Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 57


__ADS_3

"Sayang kamu duduk aja di kasur, biar mas yang nyusun pakaian kita kedalam koper." ucap Alvan pada Alea. Malam ini mereka sedang merapikan pakaian yang akan di bawa ke Lombok untuk honeymoon dan besok mereka berangkat.


"Mas biar aku aja ya.."


"Gak usah sayang, mas aja. Kamu tenang aja, mas udah bisa kok nyusun pakaian di koper." ucap Alvan lagi.


Alea pun akhirnya pasrah membiarkan suaminya yang menyiapkan keperluan mereka.


Tepat pukul 5 pagi mereka sudah berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dan mereka akan terbang menuju Lombok.


"Ale jangan lupa pulang bawa oleh-oleh keponakan ya.." goda Ghea.


"Iya sayang, pulang dari honeymoon bawa kabar baik ya.." sambung Nita.


"Doain ya mah." sahut Alvan. Sementara Alea hanya tersenyum saja.


Setelah mereka berpamitan kepada Orangtuanya dan Ghea, Alvan dan Alea masuk kedalam pesawat. Sepanjang perjalan, Alvan tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Alea. Sedangkan Alea, sangat senang dan bahagia mendapatkan perlakuan manis dari suaminya itu.

__ADS_1


Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama dua jam pesawat yang mereka naiki sampai di Bandara Internasional Lombok. Satu Bandara mereka akan menuju ke tempat wisata. Dan Alvan memilih Gili Nanggu Lombok. Gili Nanggu merupakan pulau kecil yang terletak di kabupaten Lombok barat. Tanpa Alea tahu, Alvan sudah membooking pulau itu selama dua Minggu. Jadi hanya ada mereka dan pengurus Cottage. Ke pulau Gili Nanggu mereka harus menyebrang dengan menggunakan speed boat.


Sampainya di Cottage atau penginapan, Alea langsung menghempaskan tubuhnya di kasur begitu saja. Tubuhnya terasa sangat lelah sekali. Sementara Alvan lebih memilih menyusun pakaian mereka kedalam lemari.


Selesai membersihkan tubuhnya, Alea memutuskan keluar dari penginapan, ia berjalan melihat pemandangan sekeliling pulau. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan. Alea menikmati indahnya pantai dan menikmati angin yang bertiup kencang yang memberikan kesejukan ke wajahnya. Dan tiba-tiba saja ada seseorang memeluk nya dari belakang. Dari harum parfum nya Alea bisa tahu siapa seseorang itu. Siapa lagi kalau bukan suami nya, Alvan. Alea pun menoleh ke belakang, ia melihat Alvan tersenyum manis padanya. Kemudian Alvan mendaratkan kecupan di kening Alea, lalu ke bibirnya singkat.


"Mas..!"


"Hmmm, apa kamu suka dengan tempat honeymoon kita sayang?!" tanya Alvan sembari mengeratkan pelukannya.


"Kamu tahu sayang, mas sengaja menyewa pulau ini untuk kita honeymoon. Jadi hanya ada kita dan pengurus Cottage aja." jawab Alvan.


"Mas serius?! apa ini tidak terlalu berlebihan mas?!"


"Tidak sayang.. mas sengaja menyewa pulau ini untuk kita, agar kamu bisa nyaman dan leluasa di pulau ini." terang Alvan.


"MasyaAllah.. manis banget sih kamu mas..!" ucap Alea sembari membalas pelukan Alvan dari depan.

__ADS_1


"Buat kamu apa pun akan mas lakuin, sayang.." kemudian Alvan mengangkat tubuh Alea ala bridal style, membuat Alea memekik karena terkejut.


"Mas turunin, malu kalau ada yang lihat." ucap Alea dengan wajah bersemu merah.


"Disini gak ada orang sayang.. Kalau pun ada itu hanya penjaga penginapan ini. Kita masuk yuk? udah hampir gelap sayang" Alvan langsung membawa Alea masuk kedalam cottage.


Malam harinya, mereka tengah asik makan malam di dalam kamar sembari sesekali berbincang ringan. Karena di luar cuaca sangat dingin, jadi mereka memutuskan makan malam di dalam kamar. Alvan sendiri tak pernah melepaskan tatapannya dari Alea. Ia tak henti-hentinya bersyukur dalam hati bisa kembali bersama Alea, wanita sederhana, baik dan lemah lembut. Alea bukan hanya cantik wajahnya tapi ia juga cantik perilakunya, dan hatinya. Alea adalah wanita yang sangat spesial, dan bidadari surga nya yang dikirim tuhan untuknya.



"Mas, jangan lihatin aku terus ih!" ucap Alea salah tingkah.


"Loh kenapa emang? kan mas lihatin istri sendiri, bukan wanita lain. Mandangin istri sendiri gak dosa kan, sayang?" goda Alvan.


"Gak dosa mas.. tapi aku yang malu di lihatin kamu terus..!" ucap Alea.


"Sama suami sendiri kok malu." ucap Alvan sembari tersenyum lembut pada Alea. Kemudian Alvan meraih tangan Alea lalu mengecupnya dengan lembut. Alea sendiri tersenyum malu-malu menatap Alvan.

__ADS_1


__ADS_2