Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 77


__ADS_3

"Alhamdulillah ya Allah sayang.. kamu beneran udah sadar?" ucap Alvan bahagia. Kemudian Alvan menekan tombol yang ada didekat ranjang istrinya untuk memanggil Dokter.


Tak berapa Dokter dan dua perawat masuk keruangan Alea. Dokter itu pun langsung memeriksa Alea dengan teliti. Selama Alea di periksa, Alvan tak keluar dari ruangan istrinya. Alvan tetap setia menunggu Alea dan pandangan matanya tidak lepas dari Alea. Air mata Alvan kembali jatuh ke pipinya, sangking bahagianya melihat istrinya sudah sadar.


Setelah Dokter keluar dari ruangan Alea dan mengatakan Alea sudah baik-baik saja, Alvan pun mendekat ke ranjang Alea.


"Ma-mas.." panggil Alea dengan suara yang masih lemah


"Iya sayang.. ini mas, apa ada yang sakit?!" tanyanya. Alea tersenyum tipis menatap Alvan.


"Kamu baik-baik saja kan mas..?!" tanya Alea kuatir.


Mendengar Alea menanyakan keadaannya, ia langsung memeluk Alea. Dalam keadaan istrinya seperti ini, istrinya masih sempat menanyakan keadaan dirinya baik-baik saja apa tidak.


"Ya Allah sungguh bahagianya hamba bisa mendapatkan istri sebaik Alea. Mau berkorban nyawa untuk dirinya." gumam Alvan dalam hati.


"Sayang, terimakasih kamu udah sadar. Mas benar-benar takut sayang.." bisik Alvan yang masih memeluk Alea. " Maafkan mas yang tidak becus menjaga kamu." ucap Alvan merasa sangat bersalah dan merasa udah menjadi suami yang tidak berguna dan tak becus menjaga istrinya.


"Gak mas.. ini bukan salah kamu. Jangan pernah menyalahkan diri kamu mas.." ucap Alea sembari mengelus pipi Alvan.


Alvan langsung mencium kening Alea, lalu mencium bibir Alea sangat lembut. Kamu tahu sayang, mas sangat merindukanmu. Kamu udah lima hari gak sadar, membuat mas nyaris gila tau gak?!" adu nya.

__ADS_1


"Tapi gak sampai gila beneran kan mas?!" gurau Alea, walaupun keadaan masih lemah.


"Jadi kamu mau mas gila beneran, gitu?! iya hah?!" Alea tersenyum kecil menatap Alvan.


"Ya gak dong mas.." jawab Alea. "Entar kalau mas jadi gila, terus yang jagain aku nanti siapa dong?" tanya Alea. "ah ya.. kan ada Bian atau gak Reyhan, mereka pasti dengan senang hati mau menjaga aku!" goda Alea.


"Gak akan mas biarin sayang! Mas yang berhak menjaga kamu, karena mas suami kamu! dan gak akan mas biarin mereka berdua merebut kamu dari mas! meskipun Reyhan yang udah mendonorkan darahnya untuk kamu. Tetap mas gak akan biarkan itu! Kamu hanya milik mas, sayang..!" terang Alvan yang langsung mencium bibir Alea.


"Ehemmm!!" Alvan langsung melepaskan ciumannya.


"Al..!! kamu ya.. Alea baru aja sadar, kamu udah main nyosor aja!" geram Nita.


"Abisnya gimana dong mam, namanya juga kangen." ucap Alvan santai. Sementara Alea merasa sangat malu pada mama mertuanya yang memergoki mereka.


"Dikit doang mam, masa' gak boleh! Alea juga senang-senang aja tuh di cium, ya kan sayang?!" mata Alea langsung melotot mendengar ucapan Alvan barusan. Kemudian Alea menatap Alvan sangat tajam. Mendapat tatapan tajam dari istrinya, Alvan malah tersenyum manis membalas istrinya.


*


Gak terasa udah hampir sebulan Alea di rawat di rumah sakit, Alea sebenarnya udah sangat bosan berada di rumah sakit. Tapi, Alvan kekeh agar Alea tetap di rawat di rumah sakit. Alvan mau keadaan Alea benar-benar sehat dan sembuh. Dan selama Alea di rumah sakit, Alvan tidak masuk ke kantor. Alvan membawa pekerjaannya ke rumah sakit sembari menjaga istrinya. Kalau Alea tertidur Alvan baru akan mengerjakan pekerjaannya. Tapi kalau Alea terbangun Alvan akan menemani istrinya, terkadang menemani istrinya hanya sekedar berjalan-jalan di taman rumah sakit, menghirup udara segar di sana.


Alea pun sempat terkejut ketika mengetahui dirinya tengah mengandung. Alea sangat terharu mengetahui itu, padahal ia sama sekali tidak merasakan gejala mual sepeti ibu hamil lainnya. Cuman memang ada sedikit perubahan pada dirinya yang lebih suka dan banyak makan.

__ADS_1


Kandungan Alea sudah jalan 12 Minggu. Ketika Dokter kandungan mengatakan pada Alvan dan Alea, kalau usia kandungan Alea udah jalan 12 Minggu mereka sangat terkejut. Sebab udah dua bulan lebih mereka tidak mengetahuinya.


"Mas.." panggil Alea.


"Iya sayang.." jawab Alvan dengan lembut.


"Aku bosen mas.. pengen pulang kerumah kita?" rengek Alea.


"Sabar ya sayang, kata Dokter dua hari lagi kamu boleh pulang." ucap Alvan.


"Mas aku pengen makan Bakso, boleh?!"


"Gak Sayang.. kata Dokter kamu gak boleh makan sembarangan. Sayang, ginjal kamu hanya ada satu, dan kamu sedang hamil sekarang. Jadi kamu harus ingat, kata Dokter kandungan jangan suka makan yang aneh-aneh." jawab Alvan.


"Mas.. bakso itu makanan favorit orang Indonesia loh! bukan makanan yang aneh-aneh." ucap Alea. "yang aneh tuh kamu mas.. gak pernah makan bakso!" tambahnya lagi dengan nada kesal.


Kalau melihat istrinya udah cemberut seperti ini pasti membuatnya gak tega.


"Ya udah mas beliin, tapi kali ini aja ya?!" ucap Alvan akhirnya mau membelikan bakso untuk ngidam sang istri.


Mendengar ucapan Alvan, Alea langsung tersenyum senang. "Beneran mas?!" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Iya sayang..?" sahut Alvan yang langsung memeluk Alea. Sungguh ia sangat mencintai dan menyayangi wanita yang ada di dalam pelukannya saat ini.


__ADS_2