Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 115


__ADS_3

Di lain tempat tepatnya di Bali, seorang wanita cantik tengah asik menikmati angin di pinggir pantai di sore hari. Sudah tiga hari ia berada di Bali bersama anak kembarnya dan mertuanya menikmati liburan. Seharusnya ia bersama sang suami, karena kesibukan suaminya jadi ia memilih pergi bersama mertuanya.


"Ale, udah mau Maghrib kita balik ke Villa yuk..!" ajak seorang wanita cantik padanya. Ya wanita yang lagi menikmati sejuknya angin itu adalah Alea.


"Iya Ghea.. Sebentar lagi ya..!" sahut Alea.


"Kenapa? kangen ya sama kak Alvan..?!" goda Ghea.


"Ya, sepertinya!" jawabnya sembari matanya masih menatap laut.


"Ale, gue yakin nih ya.. Pasti kakak gue kalang kabut tuh tiga hari di tinggal Lo. Pasti udah kayak mayat hidup deh, gak ada kamu sama si kembar." celetuk Ghea sembari tertawa geli mengingat kakaknya seperti apa di tinggal pergi oleh Alea.


"Hahaha ia juga ya.. Sebenarnya gak tega. Tapi mau gimana lagi aku kesal sama mas Alvan saat melihat dia dengan sekretaris nya. Tadinya aku ke kantornya mau ngajak mas Alvan pergi liburan bareng mama.


Eh pas ke kantornya, aku lihat mereka berduaan di ruangan mas Alvan, udah gitu posisi mereka dekat banget lagi." ujar Alea.


"Kenapa gak Lo jambak-jambak aja tuh perempuan. Atau Lo tampar aja dia!" ucap Ghea emosi.


"Itu bukan sifat aku Ghe.."

__ADS_1


"Emang susah sih kalau dari lahir punya sifat sabar, kayak Lo." cibir Ghea.


"Aku gak sesabar itu juga kali Ghe.." sahut Alea sembari tersenyum geli membayangkan sefrustasi apa suaminya ketika ia tinggal pergi.


"Persiapan buat besok gimana Ghe?!" tanya Alea.


"Tenangnya aja, kalau sama gue sih beres tentunya. Semua teman-temannya juga udah gue undang." jawab Ghea.


"Ya udah yuk kita kembali ke Villa? Lagian udah mau gelap loh." ucap Ghea mengajak Alea untuk kembali ke Villa.


"Ya udah Ayuk." balas Alea dan mereka pun berjalan beriringan menuju Villa milik keluarga Kavindra. "Loh si Yuda mana Ghe?!" tanya Alea.


"Aku gak nyangka, ternyata Yuda suka juga ya sama anak kecil." Ghea tersenyum mendengar ucapan Alea barusan. "Kalian gak menundanya kan Ghe..?!" tanya Alea lagi.


"Enggak kok Ale, Yuda mau langsung memiliki anak katanya." Alea tersenyum menatap Ghea.


"Bagus dong, biar ada teman si kembar nanti." ucap Alea.


"Doain aja Ale.." sahut Ghea.

__ADS_1


"Ciee.. yang udah gak perawan lagi.!." ledek Alea sembari tertawa. "Gimana rasanya enak kan?! Pasti ketagihan deh!" ledeknya membuat Ghea malu sendiri. "Ghe, lingerie yang aku kasih di pakaikan? gimana reaksi Yuda saat kamu pakai itu?!" tanya Alea sembari terus menggoda Ghea.


"Ya tuhan Ale.. Lo kasih pakaian apa ke gue! Kan gue malu Ale pakai kaya gitu di depan Yuda!" kesal Ghea ketika mengingat saat dia memakai lingerie.


"Hahaha.. Terus reaksi dia gimana?!" tanyanya lagi.


"Dia malah suka gue pakai lingerie..! Udah gitu dia mau beliin gue lingerie yang banyak lagi. Katanya tiap malam kalau tidur gue harus pakai itu!" Alea langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ghea barusan.


"Bagus dong, itu berarti bakal di gempur terus tuh tiap malam sama Yuda..!" ucap Alea geli.


"Ogah! Enak si enak, tapi gak tiap hari juga kali..!" Alea kembali tertawa mendengarnya sampai membuat airmatanya keluar. "Lo ya kok makin lama jadi mesum juga sih kayak Kaka Alvan!" ucap Ghea membuat Alea tertawa mendengarnya.


Alea pun terus menggoda Ghea sampai mereka tiba di Villa. Sementara Ghea cemberut dan kesal terus di goda dan di ledekin oleh Alea.


*


Malam harinya tepat sekitar jam setengah dua belas malam Alvan baru sampai di Villa keluarganya. Ia merasakan tubuhnya sakit semua, seperti habis di pukuli. Ia sangat lelah sekali, pulang dari kantor jam tujuh malam, kemudian pulang ke rumah dari rumah langsung ke Bandara. Di tambah beberapa hari kemarin ia terus mencari istrinya dan anaknya. Belum lagi ia kurang tidur karena banyak pikiran. Jika ada istrinya di sampingnya sekarang, pasti ia bisa tidur dengan pulas seperti biasanya.


Sampainya di Villa, Villa sudah kelihatan sepi, mungkin orangtuanya sudah tidur karena ini juga larut malam. Kemudian ia pun memencet bell Villanya. Setelah menunggu 3 menit akhirnya pintu dibuka. Alvan langsung diam mematung ketika melihat siapa orang yang tengah membuka pintu Villa. Matanya berkaca-kaca sembari terus menatap orang yang ada di depannya itu.

__ADS_1


"Ma-mas.." mendengar suara lembut memanggil namanya, suara yang sangat ia rindukan dan yang membuatnya hampir gila mencari keberadaannya, ia pun tersadar dan langsung memeluk orang itu sangat erat.


__ADS_2