
"Kalau Lo di tolak, bukan berarti Lo langsung menjadi lelaki berengsek!" ujar Alvan sedikit kesal.
"Mas.." ucap Alea lirih yang menghentikan Alvan ketika akan berbicara lagi.
"Iya, kak Alvan benar. Tetapi mau gimana lagi semua itu sudah terjadi dan itu udah menjadi masa lalu ku. Tapi aku janji om, Tante, kak Al.. Aku tidak akan menyakiti Ghea di kemudian hari. Karena aku benar-benar sangat mencintainya.
"Gimana dengan Fans atau wanita-wanita yang pernah dengan Lo?!" Alvan kembali bertanya, sebab rasanya ia belum tenang. "Bisa aja Fans Lo gak suka dengan hubungan Lo dan Ghea. Pasti mereka bakalan menghujat Ghea habis-habisan. Dan apa lo yakin wanita lain tidak akan menyakiti Ghea karena Ghea menikah dengan Lo! Bisa saja meraka tidak terima." tambahnya lagi.
Yuda menghela nafasnya, ia udah tahu pasti akan sulit meminta ijin pada kak Alvan. Apalagi Alvan sangat tahu gimana Berengsek dia, pertanyaan dari kak Alvan juga tidak salah karena sebagai kakak pasti sangat menghawatirkan adiknya.
"Masalah Fans yang tidak menyukai hubungan kami, aku tidak memperdulikan nya. Sebab yang menjalin hubungan adalah kami bukan mereka, karena sebagai fans harusnya hanya mendukung karya dari artis yang mereka sukai saja dan mereka tidak berhak mengatur urusan pribadinya."Jelas Yuda.
"Kalau Lo udah tidak terkenal lagi menjadi artis, Lo akan menghidupi Ghea dengan apa? Secara pekerjaan menjadi artis belum tentu lancar terus. Apalagi banyak artis pendatang baru sekarang?!" tanya Alvan yang terus saja mencoba mencari kesalahan Yuda.
__ADS_1
"Kak?!"
"Al.. Kamu gak tahu kalau Yuda itu CEO di Perusahaan milik keluarga nya.. Kenapa kamu tanya seperti itu?!" Alvan mendesah sembari menatap papanya. Kenapa papanya malah membela Yuda, apa papanya tidak takut putrinya di sakiti dengan Yuda, lelaki pencinta wanita seperti Yuda. Sebenarnya Alvan tahu Yuda juga seorang CEO di perusahaan Papanya dan dia juga pewaris satu-satunya. Hanya saja ia masih belum sepenuhnya merestui hubungan Ghea dan Yuda.
"Om benar kak Al, kalau aku juga bekerja di perusahaan keluarga ku. Kakak tenang aja kalau pun aku gak menjadi artis lagi, aku masih bisa menghidupi Ghea." Ucap Yuda meyakinkan Alvan kalau dia bakalan mampu menghidupi Ghea kalau pun tidak menjadi artis atau model lagi.
"Kak Al, sebenarnya kakak itu mau merestui kami atau gak?! Jangan terus-terusan mencoba mencari kesalahan Yuda. Ghea tahu, Yuda seperti apa dan Ghea tahu masa lalu Yuda seperti apa. Dan aku menerima masa lalunya, mau itu baik ataupun buruk. Asal dia mau berubah dan tidak akan pernah melakukannya lagi." ucap Ghea yang mulai kesal pada kakaknya itu.
"Kalau Lo udah menerima dia maupun masa lalunya dan bersedia dinikahi dengan Yuda, kenapa mesti minta izin ke gue!" kesal Alvan. "Ayo sayang kita pulang!" ajak Alvan pada istrinya.
"Pah, jika papa dan mama udah merestui mereka.. Ya udah terserah papa dan mama, jujur Al masih ragu dengan Yuda. Kalau gitu Al pulang!" Kemudian Alvan menarik tangan istrinya keluar rumah orangtuanya. Ia benar-benar sangat kesal dengan orangtuanya yang dengan mudah menerima Yuda dengan mudah.
"Yuda, maafin Alvan ya.. mungkin dia seperti itu karena sangat menyayangi Ghea." ucap Sandy merasa tidak enak dengan sikap Alvan pada Yuda.
__ADS_1
"Gak apa-apa kok om.. Yuda mengerti, mungkin Yuda akan bersikap sama jika masalah masa depan adik yang kita sayangi." balas Yuda.
"Sebenarnya Om dan Tante tidak mempermasalahkan masa lalu kamu seperti apa. Karena semua orang punya masa lalu, mau itu buruk atau tidak. Hanya saja om mohon jangan sekalipun kamu sakiti putri kesayangan om. Kalau itu sampai terjadi, om sendiri yang akan langsung buat perhitungan ke kamu." ujar Sandy lagi. "Soal Alvan, om akan bicara padanya nanti." tambah Sandy lagi.
"Iya om, terimakasih om dan Tante udah mau merestui kami. Yuda akan buktikan ke om, kalau Yuda tidak akan pernah menyakiti Ghea." Ucap Yuda penuh dengan keyakinan.
"Yud, benar kan yang aku bilang.. pasti sulit meminta restu pada kak Alvan."Ucap Ghea. Saat ini mereka Udah berada di mobil menuju tempat syuting Yuda. Karena Yuda meminta di temani syuting oleh Ghea.
Yuda tersenyum sembari mengelus kepala Ghea, "sayang kamu tenang aja, nanti kalau ada waktu senggang aku temui Kak Alvan dan bicara padanya. Aku ngerti kok ke khawatiran seorang kakak pada adiknya. Dia seperti itu, karena dia menyayangi mu Ghe.." ujar Yuda lalu mencium tangan Ghea dengan lembut. "Yang terpenting restu dari orangtua kamu udah kita dapatkan. Selanjutnya kita akan menentukan hari pernikahan kita." tambahnya lagi. "Apa perlu kita mengadakan pertunangan seperti yang lain?!" tanya Yuda.
"Boleh, entar sebulan atau tiga bulan kedapan baru kita nikah."
"Tiga bulan?!" Ghea menganggukkan kepalanya. "Gak sayang, persetujuan nya bulan depan kita nikah..!" protes Yuda. "Tetap pada keputusan awal, bulan depan kita nikah!" Tegas Yuda.
__ADS_1
Ghea hanya tersenyum saja mendengar ucapan Yuda.