Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 46


__ADS_3

"Mas.." panggil Alea sembari berusaha melepaskan pelukan Alvan padanya. Alvan pun melepaskan pelukannya. Kemudian Alvan menangkup kedua pipi Alea sembari menatapnya dalam. Akhirnya. Akhirnya ia bertemu juga dengan Alea, setelah satu tahun mencarinya.


"Alea, ada yang mau mas bicarakan ke kamu." ucap ALvan sembari membawa Alea pergi dari lorong toilet. Dan berjalan menuju Lift dan kemudian mereka masuk kedalam lift.


"Mas, kita mau kemana?!" tanya Alea yang bingung dengan Alvan.


"Entar kamu juga tahu." jawab Alvan yang tidak mau melepaskan genggaman tangannya pada Alea, ia takut Alea pergi lagi darinya.


Setelah sampai di salah satu unit Apartemen nya, Alvan langsung membawa Ale masuk kedalam.


"Mas kenapa kamu membawa aku kesini? kalau mas mau bicara, kita kan bisa bicara di lobi aja tadi?" Alvan bukannya menjawab pertanyaan dari Alea, ia malah menyuruh Alea duduk di sofa. Kemudian Alvan bersimpuh didepan Alea. Dan Alea pun kaget melihatnya.


"Mas, kenapa kamu disitu? bangun mas.. jangan gini." ucap Alea.


"Alea, mas minta maaf atas semua yang mas lakukan padamu." Ucap Alvan dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Mas benar-benar minta maaf sudah berkata yang tidak pantas padamu. Mas mohon maafin mas, Alea. Mas benar-benar menyesal dengan tidak percaya dengan kamu." tambah Alvan lagi sembari keningnya ditempelkan di punggung tangan Alea.

__ADS_1


Melihat Alvan seperti ini, membuatnya jadi tidak tega. Ia menjadi merasa sakit saat air mata Alvan jatuh mengenai tangganya.


"Mas.." panggil Alea dengan lembut. Alvan pun mengangkat kepalanya, menatap Alea. "Kamu nangis mas.." ucap Alea sembari menghapus airmata Alvan. "Mas.. mas sudah sangat bersalah sama kamu Alea. Apalagi kata-kata mas hari itu udah buat kamu sakit hati. Tolong maafin kesalahan mas.." Alea menatap lekat pada Alvan.


"Mas, Alea sudah maafin mas. Udah mas bangun jangan gini." Alea menyuruh Alvan bangun. Alvan pun bangun dan langsung duduk di samping Alea.


"Mas, semua sudah berlalu, jangan di bahas lagi. Bisa aku pergi dari sini mas? gak enak kalau orang lihat." ujar Alea.


"Kenapa mesti malu Alea.."


"Mas, apa kamu lupa kalau kita bukan lagi suami istri?" Alvan menaikan satu alisnya. Ia sampai lupa, memberitahukan kepada Alea, kalau dia tidak pernah menyerahkan berkas cerainya ke pengadilan. Ia juga tidak pernah mengucapkan kata talak ke Alea, itu berarti mereka masih sah menjadi suami istri.


"Gimana dengan mbak Tasya mas? dia baik kan? aku selalu mendoakan mas bahagia dengan mbak Tasya." sela Alea.


"Tasya? mas gak tahu!" ucap Alvan sembari menaikan kedua bahunya.

__ADS_1


"Kok gak tahu mas.. hubungan kalian baik-baik saja kan?" tanya Alea


"Hubungan? hubungan apa Alea?" tanya Alvan tidak mengerti.


"Hubungan mas Alvan dan mbak Tasya.." jawab Alea. "Bukannya mas sudah kembali bersama dengan mbak Tasya?" tambah Alea lagi.


"Siapa yang bilang, kalau mas kembali padanya?" Alvan menatap Alea dengan serius. Alea juga menatap Alvan bingung.


"Tapi.. waktu itu mas membawa mbak Tasya ke Apartemen mas kan?!" Alvan tersenyum menatap Alea mendengar ucapan Alea. Kemudian, Alvan menarik tangan Alea kemudian menggenggam nya. "Iya, tapi bukan berarti mas balikan dengannya kan?"


"Tap_-" Ucapan Alea terhenti karena tiba-tiba saja Alvan mencium bibirnya. "Mas apa yang kamu lakukan?!" Alea langsung beranjak dari sofa dan menjauh dari Alvan. "Mas ini gak benar, kita sudah bercerai dan bukan lagi suami istri." ucap Alea. "Maaf mas, aku harus pergi. Gak baik kalau ada yang melihat kita di satu ruangan." tambah Alea lagi.


Alvan menghela nafasnya, sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan nya pada Alea. Kalau tidak, Alea akan pergi lagi dari dirinya.


"Kita tidak pernah bercerai, Alea..." Alea yang baru saja berjalan beberapa langkah menuju pintu, seketika langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"A-apa?!" Alea sangat terkejut dengan kenyataan yang baru aja ia dengar dari Alvan.


Kemudian Alvan mendekati ke Alea, lalu Alvan kembali menggenggam kedua tangan Alea, "iya Alea.. kamu masih sah menjadi istri, mas."


__ADS_2