyas tidak ada dirumah dikarenakan harus pergi ke Yogyakarta melihat nenek Ilyas yang sakit. Saat sedang sarapan, tiba tiba bel rumah Ilyas berbunyi, Jihan pun pergi membukakn pintu.
Ceklek
Jihan : Maaf mbk cari siapa?
Sarah : Jihan, kamu beneran Jihan kan?
Jihan : Iya, maaf kamu siapa?
Sarah : Ya ampun, Jihan kamu gak kenal lagi sama aku, ini aku Sarah cewek yang pernah kamu tolong waktu itu.
Jihan : Sarah, kamu sarah pacarnya Vano.
Sarah : Iya Jihan,
mereka pun berpelukan melepas rindu. karena memang sudah lebih dari 3 tahun mereka tidak bertemu, setelah kejadian Jihan menolong Sarah waktu itu.
Sarah : Eh ngomong ngomong kok kamu bisa dirumah Ilyas
Jihan : Ya ampun, Masuk dulu deh kita cerita didalam.
Ilyas yang dari tadi tidak melihat Jihan kembali keruang makan akhirnya memilih menyusul Jihan. alangkah terkejutnya Ilyas ketika melihat Sarah, namun sesaat kemudian senyumnya mengembang.
__ADS_1
Ilyas : Sarah,,,
Jihan dan Sarah pun sama sama menoleh, tanpa pikir panjang Sarah langsung berlari memeluk Ilyas dan mencium pipi Ilyas. Jihan yang melihatnya pun terkejut, ada rasa sakit menjalar ketika melihat suaminya dipeluk dan dicium oleh seorang wanita, namun Jihan bukanlah wanita gegabah dia tidak akan ngamuk ngamuk sebelum mengetahui kebenarannya.
Ilyas yang mendapat serangan mendadak pun terkejut dan langsung melihat wajah Jihan yang sedikit berubah. Ilyas pun melepaskan pelukan Sarah.
Ilyas : Sarah kamu apa apaan sih, main peluk sama cium aja.
Sarah : Ye, biasanya juga begitu.
Jihan : apa!! biasanya, jadi mas Ilyas sering peluk sama cium dengan sarah ( Bathin Jihan) tanpa terasa air matanya pun jatuh.
Ilyas yang melihat istrinya meneteskan air mata buru buru menghampirinya, dan ketika akan memeluknya Jihan langsung menghindar dan berlari ke atas menuju kamarnya. Ilyas pun bergegas menyusul namun ia kalah cepat, Jihan sudah mengunci pintu kamarnya.
Sarah yang melihat Ilyas dan Jihan pun heran, sebenarnya ada hubungan apa antara Jihan dan Ilyas, kenapa Jihan sepertinya marah Sarah memeluk dan mencium Ilyas dan Ilyas juga kenapa begitu panik melihat Jihan berlari masuk kamar.
Sarah : mereka berdua kenapa sih ? emang salah aku apa?
sementara itu Ilyas sibuk mengetok pintu kamar berkali kali
Tok... tok
Ilyas : Yank bukain pintunya dong? Mas bisa jelasin semuanya, kamu salah paham Yank.
__ADS_1
Namun tak ada jawaban dan rsepon dari Jihan. Ilyas terlihat sangat frustasi karena Jihan tetap diam dikamar dan tak ada tanggapan.
Next