Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 90


__ADS_3

"Kamu gak ke kantor mas?!" tanya Alea pada Alvan, sebab jam 8 pagi suaminya masih memakai kaos biasa sembari duduk santai di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Gak sayang, mas kerja dari rumah aja." jawab Alvan tanpa melihat Alea karena lagi sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.


"Loh memangnya kenapa mas, kok kamu kerja dari rumah?!" Alvan meletakkan ponselnya di atas nakas, lalu ia menatap Alea sembari tersenyum manis.


"Biar mas bisa jaga kamu dirumah..!" ucap Alvan sembari menyuruh istrinya untuk mendekat padanya.


"Kan dirumah ada bibi mas.. Kamu kerja gih, kasihan kak Arya kamu repotin terus. Lagian aku sudah gak apa-apa dan calon dedeknya juga baik-baik aja mas.." sahut Alea yang menuruti apa yang di pinta suaminya untuk mendekat padanya.


"Tidak bisa sayang, sejak kejadian yang kamu demam kemarin perasaan khawatir mas semakin besar. Dan mas gak mau kecolongan lagi. Pokoknya mas akan tetap bekerja dari rumah, mas juga gak mau jauh-jauh dari kamu." balas Alvan membuat Alea dalam hati tersenyum senang.

__ADS_1


"Masyaallah.. Calon papa kenapa manis sekali sih.." puji Alea yang kemudian mengecup pipi Alvan. Kayaknya kamu suami paling manis dan baik sedunia ini deh mas!" pujinya lagi membuat Alvan tersenyum lebar, ia senang mendapat pujian dari istrinya.


"Kenapa kamu bisa bilang begitu?!" tanya Alvan.


"iya mas.. Karena kamu selalu aja manjain aku, selalu mengurus aku, kamu membuatkan makanan dan nyiapin makan maupun susu hamil untuk aku. Kamu juga mau nemenin aku bergadang kalau aku susah tidur. Pokoknya banyak deh yang udah kamu lakuin buat aku." tutur Alea. Alvan tersenyum mendengar ucapan Alea. Kemudian Alvan memeluk Alea dari samping bertepatan Alea sudah duduk di sebelahnya, mengelus perut buncit istrinya dengan lembut.


"Itu karena mas sangat mencintai kamu. Sayang apa yang mas lakukan ke kamu itu belum seberapa, dibandingkan pengorbanan yang udah kamu lakukan ke mas. Kamu sampai rela menyerahkan diri kamu untuk melindungi mas agar tidak terkena tembakan saat itu. Jadi apa yang mas lakuin ke kamu ini belum ada apa-apa nya." Alvan kembali menitihkan airmatanya kalau sudah mengingat kejadian penculikan Alea beberapa bulan yang lalu. "Sekali lagi mas minta maaf untuk itu sayang, bahkan mas masih saja belum bisa menjaga kamu dengan baik. Lihat apa yang mas lakuin ke kamu, mas sempat emosi karena perdebatan kita malam itu sampai membuat kamu demam kan paginya. Mas benar-benar menyesal sayang. Dan gimana bisa kamu bilang mas suami termanis dan baik sedunia, sedangkan mas merasa sebagai suami masih banyak kurangnya." tambah Alvan lagi.


"Gak masalah, mas kan masih bisa melakukan sendiri sayang.. Lagian kamu juga gak boleh sampai kelelahan." sahut Alvan sembari tersenyum manis menatap Alea.


"Tuh kan kamu baik banget dan manis banget coba. Aku jadi makin cinta dan sayang sama kamu, tau..!" Mendengar pujian dari istrinya lagi dan ungkapan cinta dari istrinya, Alvan langsung mencium bibir Alea. Awalnya mencium dengan lembut, tapi lama kelamaan agak sedikit kasar dan menuntut. Tangan Alvan yang tadinya di pipi Alea, kini turun ke bawa dan berhenti di buah dada Alea, dengan perlahan ia menyentuh dadanya. Membuat Alea ingin meminta lebih. Namun tak berapa lama Alvan melepaskan ciumannya karena sudah hampir kehabisan nafas.

__ADS_1


Kemudian Alvan menyatukan keningnya ke kening Alea. "Maaf sayang.." Alea menggelengkan kepalanya.


"Mas, aku mau kamu.." pinta Alea manja.


"Sayang, kamu baru sembuh mas gak mau kamu kelelahan. Kamu dengarkan kata Dokter kemarin kamu gak boleh sampai kelelahan." tolak Alvan dengan lembut. Sebenarnya ia juga sangat menginginkan istrinya, tapi ia berusaha menahannya karena ia mengingat apa yang di katakan Dokter kemarin ketika di rumah sakit.


"Jadi mas gak mau..!" Alea langsung cemberut. Ketika akan beranjak dari samping suaminya, Alvan langsung menahannya.


"Oke. Tapi kamu yang mimpin ya.. mas takut kalau ada di atas kamu, mas takut nyakiti dedenya. Kalau kamu yang di atas, kamu bisa mengatur posisi gimana yang menurut kamu nyaman. Tapi kalau udah merasa lelah bilang ya.. Mas gak mau kamu kelelahan hanya gara-gara kita melakukan ini." Alea menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis.


Jadilah mereka pagi-pagi melakukan olahraga di ranjang. Mengabulkan permintaan sang bidadari tersayang.

__ADS_1


"Sayang, pelan-pelan aja.." ucap Alvan sembari menikmati apa yang di lakukan istrinya.


__ADS_2