
"Sayang kamu udah selesai?!" tanya Alvan yang sedang menunggu Alea lagi berdandan.
"Iya mas, ini sedikit lagi." jawab Alea yang masih memasang hijabnya.
Malam ini mereka akan pergi ke acara Ulang tahun Perusahaan WILLIAMS GRUP. Dimana CEO Perusahaan tersebut adalah rekan bisnis Alvan yaitu Bagas Saputra William.
"Sayang kamu cantik banget.. kalau kamu secantik ini rasanya mas gak mau ngajak kamu ke acara itu sayang.." Rengek nya.
"Kamu harus pakai masker sayang!" pinta Alvan.
"Iya mas.." ucap Alea sembari mencium pipi Alvan.
"Hmmm, sekarang kamu udah sering goda mas ya sayang.." Alea tersenyum sembari menggandeng lengan Alvan. "Jangan coba-coba mancing singa yang sedang tidur nyenyak sayang.. entar kita tidak akan jadi pergi ke acara." tambah Alvan lagi.
"Mas.." Alvan langsung tertawa.
*
Dua puluh menit akhirnya mobil Alvan sampai di sebuah Hotel di mana tempat acara di selenggarakan. "Tunggu sayang, biar mas yang buka pintunya." ucap Alvan yang langsung keluar dari mobil terlebih dahulu.
"Terimakasih mas.." ucap Alea ketika Alvan sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Iya sayang.." balas Alvan sembari mencuri kecupan singkat di bibir Alea.
"Mas.."
__ADS_1
"Dikit doang sayang, sebelum masuk kedalam." ucapnya. Kemudian mereka melangkah masuk kedalam hotel dengan Alvan menggenggam tangan Alea.
Si Alvan yang sedang asik mengobrol dengan rekan bisnisnya.
"Hei bro gue kira Lo jadi menikah dengan model itu?!" tanya Rio pada Alvan sembari bergurau.
Bagas yang ada di sebelah Rio hanya tertawa saja.
"Itu berarti model itu bukan jodoh yang dikirim tuhan buat gue." jawab Alvan asal.
"Tapi gue rasa Lo malah lebih senang dan bahagia mendapatkan bidadari yang menjadi istri lo!" canda Bagas.
"Hahaha.. tentu dong. Gue sangat bersyukur Tuhan mengirimkan bidadari tak bersayap untuk menjadi istri gue." sahut Alvan sambil melirik istrinya yang tengah berbincang dengan Zahra istri dari Bagas.
"Benar bro, lihat deh bidadari kita baru pertama kenal udah sangat dekat apalagi mereka sama-sama berhijab. Lo tahu Van gue juga di jodohkan dengan orang tua gue, tapi gak tahu kenapa bisa langsung mencintai istri gue. Mungkin pilihan orang tua memang yang terbaik buat kita." ucap Bagas yang juga tengah memandang istrinya.
"Terus gimana Lo bisa bertemu dengannya lagi?!" tanya Bagas penasaran.
"Mungkin kami memang jodoh kali ya.. tanpa sengaja kami bertemu di acara pembukaan Apartemen gue yang di Bandung." jawab Alvan. "Padahal gue sempat putus asa mencarinya." tambah Alvan lagi.
"Ya begitulah jodoh, kita tidak akan pernah tahu apa yang di rencanakan tuhan untuk kita." ucap Bagas.
"Oke stop bahas kehidupan rumah tangga kalian ya..!" kesal Rio. "Disini masih ada gue yang jomblo!" mendengar ucap Rio seketika Alvan dan Bagas tertawa.
"Sial loh berdua ya..!"
__ADS_1
"Makanya cepat nikah!" ucap Alvan.
"Gimana mau nikah cepat, pasangan aja gak punya!" sambung Bagas.
"Wah Lo ya..! lihat entar Lo pasti terkejut siapa yang akan jadi istri gue!" kesal Rio pada Bagas. Adik sialannya itu. Sementara Alvan hanya tertawa saja melihat tingkah Rio dan Bagas.
"Melihat kalian berdua berdebat, gue jadi ingat sama Arya." ucap Alvan membuat Rio dan Bagas berhenti berdebat.
"Oh iya, gue sampai lupa. Arya kemana kok gak kelihatan apa dia gak datang?" tanya Rio.
"Alvan lagi ada di luar kota jadi tidak bisa datang " jawab Alvan sembari meneguk minumannya.
"Gio juga tidak datang," ucap Bagas.
"Wah kalau manusia satu itu jangan ditanya, dia super sibuk. Gio selalu saja pergi keluar negeri mengurus bisnisnya disana." sambung Rio.
Sebenernya tadinya Alvan tidak terlalu dekat dengan Bagas dan Rio mereka hanya sekedar rekan bisnis. Tapi karena sering bertemu dengan mereka, apalagi mereka selalu nyambung jika udah cerita dan saling sering jadi mereka menjadi sangat dekat. Begitu juga dengan Alvan yang sudah sangat kenal dengan Gio, Sebab Gio rekan bisnisnya yang selalu memakai Desain nya kalau udah membangun sebuah Apartemen ataupun perumahan. Kalau Gio sendiri sahabat dari Bagas dan Rio masa SMA dulu. Terkadang kalau mereka ada waktu mereka sempatkan hanya sekedar ngopi di sebuah Cafe.
"Sayang kamu mau makan apa ? biar mas yang ambilkan." tawar Alvan. Mereka saat itu udah duduk di salah satu meja . Kalau Bagas sendiri udah sibuk dengan tamunya yang lain, kalau Rio pergi entah kemana. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Mas aku mau Cake nya aja deh, gak tahu kenapa pengen makan yang manis-manis." ucap Alea.
"Pengen yang manis-manis? apa kamu ngidam sayang?!" ucapan Alvan membuat Alea tersenyum manis.
"Hamil?! gak deh kayaknya mas, aku gak ada merasakan pusing dan mual seperti ibu hamil rasakan kebanyakan." sangkal Alea.
"Iya juga sih! ya udah mas ambil dulu cake nya. Kamu jangan kemana-mana ya sayang..!"
__ADS_1
"Iya mas.." sahut Alea.
Sementara di tempat yang sama dua orang telah mengawasi mereka sedari tadi. Untuknya salah satu lelaki yang mengikuti Alvan dan Alea mendapatkan undangan acara tersebut mewakili Perusahaan tempatnya bekerja. Dan yang satunya lagi seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai Model. Siapa lagi mereka kalau bukan Tasya dan Bian. Mereka terus memantau gerak gerik Alvan dan Alea.