
Setelah dua Minggu berada di Bali, akhirnya saat ini mereka sudah tiba di Jakarta. Alvan merasa sangat bahagia, selama berada di Bali ia bisa berlibur dengan semua keluarga nya sekaligus haneymoon kedua bersama Alea, istrinya. Meski sempat galau di tinggal pergi beberapa hari oleh istri dan anaknya yang ternyata dirinya hanya di kerjain karena akan memberikan kejutan ulangtahunnya. Tapi dengan terjadi hal itu, ini menjadi pelajaran juga untuknya agar lebih peka pada istrinya dan keluarga kecilnya. Dan dengan hal itu juga ia jadi waspada dengan wanita lain yang ingin berusaha masuk untuk merusak keluarganya.
Menurutnya sesekali meluangkan waktu untuk berlibur bersama dengan istri maupun anaknya adalah hal yang sangat menyenangkan. Alvan menghela nafasnya, mengingat kemarin sebelum kejadian yang istrinya pergi dari rumah istrinya sempat mengajaknya berlibur tapi ia malah sibuk dengan pekerjaannya. Kalau saja ia mengesampingkan dulu pekerjaannya dan pergi berlibur bersama istrinya pasti tidak akan terjadi insiden yang bersama sekretarisnya itu. Kedepannya ia akan sesekali meluangkan waktunya untuk mengajak keluarga kecilnya berlibur ke luar negeri.
*
Sore harinya Alea tengah sibuk merapikan pakaian yang baru saja selesai di setrika oleh pembantunya dan memasukannya kedalam lemari. Saat sedang memasukkan pakaian di lemari tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya. Alea langsung tersenyum karena mengetahui tangan siapa itu.
"Kamu baru pulang mas?!" tanya Alea.
"Hummm." jawab lalaki itu. "Kamu wangi banget sih sayang.. Mas selalu suka dengan wangi tubuh kamu." ucap Alvan sembari mengendus leher jenjang Alea dengan memejamkan matanya menikmati.
__ADS_1
"Wangi dari mana sih mas! Mandi aja belum, yang ada bau keringat iya." Balas Alea.
"Siapa bilang.. Kamu masih tetap wangi kok, walaupun pun belum mandi." ucap Alvan lagi.
"Pinter aja gombalnya." Alvan malah tertawa mendengarnya.
"Orang mas serius ngomongnya kok di bilang gombal sih!" ucap Alvan sembari terus menciumi leher jenjang Alea yang putih mulus itu.
"Bentar lagi dong sayang..mas masih kangen sama kamu." bisik laki-laki itu. Alea kemudian membalikkan tubuhnya. Alea tersenyum menatap suaminya yang entah mengapa sejak acara ulang tahun di Bali itu suaminya semakin manja padanya seperti anak kecil, ia pun seperti mengurus tiga bayi jadinya. Mandi, atau memakai pakaiannya sekarang harus Alea. Terkadang makan harus di siapin. Sampai-sampai ia tidak mau pergi ke kantor kalau isteri ya tidak mau ikut dengannya kekantor. Entah ada angin apa hari ini dia memboleh kan dirinya berada di rumah. Katanya sih ada kliennya yang dari Belanda datang, dan kliennya itu suka sekali main perempuan. Dia takut istrinya juga di goda dengan kliennya itu. Makanya ia memperbolehkannya ada dirumah hari ini. Kalau kliennya itu tidak datang, sudah pasti ia terus merengek memintanya untuk ikut kekantor.
"Sayang bareng yuk?! Kamu kan belum mandi juga kan?!" Ajaknya. "Kan kamu tahu sendiri mas gak mau mandi kalau gak kamu yang mandiin." lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Dasar bayi kolot. Gak malu sama anaknya."
"Biarin!" jawabnya cuek. "Ayo dong sayang.." ajaknya lagi. Alea pun mengangguk kepalanya seraya tersenyum menatap suaminya. Kemudian Alvan langsung menggendong Alea, membuat Alea sedikit kaget. Tapi setelah itu Alea tertawa karena Alvan menciumi wajah sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
Sampainya di kamar mandi, Alea membuka seluruh pakaian Alvan dan juga sebaliknya.
"Sayang mumpung si kembar sama bi Yuni, satu ronde yuk.. Janji kilat deh..!" Alea menaikan satu alisnya sembari menatap Alvan serius.
"Aku gak yakin kalau kilat." cibir Alea. "Kalau mandi berdua sama kamu, aku yakin gak akan kilat. Paling cepat itu satu jam dan paling lama dua jam." Alvan langsung tertawa renyah mendengar ucapan Alea barusan.
Selanjutnya Alvan mencium bibir istrinya dengan rakus, kemudian menjelajahi seluruh tubuh Alea, tidak ada yang tidak ia sentuh tubuh Alea. Lalu mereka pun melakukan penyatuan dengan penuh cinta dan gairah yang memuncak. Dan yang katanya kilat ternyata satu jam mereka baru selesai. Itu pun karena si kembar menangis minta susu, karena stok susu yang di pompa oleh Alea sudah habis.
__ADS_1