Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 104


__ADS_3

Sampainya di rumah, Alvan bergegas berjalan menuju kamarnya. Ketika akan membuka pintu kamar, tiba-tiba saja ia mendengar suara istrinya.


"Kamu telat banget mas.." ucap Alea yang berada tepat di belakang Alvan. Alea baru saja dari dapur untuk mengambil air putih. Alvan pun langsung menoleh ke belakang sembari tersenyum manis menatap istrinya.


"Sayang maaf.." ucap Alvan merasa bersalah.


"Oke aku maafin, tapi kamu tidur di luar." Balas Alea sembari menarik tangan Alvan, lalu mencium punggung tangan Alvan. Kemudian Alea langsung berjalan melewati suaminya dan masuk kemar tak lupa ia mengunci pintunya. Sementara Alvan langsung mendesah frustasi.


"Sayang buka dong pintunya.. Mas kangen sama kamu dan si kembar. Oke mas akan tidur di luar, tapi ijinkan mas melihat si kembar dulu. Mas kangen banget loh sama mereka, seharian tidak ada bersama mereka." bujuk Alvan. Sepuluh menit Alvan berdiri di depan pintu kamar sambil mengetuk pintu dan membujuk Alea, tapi sayangnya Alea tak menggubris Alvan sama sekali. Ia masih mengunci pintunya. Alvan pun memutuskan masuk ke ruang kerjanya, palingan bentar lagi pintu kamarnya tidak di kunci lagi oleh Alea.


Setelah setengah jam berada di ruangan kerjanya, akhirnya Alvan keluar dari ruang kerjanya. Dalam hati mudahan-mudahan pintu kamar sudah tidak di kunci lagi. Dan benar saja pintu kamar mereka sudah tidak di kunci lagi. Dengan perlahan Alvan masuk kedalam kamarnya, ia melihat ke seluruh kamar dan ia tak menemukan istrinya ada di dalam. Kemudian Alvan berjalan ke kamar mandi, tapi istrinya tidak ada juga di kamar mandi. Alvan berpikir kemana istrinya? lali alvan berjalan menuju box si kembar. Ia sangat merindukan si kembar.


"Masyaallah.. kok gemesin banget sih anak-anak papa..!" ucap Alvan yang melihat kedua anaknya yang lagi tidur sangat pulas. "Maafin papa ya.. belakangan ini papa libur terus jadi gak bisa main sama kalian." lirih Alvan merasa bersalah pada kedua anaknya yang tidak ada waktu untuk mereka karena belakangan ini ia sering lembur. "Papa sayang kalian." ucap Alvan lagi sembari mengelus pipi anaknya dengan lembut.

__ADS_1


Saat Alvan akan masuk kedalam kamar mandi, sekilas ia melihat pintu balkon kamarnya terbuka sedikit, ia pun memutuskan mendekati pintu balkonnya. Ketika akan di tutup, Alvan melihat istrinya tenga berdiri menatap halaman rumah mereka. Alvan langsung mendekati istrinya itu, kemudian memeluk istrinya dari belakang.


"Maaf sayang.. Mas terlambat pulang malam ini." ucap Alvan sembari menghirup dalam leher istrinya. Alea masih diam saja, ia menikmati angin malam sekaligus pelukan dari suaminya. "Sayang, kamu boleh hukum mas apa saja, tapi jangan diami mas seperti ini mas gak bisa, sayang.. hati mas rasanya sakit dan sedih. Please maafin mas." mohon Alvan lagi. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Dirinya benar-benar tidak bisa kalau istrinya mendiamkan nya.


Setelah beberapa saat menikmati pelukan suaminya dari belakang, Alea langsung membalikkan badannya menjadi berhadapan dengan suaminya.


"Mas, ini udah sangat larut lebih baik kamu bersih-bersih dulu, setelah itu istirahat. Kamu pasti capek kan seharian lembur?! Ganti pakaian kamu mas.. Bajunya udah aku siapin di atas kasur." ucap Alea sembari mengelus pipi Alvan dengan lembut.


Alvan memejamkan matanya sejenak menikmati lembutnya tangan Alea yang mengelus pipinya. Meskipun istrinya marah, istrinya itu masih mau mengurus keperluannya.


"Ya udah mandi gih! Aku udah siapin air hangatnya untuk kamu, kalau kamu mau mandi. Kalau gak ya cuci muka aja. Soalnya ini udah malam benget." Alvan langsung memeluk Alea kembali.


"Terimakasih sayang.. Mas sayang banget sama kamu." ucap Alvan.

__ADS_1


"Iya mas.." sahut Alea sambil membalas pelukan dari suaminya. "Mas.." panggil Alea di sela pelukan mereka.


"Iya sayang.." sahut Alvan yang langsung mengurai pelukannya dari Alea. "Apa sayang, hmm?!" tanyanya.


"Kamu masih sibuk gak kira-kira beberapa hari ini?!" tanya Alea.


"Emm gak tahu sayang.. Emangnya kenapa?!" Alea menatap wajah Alvan serius.


"Aku mau mengajak kamu liburan sama anak-anak mas.." ucap Alea mengutarakan niatnya.


"Liburan?!" Alea menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap suaminya. "Kapan ?" tanya Alvan sembari mencuri kecupan di bibir istrinya.


"Besok, gimana?!"

__ADS_1


"Besok? kalau besok gak bisa sayang.. Besok mas ada pertemuan penting." ucap Alvan yang tidak bisa kalau besok. "Emm, gini aja. Kasih mas waktu dua hari untuk menyelesaikan semua pekerjaan mas. Setelah itu baru kita liburan kemana pun yang istri mas inginkan. Gimana?!" tawar Alvan.


"Oke." jawab Alea setuju. "Ya udah ayo kita masuk, mas. Soalnya udaranya makin dingin." ajak Alea pada suaminya. Alvan pun langsung menggendong Alea masuk kedalam membuat Alea memekik kaget tiba-tiba ia di angkat oleh Alvan.


__ADS_2