
Assalamualaikum
Happy Reading 🤗🤗
Sepanjang perjalanan menuju panti asuhan antar Ilyas dan Jihan tidak ada yang berani membuka suara, hanya keheningan yang terjadi. Jihan yang baru pertama kali berdua saja dengan seorang laki-laki yang bukan mahramnya pun terlihat begitu gugup, tangannya berkeringat dan hatinya pun terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah. tidak berbeda jauh dengan Ilyas yang merasakan hal yang sama.
Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di panti asuhan, namun mereka dikejutkan oleh suasana yang tiba-tiba ramai oleh banyak orang dan terpasang bendera kuning didepan panti asuhan.
Jihan yang melihatnya pun langsung turun dengan tergesa-gesa dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Ilyas.
Melihat hal itu pun Ilyas menyusul Jihan masuk kedalam panti asuhan.
Ilyas begitu kaget melihat Jihan yang sudah menangis histeris didepan jenazah seorang anak kecil.
Innalillahi wainnailahi rojiun " ucap Ilyas"
Lalu Ilyas pun duduk disebelah anak yang usianya sekitar 10 tahun, Ilyas pun yang penasaran bertanya kepada anak kecil tersebut.
__ADS_1
Maaf dek, kakak mau tanya itu siapa yang meninggal? " tanya Ilyas "
Itu Zafira kak, adeknya mbk Jihan " jawab anak itu "
Dia meninggal kenapa dek? "tanya Ilyas penasaran "
Zafira kena Leukimia kak, udah hampir 2 tahun dia melawan penyakitnya, tapi hiks,, hiks hari ini Allah membebaskan Zafira dari sakitnya kak " jawab anak itu sambil menangis"
Ilyas yang melihat anak itu menangis langsung memeluknya, dia juga ikut bersedih atas apa yang terjadi, Ilyas pun tidak bertanya apa-apa lagi walaupun dia masih penasaran kenapa adiknya Jihan tinggal di panti asuhan.
Ilyas yang awalnya berniat hanya mengantarkan Jihan, akhirnya membatalkan untuk pulang dulu. Ilyas melihat Jihan yang tak berhenti menangis pun akhirnya mendekati Jihan.
Jihan pun menoleh dan masih menangis, melihat hal itu membuat hati Ilyas sakit, dia begitu tidak tega melihat Jihat menangis dengan pilu.
Jihan, kamu harus sabar ikhlaskan adekmu, agar dia tenang disana " Jelas Ilyas"
Iya mas, insha Allah aku ikhlas tapi aku masih begitu sedih, karena hanya dia keluargaku satu-satunya tapi sekarang dia sudah dipanggil Allah " jawab Jihan dengan masih menangis"
__ADS_1
Ketika Ilyas akan berbicara lagi, tiba-tiba datang dua orang paruh baya yang berjalan tergesa-gesa menemui Jihan.
Assalamualaikum " kata kedua orang tadi"
Waalaikumsalam " jawab Ilyas dan Jihan serempak.
Jihan " kata orang tersebut"
Mama, Jihan pun berdiri dan langsung berlari memeluk orang tadi.
Mama! " Ilyas terkejut melihat mama dan papanya disini, terlebih lagi ketika Jihan menyebut mamanya dengan sebutan mama juga. Ilyas pun makin penasaran dengan kejadian ini, dia ingin sekali bertanya tapi diurungkannya ketika melihat papanya mengkode Ilyas untuk nanti saja bertanyanya.
Ilyas pu mengangguk setuju, karena dia akan bertanya setelah melihat Jihan tenang dulu. Sepertinya Jihan begitu terpukul dan hanya mamanya lah yang dibutuhkan Jihan saat ini.
Tak lama kemudian Pak ustad memanggil Jihan untuk bersiap melakukan penyelenggaraan jenazah. setelah semuanya selesai, jenazah Zafira pun di bawa untuk dimakamkan, sepanjang perjalanan ke makam pun Jihan tidak berhenti menangis, mama Ilyas pun terus memeluk Jihan dan memberikannya kekuatan.
Zafira pun akhirnya dimakamkan, Jihan yang sedari tadi menangis akhirnya tumbang tak sadarkan diri, mama yang melihat Jihan pingsan langsung memanggilku.
__ADS_1
next