Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 108


__ADS_3

Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Ghea memutuskan memakai lingerie dari Alea.


"Ya ampun.. ini gila! Masa' ia gue pakai ini di depan Yuda sih!" monolog Ghea yang mantap dirinya di cermin ketika sudah memakai lingerie. "Malu dong gue, yang ada gue kaya' wanita murahan banget." tambah Ghea lagi.


Tok tok tok


"Sayang.. Kamu baik-baik aja, kan? kok lama banget di dalam?!" tanya Yuda kuatir istrinya itu sudah setengah jam lebih tidak keluar-keluar dari kamar mandi.


"iya.. Aku gak apa-apa Yud.." Yuda bernafas lega mendengar jawaban dari Ghea.


Ghea pun cepat-cepat memakai pakaian tidurnya, untuk menutupi lingerie yang ia pakai.


"Ayo Ghe, Lo pasti bisa. Menikah dengan Yuda itu udah keputusan Lo yang Lo ambil. Ayo Ghe berikan hak Yuda malam ini juga." ucap Ghea pada dirinya sendiri sembari berjalan menuju pintu.


Cklek


Ghea membuka pintu, kemudian ia keluar dari kamar mandi. Mata Ghea dan Yuda bertemu, karena Yuda ternyata masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Kamu gak apa-apa kan sayang?!" tanya Yuda lagi.

__ADS_1


"Iya.." sahut Ghea sembari tersenyum tipis menatap Yuda. Mereka pun berjalan menuju kasur dan mereka naik ke kasur bersamaan. Jangan di tanya jantung Ghea berdetak kencang, bingung apa yang harus ia lakukan.


"Ghe kalau kamu udah ngantuk, tidur aja duluan. Aku harus menghafal naskah dulu untuk shooting besok pagi." ucap Yuda sembari di tangannya memegang kertas naskah yang lumayan tebal.


"Besok aja lagi Yud, ini udah jam 11 malam loh." Yuda langsung menoleh ke Ghea sambil tersenyum.


"Iya sayang.. Bentar aja kok." ucapnya kemudian mencium kening Ghea dengan lembut. Lalu Yuda kembali melanjutkan membaca naskahnya lagi.


Setengah jam Yuda selesai membaca naskahnya, kemudian Yuda menoleh ke arah istrinya, "loh kamu belum tidur?" tanya Yuda melihat istrinya lagi bermain dengan ponselnya. "Kok belum tidur, kenapa hmm?!" tanya Yuda sembari menarik ponsel Ghea dan meletakkannya ke atas nakas. Ghea langsung menatap Yuda dan mata mereka saling pandang dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Entah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah bertemu. Lagi-lagi Yuda senang ciumannya di balas oleh Ghea. Setelah nafas mereka hampir habis, Yuda langsung melepaskan ciumannya. Lalu Yuda menarik Ghea kedalam pelukannya. Ghea tersenyum ketika mendengar detak jantung Yuda yang berdetak sangat kencang. Karena posisi wajah Ghea berada di atas dada bidang Yuda.


"Apa kamu bisa mendengarnya, sayang?!" tanya Yuda yang membuat Ghea bingung dengan pertanyaan dari Yuda.


"Ma-maksud kamu?!" Ghea tanya balik.


"Kamu mendengarnya kan sayang?!" Ghea menganggukkan kepalanya. "Kamu tahu, dia akan selalu seperti ini, jika berdekatan dengan kamu Ghe.." ucap Yuda. Ghea mendongakkan kepalanya keatas agar bisa melihat wajah Yuda.


"Serius?!" tanyanya


"Iya sayang.. Dan itu hanya sama kamu aku merasakan jantung ku berdetak sangat kencang." jawab Yuda sambil mengecup kening Ghea.

__ADS_1


"Yuda.."


"Hmm, apa sayang.." sahut Yuda.


"Aku mau mencobanya.. Dan aku sudah siap." ucap Ghea malu-malu. Sontak Yuda terkejut mendengar ucapan istrinya itu.


"Ka-kamu serius sayang?!" tanya Yuda terbata-bata. Posisi Yuda kini sudah berada di atas tubuh Ghea sembari menatap mata Ghea dan begitu sebaliknya, mata mereka saling tatap. "Sayang kamu serius mau melakukannya?!" tanyanya lagi meyakinkan. Ghea menganggukkan. Tapi Yuda masih terus menatap Ghea.


Dengan membuang rasa malunya, Ghea memberanikan menarik leher Yuda dan ia mengecup bibir Yuda untuk meyakinkan lelaki itu. Ia pun tidak tahu kenapa bisa juga ketagihan mencium bibir Yuda.


Ghea menjauhkan bibirnya dari Yuda, lalu ia menatap Yuda malu-malu dan pipinya juga bersemu merah karena kelakukan sendiri yang mencium bibir Yuda.


"Yud ak.." ucapan Ghea terhenti ketika Yuda sudah mencium bibir Ghea dengan sedikit kasar. Dan Ghea pun membalas nya. Yuda terus mengulum bibir Ghea yang sangat manis itu. Mencium bibirnya saja membuat Yuda mabuk kepayang, gimana beneran melakukan hal lebih dari ini. Ia yakin tidak akan mau berhenti. Orang bilang perawan akan lebih nikmat. Yuda semakin memperdalam ciumannya sampai membuat Ghea mengeluarkan suara ******* yang menurut Yuda sangat seksi di telinganya. Sementara jantungnya Ghea rasanya nyaris meledak, dan menimbulkan perasaan seperti kayak tersengat aliran listrik. Dirinya baru pertama kali merasakan hal seperti ini.


Yuda melepaskan ciuman mereka yang hampir kehabisan nafas. Dalam jarak yang begitu dekat, mata mereka saling pandang dalam keadaan sayu.


"Sayang, kamu serius udah siap melakukannya?!" tanya Yuda lagi dengan suara parau nya Karena menahan gairah yang memuncak.


"Iya Yuda..!"

__ADS_1


"Kamu ikhlas melakukannya?! Dan kamu ikhlas kan, aku menyentuh apapun di tubuh kamu?!" Ghea pun mengangguk.


Tanpa pikir panjang lagi, Yuda kembali mencium bibir manis Ghea dengan lembut, dan tidak terburu-buru sekaligus memberi kenyamanan pada Ghea ketika melakukannya. Karena ini baru pertama kali buat Ghea, istrinya.


__ADS_2