Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 39


__ADS_3

"Ghea, gimana nak?" tanya Nita


"Maaf mah telah mengacaukan acara yang udah mama buat untuk kak, Alvan." ucap Ghea merasa bersalah.


"Tidak nak, sebenarnya apa yang terjadi Ghe?" Ghea tersenyum menatap mamanya.


"Nanti ya mah, Ghea pasti akan cerita kemama dan papa." jawab Ghea.


"Al, kamu mau kemana?" tanya Sandy.


"Maaf semuanya, Al harus pergi. Dan terimakasih mah untuk acara makan malamnya."


"Pergi kemana Al?" tanya Nita.


"Pa, mah Al harus ke Apartemen melihat Alea. Hati Al gak tenang mah, soalnya Alea tidak datang ke rumah." jawab Alvan.


"Tunggu Al..!"teriak Arya. "Biar gua yang antar Lo ke apartemen. Lo itu habis pulang dari luar kota, lo pasti kelelahan. Dan gue gak mau terjadi sesuatu sama Lo." ucap Arya yang langsung beranjak dari sofa dan menghampiri Alvan yang sudah di depan pintu rumah.


"Baiklah."


"pulanglah ke Apartemen kak, dan kau tidak akan menemukan nya." lirih Ghea.


*

__ADS_1


Sampainya di apartemen, Alvan langsung menekan password apartemennya. Setelah pintu terbuka, berjalan dengan cepat masuk kedalam. Alvan menaikkan alisnya melihat Apartemen dalam keadaan gelap dan sepi, seperti tidak ada orang di dalamnya.


"Al, apartemen Lo kok gelap? apa Alea ada di apartemen?!" tanya Arya.


"Gue juga gak tahu." sahutnya. Kemudian Alvan menghidupkan lampu di seluruh ruangan. "Alea..!" panggil Alvan, "Alea..!" panggilannya lagi. Namun sayang tidak ada jawaban dari Alea.


"Al, sepertinya Alea tidak ada di apartemen.." ucap Arya yang membuat Alvan tidak tenang.


"Coba gue lihat di kamarnya, siapa tahu aja dia sudah tidur." Alvan langsung berjalan masuk kedalam kamar Alea, lagi-lagi Alvan di buat bingung, kamar Alea dalam keadaan gelap. "Alea, apa kamu di dalam?!" panggilnya sembari menghidupkan lampu kamar. Setelah lampu hidup, Alvan tidak menemukan Alea di kamarnya. Bahkan ranjangnya masih terlihat rapi. Alvan pun berjalan menuju kamar mandi untuk mengecek nya dan tetap sama, ia tidak menemukan Alea di kamar mandi.


"Kamu ada dimana Ale..!" Alvan meremas rambutnya sendiri, ia merasa sangat kacau tak menemukan Alea di apartemen.


"Al, gimana?!" tanya Arya menghampiri Alvan.


"Gue cari di dapur juga tidak ada, Al.. coba lo hubungi ponselnya, siapa tahu udah aktif." saran Arya. Dan Alvan mencoba menghubungi Alea kembali, tapi tetep sama ponselnya tidak aktif.


"Gak aktif, Ar.." Kemudian Alvan masuk kedalam kamarnya, siapa tahu saja Alea ada di kamarnya. Alvan menatap keseluruh kamarnya, tidak menemukan Alea disana. "Kamu dimana Ale?" lirih Alvan. "Tadi Ghea bilang kamu pamit pulang sehabis makan siang, karena ada urusan penting. Apa karena itu kamu tidak datang ke rumah mama.." Monolognya. Saat Alvan akan keluar kamarnya, pandangan matanya tertuju pada kertas putih yang tergeletak di atas meja. Membuat Alvan bingung, perasaan sebelum ia berangkat ke luar kota kemaren tidak ada kertas itu di atas mejanya. Karena penasaran, Alvan langsung mengambil kertas itu, ia pun membuka lipatannya dan kemudian Alvan membacanya.


Assalamualaikum, mas..


Saat mas menemukan surat ini dan membacanya, mungkin aku sudah tidak ada di apartemen mas lagi.


Deg

__ADS_1


Jantung Alvan langsung berdetak kencang. Kemudian Alvan kembali membaca suratnya.


Mas maafkan aku yang tidak pamit padamu. Mas, terimakasih untuk segalanya, dan terimakasih juga sudah masuk kedalam hidupku walaupun hanya beberapa bulan saja.


Mas, mungkin ini saatnya aku pergi darimu. Sebab wanita yang mas cintai sudah kembali ke padamu, yaitu mbak Tasya.


Maaf mas, tanpa sengaja aku menemukan berkas perceraian yang tertulis atas nama kita berdua. Mas pernah bilang padaku, mas baru bisa memberi keputusan tentang pernikahan kita kalau mbak Tasya sudah kembali. Dan sekarang mbak Tasya sudah kembali padamu mas.. Dengan adanya berkas perceraian ini, aku anggap mas sudah memutuskannya, tentang kelanjutan pernikahan kita yaitu berpisah.


Jika kebahagiaan mas adalah mbak Tasya, aku ikhlas dan terima keputusan mas yang memilih kita pisah. Melihat kamu bahagia dengan mbak Tasya, aku juga ikut bahagia mas..


Sekali lagi aku minta maaf mas, jika memang ada kata-kata aku maupun perilakuku yang menyinggung perasaan mas selama ini.


Kamu tahu mas, aku sangat bahagia dan tidak menyesal bisa menjadi istri seorang Alvan Ezra Kavindra, ya walaupun hanya sementara.


Oh iya mas, berkas perceraiannya Sudah aku tanda tangani sesuai keinginan kamu mas.


Sekali lagi terimakasih ya mas, untuk semuanya. Jaga diri mas baik-baik ya, aku selalu mendoakan agar mas selalu bahagia bersama dengan mbak Tasya, wanita yang mas cintai.


Salam sayang dari aku, Aleandra Shazfa Atmaja.


Selesai membaca surat dari Alea. Seketika tubuh Alvan lemas dan tangannya gemetaran. "Gak Alea, aku gak mau kamu pergi.." batinnya.


Alvan langsung mengambil berkas perceraian dari dalam map ia ingin memastikan benar atau tidaknya Alea sudah menandatangani nya. Alvan langsung terduduk di lantai tepat disamping meja. Karena benar, Alea sudah menandatangani nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu pergi Alea..! kenapa kamu tinggalin aku..!" dada Alvan terasa sangat sesak dan hatinya benar-benar sakit Aleanya sudah pergi meninggalkannya. Ia benar-benar terlambat, sangat terlambat.


__ADS_2