Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 56


__ADS_3

Melihat Tasya sudah pergi, Alvan langsung membawa Alea kedalam ruangannya di ikuti oleh Arya yang penasaran pada Alea yang sudah kembali.


"Sayang, kamu gak apa-apa? mana yang sakit?!" tanya Alvan lagi yang masih terlihat kuatir. Kemudian Alvan memeluk Alea sembari mengecup kening Alea berkali-kali.


Sementara Arya terus memperhatikan Alvan dan juga Alea, apalagi ia sempat mendengar Alvan memanggil sayang pada Alea.


"Ehemm.." seketika Alvan dan Alea menoleh ke belakang dan ternyata ada Arya di belakang tubuh mereka berdua.


"Ngapain lo masuk keruangan gue?!" tanya Alvan sembari menatap Arya.


"Gue mau tahu sejak kapan Lo dan Alea bertemu?! oh ya ampun Lo bohongi gue Al, saat Lo bilang mau liburan di Bandung beberapa hari untuk menenangkan diri?! ternyata Lo mau berduaan dan melepas rindu dengan Alea? Apa malam itu Lo udah bertemu dengannya, saat Lo bilang mau istirahat dan gak mau di ganggu?!" tanya Arya penasaran dan juga kesal pada Alvan yang tidak mau bercerita padanya kalau ia sudah menemukan Alea.


"Iya, di acara pembukaan Apartemen kemarin gue bertemu dengan Alea. Dan saat itu Alea berada di sana juga, kami tidak sengaja bertemu di toilet." jelas Alvan.


"Sompret Lo emang! udah bohongi gue, gak ada kasih tahu gue lagi! kalau Lo udah ketemu Alea. Pantes aja, saat tadi gue kasih tahu pemilik toko kue yang di pesan Heri kemarin itu adalah Alea, Lo biasa aja. Ternyata Lo udah bertemu duluan sama Alea!" ucap Arya kesal. Alvan malah tertawa terbahak-bahak mendengar kekesalan Arya padanya.


"Sing ini tadinya gue mau ngajak makan siang bersama dengan lo, sekalian mau ngasih tahu ke Lo kalau gue udah bertemu Alea. Dan pagi tadi gue udah meminta Alea untuk masak makan siang lebih banyak. Eh gak tahu nya ada kejadian yang tidak di inginkan! Jadi tahu sendiri deh Lo!" mendengar Alea masak makan siang untuknya juga, Arya yang tadinya kesal langsung senyum sumringah. "wah kebetulan sekali gue udah lapar." ucap Arya senang.


"Tadi aja kesal, eh tahu kalau Alea membawa makan siang langsung sumringah!" kini giliran Alvan yang kesal.


"Bawel lo ah! cepat ayo makan gue udah lapar." ucap Arya yang langsung duduk di sofa.


"Sayang siapkan makan siangnya, tuh si kunyuk udah gak sabar makan masakan kamu." pinta Alvan pada Alea untuk menyiapkan makan siang yang udah di bawa olehnya.


"Iya mas.." sahut Alea sembari membuka kotak bekal yang sudah ia bawa dari rumah.


Alea pun meminta pada Alvan untuk mengajak sekretaris nya untuk makan siang juga bersama mereka, karena Alea membawa banyak makan siang untuk mereka dan mubajir kalau gak habis. Alvan pun menuruti istrinya. Jadi mereka saat ini makan berempat di ruangan Alvan. Heri, Sekretaris Alvan sempat terkejut saat melihat Alea. Heri masih kenal betul Alea adalah pemilik toko kue yang ia pesan waktu itu. Ia tidak menyangka kalau Alea adalah istri dari Alvan, bosnya. Soalnya selama satu tahun ia bekerja dengan Alvan, belum sekalipun ia melihat istri bosnya itu.

__ADS_1


"Jadi Al, Lo mau cuti dua Minggu itu bukan liburan kan?! Lo itu mau haneymoon bersama Alea, ngaku aja Lo, jangan bohong lagi!" ucap Arya saat mereka sudah selesai makan siang.


"Hahaha tahu aja Lo!"


"Bangsat Lo ya..!


"Hahaha.." Alvan tergalak. "Makanya cepat nikah Lo, apalagi yang mau lo tunggu. Umur udah kepala 3 woi.." ucap Alvan yang masih tertawa.


"Lihat aja kalau gue udah nikah nanti, gue mau cuti satu bulan untuk pergi haneymoon. Biar Lo kalang kabut ngurusin kerjaan. Pusing-pusing deh Lo!" kesal Arya.


"Enak aja Lo mau cuti sebulan.. gak ada gue kasih dua Minggu itu udah paling lama!" protes Alvan.


"Ogah! gue mau satu bulan." tolak Arya.


Sementara Alea yang lagi asyik main game di ponselnya hanya bisa geleng-geleng kepala saja mendengar perdebatan mereka berdua.


Jam 6 sore mereka udah di rumah mama Nita. Sementara mereka tinggal di rumah orang tua Alvan, sepulang dari haneymoon baru mereka akan pindah ke Apartemen Alvan lagi. Karena Alvan belum membeli rumah untuk mereka berdua. Sementara waktu meraka akan tinggal dulu di Apartemen sembari mencari rumah yang pas dan nyaman untuk mereka tinggalin nanti.


"Sayang kamu gak masalahkan kalau mas ajak kamu pergi haneymoon ke Lombok?" tanya Alvan.


Alea yang lagi melipat mukena dan sajadahnya karena baru selesai sholat Maghrib pun menoleh ke sang suami.


"Gak mas.. aku ngikut aja yang penting itu pergi sama mas." jawab Alea.


"Ya perginya sama mas dong sayang.. emangnya kamu mau pergi haneymoon sama lelaki lain?!" tanya Alvan.


"Ya gak lah! Kan aku istrinya mas, masa haneymoon nya sama lelaki lain, yang ada dosa dong mas.." sahut Alea yang kemudian duduk di sofa tepat di samping Alvan.

__ADS_1


"Awas aja ya.. kalau kamu pergi dengan lelaki lain. Mas akan kasih perhitungan sama lelaki itu." ancam Alvan.


"Terus mas sendiri gimana? apa mas masih berhubungan dengan mbak Tasya?" tanya Alea


"Apa kamu cemburu, sayang?" goda Alvan.


"Siapa sih yang gak cemburu kalau mantan kekasih suaminya masih sering mendatangi suaminya." ucap Alea lirih tapi masih bisa di dengar oleh Alvan.


Alvan tersenyum tipis, "sayang apa kamu cemburu dengan Tasya?!" tanya Alvan lagi.


"Gak mas.." jawab Alea


"Yakin?"


"Hmm.."


"Masa sih istri mas gak cemburu?" Alvan tahu pasti istrinya gengsi bilang cemburu.


"Iya mas.." ucap Alea cemberut.


Kemudian Alvan menarik Alea agar duduk di pangkuannya. "Iya deh yang gak cemburu.." ucap Alvan sembari menarik ujung hidung Alea gemas. "Perlu kamu tahu sayang, mas hanya cinta sama kamu. Mas tahu dia masalah mas, tapi masa depan mas itu kamu. Emang dia sering ke kantor mas, tapi mas gak pernah memperdulikan dia. Wanita itu aja yang gak tahu diri, udah di usir masih saja kekeh datang ke kantor." terang Alvan.


"Mas beneran, udah gak ada rasa cinta lagi pada mbak Tasya?!" tanya Alea memastikan.


"Iya sayang.. mas gak bohong sama kamu." jawab Alvan. "Coba kamu rasakan ini." Alvan meletakkan telapak tangan Alea ke dadanya. "Apa kamu bisa merasa debaran jantung mas yang begitu kencang, sayang..?!" Alea menganggukan kepalanya.


"Hanya dengan kamu jantung mas berdetak sangat kencang. Dengan Tasya dulu, mas sama sekali tidak merasakannya. Mas saja hampir depresi kamu tinggal setahun ini, sayang. Mungkin kalau sampai bertahun-tahun mas tidak bertemu dengan kamu, mas yakin pasti mas udah benar-benar gila." ucap Alvan yang langsung memeluk Alea sangat erat. Alea pun membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2