
Beberapa Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sekarang si kembar Ayra dan Arkana sudah berusia lima tahun. Dan mereka saat ini sudah masuk sekolah taman kanak-kanak. Alvan sendiri paling antusias jika ingin mengantar mereka pergi ke sekolah. Alvan benar-benar menjadi papa yang sangat hebat buat anak-anaknya. Alvan juga sangat posesif kepada kedua anaknya, terutama kepada Ayra putri cantiknya. Kelak ketika Ayra sudah dewasa nanti Alea yakin, pasti Alvan tidak akan membiarkan para lelaki mendekati putrinya dengan mudah. Bisa jadi bodyguard sudah pasti akan mengikuti putrinya itu kemanapun putrinya pergi. Memikirkan hal itu membuat Alea tidak sabar menyaksikan gimana posesifnya suaminya itu kepada Ayra pasti sangat geli dan menggemaskan. Tentunya nanti itu akan menjadi perdebatan antara Ayra dan Alvan, yang membuat rumah semakin bewarna.
"Entar pulang sekolah papa jemput ya?!" ujar Alvan sembari mereka menikmati sarapan. Alvan paling suka kalau sudah mengantar dan menjemput si kembar.
"Beneran pah..?!"tanya keduanya bersamaan. Dan di anggukin oleh Alvan. "Yeah...!" teriak si kembar senang.
"Papa beneran mau jemput mereka? Apa papa gak sibuk?!" tanya Alea sembari memasukkan bekal kedua anaknya ke dalam tas. Sejak umur si kembar dua tahun Alvan dan Alea memanggil sebutan papa dan Mama kalau di depan anak-anak. Karena di umur segitu anak-anak akan mengikuti apa yang kita bicarakan jika mereka mendengarnya.
"Gak kok mah. Hari ini pekerjaan papa tidak begitu banyak dan papa juga tidak ada jadwal meeting, jadi papa bisa jemput mereka." jawab Alvan sembari menatap Alea penuh cinta. "Gimana kalau setelah jemput Ayra dan Arkana kita jalan ke mall?!" ajak Alvan membuat Arya dan Arkana bersorak kegirangan di ajak jalan ke mall oleh Alvan. "Sebelum papa jemput mereka, papa jemput mama dulu. Mama siap-siap ya, jam setengah sepuluh papa jemput dan kita jemput si kembar sama-sama." ujar Alvan.
"Baiklah, pulang jemput mereka kita jalan ke mall." sahut Alea.
Selesai sarapan mereka pun siap-siap akan berangkat. Ayra dan Arkana sudah berjalan menuju mobil setelah mereka pamit pada Alea. Sekarang giliran Alvan yang pamitan pada sang istri.
"Sayang mas berangkat ya.." ucap Alvan.
"Iya mas.. Hati-hati ya.." balas Alea sembari mencium punggung tangan suaminya. Kemudian Alvan mencium kening dan bibir Alea, seperti itulah rutinitas mereka setiap hari ketika Alvan akan berangkat bekerja. Lalu Alea pun mengantar Alvan ke depan pintu.
"Jangan lupa siap-siap ya sayang.. entar mas jemput kamu." ucap Alvan mengingatkan kembali istrinya.
"Iya mas.." sahut Alea.
Sampai di depan rumah, Alvan langsung masuk kedalam mobilnya yang sudah terparkir disana. Sementara si kembar sudah menunggu di dalam mobil.
"Dah mama.. Assalamualaikum..!" ucap mereka bersamaan sembari melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam.." jawab Alea tersenyum lebar. Setelah mobil suaminya tidak terlihat lagi Alea langsung masuk kedalam rumah.
*
__ADS_1
Sementara di tempat lain disebuah rumah yang tidak jauh dari rumah milik Alea dan Alvan. Ghea sedang mengomel pada putranya yang tidak mau di pakaikan baju seragam sekolah nya. Putranya itu bisa di bilang sedikit nakal.
Setelah acara Ulangtahun Alvan waktu itu di Bali, Yuda dan Ghea memutuskan pergi Haneymoon ke Turki, tapi sebelum ke Turki mereka pergi umroh seperti yang diinginkan oleh Yuda. Dan pulang haneymoon dari Turki Ghea langsung hamil.
Sehabis Ghea melahirkan anak pertamanya beberapa tahun yang lalu mereka membeli rumah berdekatan dengan Alvan dan Alea. Ghea memilih rumah dekat dengan sahabatnya itu, agar kalau lagi tidak ada pekerjaan atau lagi bosan ia bisa main ke rumah kakaknya itu.
"Kenapa sih sayang ngomel terus?!" tanya Yuda yang baru saja keluar dari kamar.
"Lihat deh sayang.. Anak kesayangan kamu itu gak mau di pakaikan baju. Padahal dia udah hampir telat ke sekolah loh." adu Ghea kesal. Yuda tersenyum menanggapi aduan istrinya itu.
"Hei jagoan papa kenapa gak mau pakai bajunya sih?!" tanya Yuda sembari mendekati putranya itu.
"Malvin bosan papa sekolah..!" jawab anak itu sembari cemberut.
Malvin Aldiano Mahesa itu lah nama anak dari Yuda dan Ghea. Malvin sendiri umurnya jalan empat tahun, tapi ia sudah pandai seperti Arkana. Kalau Arkana anaknya tidak banyak bicara dan sifatnya yang sabar seperti Alea. Berbeda dengan Malvin yang sedikit nakal dan gak mau diam. Kata mama dan papa dari Yuda, kenakalan Malvin sama persis seperti Yuda dulu ketika masih seumuran dengan Malvin. Sebagai orang tua harus banyak-banyak memiliki stok sabar untuk menghadapinya. Untungnya Yuda selalu sabar menghadapi putranya itu. Berbeda dengan Ghea, yang selalu saja mengomel dan di buat stres oleh Malvin. Tapi meski pun begitu Malvin sangat menyayangi Ayra. Berbeda dengan Arkana, mereka tidak begitu dekat. Sebab Arkana sendiri selalu menghindar kalau sudah bertemu dengan Malvin, karena Malvin itu sangat jahil dan ia selalu saja menjahili dirinya.
"Sini biar papa yang pakaikan." ucap Yuda dan Ghea langsung memberikan baju Malvin pada suaminya itu. "Kalau Malvin hari ini mau ke sekolah.. Entar papa ajak jalan ke mall deh kita beli mainan lagi ke sukaan Malvin, gimana?!" tawar Yuda pada putranya. Malvin mencoba berpikir dengan gayanya yang sangat menggemaskan. "Gimana?!" tanya Yuda lagi.
"Boleh deh, tapi kita nanti makan ayam KFC ya pah?!"
"Iya pah, maaf." ucap Malvin.
"Minta maaf sama mama sayang.. katanya anak papa mau jadi jagoan yang bisa melindungi mbak Ayra." ucap Yuda dengan begitu lembut.
"Iya pah!" Malvin langsung menolah ke Ghea. Sementara Ghea pura-pura menatap putranya dengan wajah garang. Malvin langsung menundukkan kepalanya takut.
"Maaf Malvin mama." ucapnya yang masih menundukkan kepala.
"Emm, oke mama akan maafin Malvin." Malvin langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah mamanya. "Tapi.. Malvin janji dulu sama mama, Malvin gak boleh nakal lagi, gimana?!" Malvin mengangguk lucu.
"Oke, saatnya kita sarapan..! Oh iya Entar kalau Malvin gak sekolah siapa dong yang jagain mbak Ayra?! tanya Yuda.
__ADS_1
"Oh iya pah, Malvin lupa. Soalnya kan mas Arkana gak berani sama mereka. Mas Arkana kan penakut." ucapnya. "Masa kan pah, mbak Ayra di ganggu, terus mas Arkana bilang apa coba pah?!"
"Bilang apa?!" tanya Yuda pura-pura penasaran.
"Masa' kan pah mas Arkana cuman bilang.. Jangan nakal, gak boleh gitu! Itu aja, kan Malvin kesel." adunya pada Yuda. Ghea dan Yuda tersenyum mendengarkan cerita dari Malvin. Putranya itu memang sayang banget pada Ayra anak dari kakaknya Alvan dan Alea.
"Terus Malvin apakan mereka yang ganggu mbak Ayra?!" tanya Ghea.
"Malvin adukan sama guru, kan kata papa gak boleh berantem. Ya kan pah?!" tanyanya serius.
"Wah anak papa pinter banget sih..! Makanya Malvin harus sekolah, biar bisa jagain mbak Ayra terus. Oke?!" ucap Yuda.
"Oke papa..!"
"Gitu dong jagoan papa..! Sekarang ambil tas Malvin di kamar, papa tunggu di meja makan ya..!" Malvin langsung berlari menuju kamarnya.
"Sayang.. Sabar ya..!" ucap Yuda sembari mengecup bibir Ghea.
"Iya sayang.. Kamu gak ke kantor?!" tanya Ghea.
"Kekantor sayang, cuman hari ini ada meeting di luar jadi sekalian anter Malvin ke sekolah." ya sekarang Yuda sudah jarang tampil di tv lagi, sejak dua tahun yang lalu. Belum sepenuhnya sih hengkang dari dunia artis, hanya saja sekarang Yuda lebih fokus menjalankan perusahaan papanya. Setelah papanya mengatakan berhenti mengurus Perusahaan, jadi Yuda yang menggantikan mengurus Perusahaan papanya, lagian dia anak satu-satunya. Tapi kadang kalau ada tawaran iklan ia masih mengambilnya. Tapi kalau untuk serial, dan film sudah tidak lagi. Dan mulai sekarang ia akan memikirkan masa depan anak-anaknya. Kalau menjadi Artis sebenarnya hanya selingan saja. Karena Perusahaan keluarganya nantinya akan menjadi milik anak-anaknya kelak. Jadi ia harus fokus membesarkan Perusahaan milik keluarga nya. "Kamu jangan capek-capek ya sayang.. Kamu kan lagi hamil." ucap Yuda mengingatkan. Sekarang Ghea tengah hamil anak kedua mereka. Dan kandungannya masih jalan tiga bulan.
"Iya sayang.." jawab Ghea.
"Entar selesai meeting aku langsung pulang kerumah nemenin kamu, tapi aku jemput Malvin dulu." ujar Yuda sembari menatap Ghea penuh cinta.
Yuda sangat bersyukur selama lima tahun ini rumah tangganya tidak ada masalah, palingan hanya perdebatan-perdebatan kecil. Tak lupa ia terus berdoa agar rumah tangganya bersama Ghea baik-baik saja sampai maut memisahkan.
"I Love you sayang.." ucap Yuda sambil mencium bibir istrinya. "Terimakasih sudah mau menerima lelaki yang Berengsek ini." ungkap Yuda.
"I Love you to sayang.. Aku juga Terimakasih sama kamu, kamu selalu saja sabar menghadapi aku yang cerewet dan bawel." balas Ghea tersenyum menatap Yuda. "Kamu gak bosan sama aku kan, yang selalu saja ngomel dan berisik." lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Gak dong.. Malahan sehari aja gak dengar Omelan kamu, rumah kayak sepi." jawab Yuda sembari menarik pinggang istrinya agar semakin dekat dengan tubuhnya. "Lagian kamu ngomel kan demi kebaikan aku." lanjut Yuda lagi. Kemudian mereka saling berpelukan.
"Waaahh.. uwah.. Papa sama mama jahat! Malvin gak di peluk!" protes Malvin yang tiba-tiba saja menangis melihat mereka berpelukan di ruangan meja makan. Yuda dan Ghea yang mendengarnya langsung tertawa. Putranya ini walaupun sedikit nakal tapi sangat menggemaskan.