Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 119


__ADS_3

"Terimakasih kasih sayang.." ucap Alvan di sela-sela pelukan mereka. Kemudian Alvan mencium kening Alea dengan lembut, lalu mencium bibirnya membuat orang yang ada di ruangan bersorak gembira. Alea sendiri jadi malu karena suaminya yang mencium bibirnya dengan mesra di depan semua orang. "Mas kira kamu beneran marah dan tidak mau memaafkan mas. Mas benar-benar takut kamu ninggalin mas sayang.." ucapnya dengan manja. "Mas gak nyangka kamu sudah menyiapkan acara ulang tahun mas. Sampai mengundang teman-teman mas semua." ucap Alvan sangat bahagia. Kemudian Alvan kembali memeluk Alea.


"Stop Al, mesraan nya entar lanjut di kamar aja ya.. Kalian telah melupakan dua makhluk yang sangat menggemaskan ini." ucap Nita yang berjalan menghampiri Alvan dan Alea sembari menggendong Arkana dan Sandy menggendong Ayra.


Alvan pun langsung mengurai pelukannya dari Alea dan ia pun melihat ke arah mamanya dan papanya yang sedang menggendong si kembar. Alvan kembali meneteskan airmatanya ketika menatap kedua anaknya, ia sangat merindukan mereka. Sementara si kembar langsung berceloteh saat melihat papanya. Alea tersenyum melihatnya, pasti anaknya juga merindukan papanya karena beberapa hari tidak melihat papanya.


"Oh anak papa pasti rindu ya sama papa.." ucap Alvan sembari mengambil alih Ayra dari Sandy. Kemudian Alvan menciumi Ayra dengan gemas. Lalu ia pun juga mencium Arkana yang di ada di gendongan mamanya.


"papa sangat merindukan kalian.."


"Kami juga kangen sama papa.." Nita menjawab dengan menirukan suara anak kecil. "Selamat ulang tahun papa.. Semoga papa sehat selalu, dan semakin menyayangi kami ya.." lanjut Nita lagi mengucapkan selamat pada Alvan mewakili si kembar.


"Terimakasih anak-anak papa yang menggemaskan.." balas Alvan tersenyum bahagia.


"Selamat ulangtahun Al.. Semoga di usiamu yang menginjak kepala tiga ini, kamu semakin dewasa. Kamu selalu sehat, selalu bahagia dan semakin sukses. Papa doakan semoga Kamu dan Alea selalu bersama sampai ajal menjemput." ucap papa Sandy memberi selamat pada putranya.


"Aamiin.. Terimakasih pah." balas Alvan.


"Dan satu lagi, tambah momongan ya.. Biar papa dan mama banyak cucu." sambung Nita.


"Doain aja mah. Tapi kasian si kembar masih terlalu kecil.. Itu sana minta sama Ghea dan Yuda mah. Suruh tiap hari buatnya biar cepat jadi Dede bayinya." Alvan langsung mendapat pukulan dari adiknya Ghea.


"Omongan Lo kak gak tahu tempat!" omel Ghea. Alvan malah tertawa senang.


Akhirnya Alvan bisa tersenyum bahagia karena sudah bertemu dengan istri maupun kedua anaknya. Yang ternyata ini memang sandiwara istrinya untuk memberikan kejutan ulangtahunnya. Senyumnya sedari tadi tidak pernah pudar ia sangat bahagia. Apalagi di hari ulangtahunnya kali ini banyak teman-temannya yang hadir. Entah dari mana istrinya tahu semua temannya saat masa SMA dulu. Dan istrinya bisa mengundang semuanya.


"Selamat ulangtahun bro.. Gue gak nyangka Lo punya istri yang sangat romantis. Dan gue juga gak nyangka Lo udah punya buntut, dua lagi. Tapi yang gue bingung kenapa istri Lo itu bukan Tasya?!" ucap teman Alvan bernama Dika memberikan selamat dan sembari bertanya kenapa istrinya bukan Tasya. "Bukannya Lo dulu pacaran sama Tasya model itu ya..kan pernah lo kenalin ke gue saat kita terakhir bertemu dua tahun yang lalu?!" ucapnya lagi. Alvan tersenyum menanggapi ucapan temannya itu.


"Ceritanya panjang, dan tuhan memang gak membuat gue berjodoh dengannya." jawab Alvan.


"Lo ko bisa? Padahal Lo pacaran sama dia lama banget Lo." ujar Dika. "Tapi kalau gue lihat-lihat istri Lo yang ini gak kalah cantik kok dari Tasya." lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Terimakasih bro."


"Jadi itu Tasya kemana bro, gue gak pernah lihat wajahnya ada dia majalah lagi. Biasanya setiap gue lihat Majalah Model dia selalu ada di dalamnya?!"


"Dia di penjara Dik?!"


"Apa! Penjara?! Seriusan Lo Al?!" tanyanya tak percaya.


"Iya.." jawab Alvan.


"Di penjara kenapa Al?! Itu makanya Lo putus sama dia?!" Alvan menghela nafasnya.


"Bukan. Dia menculik istri gue dan nembak istri gue. Sampai membuat istri gue kehilangan satu ginjalnya karena rusak terkena peluru!" beber Alvan menceritakan kenapa Tasya di penjara. Dika yang mendengar itu terkejut dan syok.


"Ya tuhan.. Gue gak nyangka dia seperti itu." ujarnya.


"Lo apa gak pernah lihat gosip dan berita?!" tanyanya.


"Gue gak hobi lihat gosip bro." sahut Dika sembari tertawa. Mereka pun akhirnya menyudahi pembicaraan Tasya dan berlanjut membicarakan bisnis.


"Berarti dari awal Lo udah tahu kan Alea ada dimana?!" tanya Alvan pada Arya. Karena lelaki itu hadir juga di acara sepupunya itu. Arya tertawa menanggapi tuduhan sepupunya. "Berengsek lo!" kesal Alvan.


"Jadi, galau berat dong di tinggal istri sama anak?!" ucap Gio berkomentar.


"Kaya lo pada gak gitu juga kalau di tinggal sama istri berhari-hari. Sehari aja udah pada streskan gak ketemu!" balas Alvan. Dan mereka pun akhirnya tertawa bersama-sama membuat para istri geleng-geleng kepala melihatnya.


*


"Sayang mana si kembar?!" tanya Alvan yang baru saja masuk kedalam kamar hotel tempat mereka menginap, karena sudah terlalu malam kalau mereka balik ke Villa. Kasian si kembar pasti kelelahan.


"Mereka tidur dengan papa sama mama." jawab Alea sembari membersihkan wajahnya. Alvan menghampiri istrinya dan ia pun berdiri di belakang sang istri sembari memperhatikan istrinya di cermin. Dalam hati ia sangat bersyukur, Allah telah mengirimkan Alea kedalam hidupnya meski awalnya ia tidak menginginkan Alea menjadi istrinya. Memang Allah maha segalanya yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Yang tadinya tidak menyukai, bisa menjadi berbalik. Seperti dirinya yang tidak menyukai istrinya di awal pernikahan, tapi sekarang bahkan membuatnya hampir gila kalau jauh dari istrinya itu.

__ADS_1


"Kenapa mas kok lihatin aku segitunya?!" tanya Alea. Alvan lalu memutar kursi yang di duduki oleh Alea dan membuat Alea menjadi menghadapnya. Kemudian Alvan duduk di lantai, ia meraih tangan Alea dan menciumnya dengan lembut.


"Kok duduk di lantai si mas.." ucap Alea.


Alvan tersenyum menatap Alea, "Mas minta maaf sayang, atas kejadian di kantor kemarin itu." ucap Alvan merasa bersalah.


"Aku gak marah kok mas, dan saat itu aku melihat semuanya.. dari wanita itu masuk keruangan kamu, berdiri di dekat kamu dan sampai wanita itu berada jatuh di at_-" Alea menghentikan ucapannya karena Alvan meletakkan jari telunjuk ke bibirnya.


"Tetap saja sayang, mas harus minta maaf ke kamu. Karena kejadian itu, membuat tubuh mas jadi bersentuhan dengannya. Itu wajar jika kamu memang marah pada mas. Dan mas juga minta maaf, karena mas gak pernah dengerin apa kata kamu untuk mengganti sekretaris waktu itu." jelas Alvan. "Tapi kamu gak perlu kuatir lagi sayang, mas udah pecat wanita itu. Maaf jika telat memecat wanita itu. Sekali lagi mas minta maaf sayang." tambah Alvan lagi.


"Iya mas.. Aku gak marah kok sama kamu dan aku maafin kamu." ucap Alea dengan tulus.


"Terimakasih sayang.. Terimakasih." Alvan langsung memeluk Alea sangat erat dan kembali air matanya mengalir. "Mas sangat merindukan kamu sayang.. Sangat! Please jangan pernah tinggalin mas. Mas akan turuti apa semua kata-kata kamu mulai sekarang, jika menurut kamu itu kurang baik buat mas, mas akan turuti kamu sayang.." Alea tersenyum mendengar perkataan suaminya itu sembari mengelus punggung suaminya dengan lembut.


"Ya udah kita tidur yuk? Udah malam banget Lo mas.. Kamu bersih-bersih dulu gih! Biar tidurnya nyaman." Alvan langsung mengangguk kepalanya menuruti sangat istri.


Sepuluh menit Alvan selesai membersihkan tubuhnya, kemudian ia memakai pakaian tidur yang sudah dia siapkan oleh sang istri. Alvan tersenyum menatap Alea yang lagi duduk di atas kasur sembari menunggunya. Alvan pun langsung merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas paha Alea. Dengan lembut Alea mengelus kepala Alvan.


"Sayang..!"


"Hmm.."


"I Love you..!" Alea tersenyum mendengarnya.


"Love you more mas.." balas Alea. Alvan memeluk perut Alea.


"Sayang.. Apa mas boleh minta sesuatu?!" tanya Alvan.


"Mas mau minta apa?!" Alvan pun menatap wajah istrinya dengan tatapan memuja.


"Mas menginginkan kamu sayang, boleh?!" tanyanya meminta izin.

__ADS_1


Alea tersenyum menatap suaminya. "Boleh mas.. karena hari ini ulangtahun kamu, kamu boleh melakukannya sepuasnya. Anggap aja ini hadiah ulang tahun kamu dari aku, karena aku tidak bisa memberikan hadiah pada mu. Soalnya kalau barang-barang kamu sudah memiliki semuanya mas." ucap Alea. Alvan ternyum bahagia mendengarnya. "Ya Allah aku sangat mencintai wanita ini, jangan engkau pisahkan aku dengannya Ya Allah, keciuali ajal menjemput kami."ucap Alvan dalam hati.


Meraka pun melakukan penyatuan dengan penuh cinta sampai menjelang subuh. Alvan benar-benar menggempur istrinya berkali-kali. Untungnya si kembar tidur dengan nenek dan kakeknya jadi mereka melakukannya tanpa ada gangguan. Selesai Sholat subuh pun Alvan masih melakukannya. Mungkin ini efek rindu dan di tinggal pergi oleh istrinya beberapa hari.


__ADS_2