
"Ghe, kamu gak mungkin gak tahu dimana Alea!" Ghea menghela nafasnya melihat kakaknya entah udah yang keberapa kali bertanya soal Alea, dimana.
"Ghe, Lo sahabat dekatnya, gak mungkin Alea gak bilang ke lo kalau dia mau pergi." yang ini Arya yang berbicara.
Ya, saat ini Alvan dan Arya menemui Ghea di tokonya. Sebab mereka tidak menemukan keberadaan Alea. Arya juga udah ngecek ke bandara, kali aja Alea pergi keluar kota atau keluar negeri. Namun sayang, nama yang di cari tidak ada pergi menaiki pesawat. Di Stasiun juga tidak ada.
"Kak Al, beneran aku gak tahu Ale ada dimana. Kalau aja aku tahu.. udah aku samperin Ale, sekarang." jawab Ghea kekeh dengan jawabannya. "Aku juga udah mencoba menghubungi Ponselnya terus, tapi tetap saja ponsel Ale tidak bisa di hubungi." tambah Ghea lagi.
Alvan pun langsung terduduk, Alvan bingung harus mencari Alea kemana lagi. "Reyhan." lirih Alvan saat mengingat nama lelaki yang sering bersama Alea di Cafe. Dan Alea pernah bilang kalau lelaki itu juga sahabatnya.
"Ghe, dimana Reyhan tinggal?!" tanya Alvan.
"Reyhan?"
"Iya, Reyhan? kamu tahukan dimana lelaki itu, tinggal?"
"Kakak kenal dengan Reyhan?" tanya Ghea balik.
"Iya, kakak pernah bertemu dan kenalan dengannya di Cafe, saat Alea dan Reyhan makan siang bersama." jawabnya. "Please Ghe, beri tahu kakak alamat Reyhan sekarang juga." mohonnya pada Ghea.
Ghea menghela nafasnya sembari menatap sang kakak. "Oke." jawab Ghea.
Sampainya di apartemen Reyhan. Alvan langsung memencet bellnya. Tak berapa lama Reyhan pun membuka pintu nya. Reyhan sedikit terkejut melihat siapa yang datang ke apartemennya. Seketika Reyhan tahu apa maksud Alvan.
"Ada perlu apa Lo kesini?!" tanya Reyhan.
"Dimana Alea?!" tanya Alvan tanpa basa-basi.
__ADS_1
Dan tebakannya benar, kalau tujuan Alvan pasti ingin bertanya keberadaan Alea. Kemudian Reyhan mendengus dan sedikit kesal pada Alvan yang tidak bertanya dengan datar.
"Ck! kenapa Lo tanya sama gue?! Lo kan suaminya! Maaf Alea tidak ada disini!" jawab Reyhan dengan nada ketus.
"Gak mungkin Lo gak tahu! Alea pergi dari apartemen sejak semalam. Dan gue yakin Lo tahu dimana dia!" ucap Alvan kesal sembari menarik kerah baju Reyhan.
"Apa! Alea pergi?!"
"Udah deh Lo jangan pura-pura. Gue tahu Lo pasti tahukan dimana, Alea?!" tanya Alvan lagi yang mulai hilang kesabaran.
"Hahaha.. andai saja gue tahu Alea dimana.. gue juga tidak akan memberitahukan nya padamu. Tapi sayang sekali bro, gue tidak tahu dimana Alea..!" ucap Reyhan sembari menepis tangan Alvan dari kearah bajunya.
Kemudian Reyhan menatap penampilan Alvan dari atas sampai bawah. Sangat kacau, dan berantakan. Reyhan tak menyangka, seorang Alvan pengusaha terkenal bisa sekacau ini di tinggal oleh Alea dalam sehari saja. Reyhan bisa melihat matanya Alvan mengisyaratkan kesedihan di tinggal oleh Alea. Apakah seorang Alvan juga mencintai Alea? entahlah.
"Lebih baik Lo pergi dari Apartemen gue! dan soal Alea, gue akan cari dia. Tapi kalau gue sudah menemukannya, tidak akan gue biarkan Alea kembali dengan lo!" ucap Reyhan yang langsung menutup pintunya dengan keras.
"Sial!!" umpat Alvan. "Awas aja Lo, tidak akan gue biarin Lo dekat dengan Alea maupun berteman dengannya." kesal Alvan yang langsung pergi dari apartemen Reyhan.
*
*
Alea benar-benar menghilang bak telan bumi. Tidak ada jejak sedikit pun sama sekali perginya Alea. Semua cara sudah di lakukan oleh Alvan, tapi tetap sama dia belum juga bisa menemukan keberadaan, Alea. Alvan juga sudah bertanya berkali-kali kepada Reyhan dan Ghea, jawaban mereka tetap sama tidak mengetahui keberadaan Alea. Entah memang mereka tidak tahu atau sengaja mereka menyembunyikan keberadaan Alea, darinya.
"Sayang kamu disini, nak?" tanya Nita pada putranya. "Gimana, apa sudah menemukan Alea?!" tanya Nita lagi.
"Belum mah.." jawab Alvan lemah sembari merebahkan tubuhnya ke sofa.
__ADS_1
Melihat putranya seperti itu, Nita pun merasa sedih. Iba dengan Alvan yang terlihat sangat lelah dan kurang tidur. Sebab putranya itu terus mencari Alea.
Ya, Yuanita mama dari Alvan sudah mengetahui menantunya pergi. Awalnya Nita marah pada Alvan, karena kebodohan putranya itu membuat menantu yang ia sayangi pergi. Tapi setelah melihat begitu frustasi dan kacaunya Alvan, Nita jadi tidak tega. Suaminya juga sudah membantu mencari Alea, tapi tetap saja belum menemukan Alea.
"Assalamu'alaikum mah..." ucap Ghea yang baru saja masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam..." jawab Nita. "Tumben jam 4 sudah pulang?!" tanya sang mama.
"Iya mah. soalnya entar Ghea mau oergi dengan Yuda." jawab Ghea.
Sementar Alvan, langsung terbangun setelah mendengar suara Ghea.
"loh kak Alvan kerumah?" tanya Ghea.
Alvan beranjak dari sofa kemudian berjalan mendekati adiknya. Lalu Alvan langsung berlutut di hadapan adiknya, Ghea dan Nita yang melihat itu pun terkejut.
"Kak, apa yang kamu lakukan? berdiri kak.." Alvan tidak mendengarkan ucapan adiknya ia tetap berlutut di depannya.
"Kak.."
"Ghea, please kakak mohon beritahu kakak dimana Alea?" mohonnya dengan lirih.
"Kak bangun, jangan seperti ini."
"Kakak tidak akan bangun sebelum kamu memberitahukan dimana, Alea." kekeh Alvan.
Ghea menghela nafas nya, kakaknya gak berhenti juga untuk menanyakan keberadaan Alea.
__ADS_1
"Terserah kakak, kalau mau terus berlutut begitu. Tetapi percuma saja, aku gak tahu dimana Alea. Sampai sekarang aku juga uda nyari dia, tapi tetap sama aku belum menemukan nya." Kemudian Ghea pergi menuju kamarnya dan membiarkan kakaknya yang masih bersimpuh.
Sebenarnya Ghea tidak tega dengan kakaknya. Makanya ia cepat-cepat pergi dari hadapan kakak nya, ia takut keceplosan. "Maaf kak aku tidak bisa memberitahukan Alea ada dimana, karena itu permintaan Alea sendiri dan aku juga ingin menghukum kakak, karena sudah menyakiti hati sahabat ku. Dan kalau kalian memang berjodoh, sejauh apapun kalian pasti Allah akan mempertemukan kalian berdua kembali suatu saat nanti." lirih Ghea yang berdiri di depan pintu kamarnya sembari menatap kakaknya yang masih bersimpuh di lantai.