Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 73


__ADS_3

Setengah jam akhirnya Tasya dan Bian sampai di tempat tujuan, begitu pun juga dengan Alvan dan Arya yang mengikuti mereka. Tapi Arya sengaja menghentikan mobilnya sedikit jauh dari rumah penyekapan Alea, agar tidak di ketahui oleh Tasya.


"Lo menyekap Alea disini?!" tanya Bian tak percaya.


"Iya. Kenapa emang?!" tanya Tasya.


Kenapa gak Lo bawa aja ke Apartemen Lo gitu?! atau di mana gitu.. Rumah ini, kotor kali Sya.. rumah yang udah tidak layak di tempati." ucap Bian gak habis pikir dengan Tasya tega menyekap Alea di tempat kumuh seperti ini.


Bian terus memperhatikan sekita rumah. Sampainya masuk kedalam rumah, Bian melihat ada tiga orang lelaki berbadan lumayan kekar di dalam, yang sepertinya orang yang sengaja di suruh Tasya untuk menjaga Alea.


"Bos.." sapa ketiga laki-laki itu pada Tasya.


"Kalian bisa keluar dan awasi diluar." perintah Tasya.


"Baik bos." jawab mereka bertiga.


"Dimana Alea?!" tanya Bian yang tidak sabar ingin mengetahui keadaan Alea.


"Sabar Bi.. dia di dalam kamar." jawab Tasya.


Saat Tasya sibuk membuka kunci kamar, Bian mengirim pesan pada Alvan, dan ia memberitahukan kalau ada tiga orang lelaki yang menjaga rumah ini dan mereka harus hati-hati.


Pintunya pun terbuka, Tasya dan Bian masuk kedalam kamar. Bian melihat ada seorang wanita berhijab tengah tertidur. Iya yakin itu Alea, Bian pun berusaha mendekati dengan perlahan dan Bian mengepalkan tangannya ketika melihat Alea duduk di kursi dengan kedua tangannya dan kakinya di ikat, Bian melihat wajah cantik Alea ada beberapa luka lebam di wajahnya dan di sudut bibir Alea. Andai saja Tasya ini seorang lelaki, pasti udah ia hajar habis-habisan.


"Oh dia lagi tidur Bian. Mungkin di kelelahan kali." ucap Tasya dengan santainya. Kemudian Tasya mengambil botol minum yang ada didekat Alea, lalu menyiram air itu ke wajah Alea, membuat Bian terkejut dengan apa yang di lakukan Tasya barusan.


"Tasya! apa-apaan Lo main siram wajah orang gitu aja." bentak Bian.


"Oh ayolah Bian biar dia sadar.." ucap Tasya tak perduli.


"Tapi tidak seperti itu juga membangunkannya." kesal Bian.


Sementara Alvan dan Arya berjalan dengan perlahan menuju rumah tempat Alea di sekap. Polisi sendiri masih berada di perjalanan menuju ke tempat mereka.


"Ar, cepetan..!" ucap Alvan yang terus maju mendekati rumah tersebut.

__ADS_1


"Sabar dong Al..! Apa Lo udah siapin ancang-ancang untuk mengajar mereka?!" tanya Arya.


"Udah! malahan gue udah gak sabar buat memberi mereka pelajaran karena udah menculik Alea."


*


Alea sendiri terkejut tiba-tiba saja ada yang menyiramkan air ke wajahnya, Ia pun terbangun. Ia merasa tubuhnya lemas, perutnya juga terasa sangat lapar.


"Bangun juga Lo! nih ada yang mau bertemu dengan Lo!" ucap Tasya.


"Bian!" ucap Alea terkejut karena ruangan ada Bian juga bersama Tasya. Bian yang melihat keadaan Alea, merasa iba. Gimana dengan suaminya, Alvan? Pasti Alvan akan murka melihat keadaan istrinya seperti ini.


"Kenapa? Lo kaget ada Bian di sini?! Asal lo tahu ya Alea, kalau Bian dan gue itu_-" Tasya menghentikan ucapannya karena mendengar ada suara ribut-ribut di luar.


"Sialan! suara ribut apa itu?!" Tasya pun berjalan menuju pintu. Ia ingin mengecek apa yang terjadi di luar. Sedangkan Bian memanfaatkan kesempatan untuk menolong Alea, membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Alea.


Saat akan membuka pintunya, pintu itu udah di buka duluan dari luar. Tasya terkejut melihat Alvan sudah ada di depan pintu.


"AL..!"


"Sayang..!" panggil Alvan. Alea yang mendengar suara Alvan, langsung menoleh ke arahnya.


"Mas..!" Alvan membuka ikatan tali di kaki Alea, kemudian Alvan langsung memeluk Alea begitu erat. Bian pun yang melihat itu menjauh dari mereka.


"Sayang, maaf mas terlambat datang nyelamatin kamu." ucap Alvan sembari mengurai pelukannya.


Alvan emosi melihat keadaan istrinya, ada luka lebam di kedua sudut bibir Alea. Pipi istrinya ada luka goresan dan darahnya udah mengering.


"Sayang maaf.." Alvan mengelus pipi Alea lembut takut istrinya kesakitan.


"Gak apa-apa mas, aku bersyukur mas udah datang." sahut Alea dengan nada lemah.


Kemudian Alvan memeluk Alea, ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal melihat keadaan istrinya. Ia bersumpah akan membuat Tasya di penjara dengan waktu yang lama. Kalau saja Tasya itu lelaki, udah ia hajar sampai memohon ampun padanya.


"Dasar wanita iblis! Paras Lo aja yang cantik, tapi gue gak nyangka Lo begitu kejam." ucap Bian sembari menatap Tasya tajam.

__ADS_1


"Lo! kurang ajar! Lo sengaja jebak gue iya?!" tanya Tasya penuh emosi pada Bian.


"Iya! gue sengaja jebak Lo! Kalau saja Alvan tidak menemui gue dan bertanya soal Alea. Gue pasti tidak akan tahu kalau Alea di culik. Dan gue udah bisa nebak kalau Lo yang menculik Alea. Demi untuk mengetahui keberadaan Alea, gue sengaja berpura-pura mengajak Lo kerjasama lagi dan apa? Lo percaya sama gue. Lihat sekarang kami udah bisa menemukan Alea berkat dirimu juga." Terang Bian.


"Lo Bian kurang ajar!" Bentak Tasya.


"Lihat aja gue gak akan tinggal diam, akan gue balas Lo semua!" Ketika Tasya akan mendekati Alvan dan Alea tangan di cekal langsung oleh Bian.


"Jangan coba-coba Lo!"


"Lepasin! tahu gitu gue langsung habisi saja nyawa Alea!" Ucap Tasya. Mendengar ucap Tasya Alvan mengepalkan kedua tangannya.


"Mas jangan.." ucap Alea menahan Alvan yang ingin menyamperin Tasya.


"Tapi sayang, dia udah keterlaluan!" kesal Alvan.


"Biarkan saja, yang penting aku baik-baik saja." ujar Alea. Alvan pun menurut pada Alea.


"Ayo cepat ikut gue!" bentak Bian yang ingin membawa Tasya keluar dari ruangan tempat penyekapan Alea.


"Gue gak mau! Lepasin!"


"Gak akan gue lepasin! lo harus di serahkan ke polisi." ucap Bian.


"Apa! polisi?! gak.. gue gak mau di bawa ke polisi!" teriak Tasya.


Dan tak lama polisi datang nyamperin mereka beberapa polisi langsung membawa tiga lelaki yang sudah terkapar di lantai, karena sempat di hajar oleh Alvan dan Arya. Tiga lelaki itu adalah lelaki yang di bayar Tasya untuk menculik Alea.


Melihat Polisi udah datang, Bian langsung menyerahkan Tasya kepada polisi. "Lepasin!!" teriak Tasya berusaha memberontak karena polisi memegang tangannya yang akan di borgol.


"LEPASIN!! GUE GAK MAU DI PENJARAH!" teriak Tasya lagi sembari emosi. Apalagi mata Tasya terus menatap tajam Alvan dan Alea yang sedang berpelukan. Membuat ia semakin marah, sebab usahanya udah gagal menghancurkan hubungan Alvan dan Alea. Dengan sekuat tenaga Tasya berusaha melepaskan diri dari polisi. Setelah tangannya terlepas, Tasya langsung mengambil pistol yang ada di pinggang salah satu polisi, kemudian Tasya menembak ke arah Alvan yang masih memeluk Alea.


Dorr


Dorr

__ADS_1


Seketika semua kaget dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Tasya.


__ADS_2