Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 116


__ADS_3

"Lepasin mas..! Kok kamu bisa ada disini?!" tanya Alea dengan nada datar. Tapi Alvan tidak mau melepaskan pelukannya dari Alea, ia semakin mempererat pelukannya.


"Sayang, please maafin mas.. Kenapa kamu pergi sama anak-anak.. Mas mencari kamu kemana-mana." ucap Alvan sembari menangis.


Ya ampun gimana ini? Mamanya bilang suaminya datang besok. Tapi kenapa tengah malam gini suaminya malah sudah sampai di Villa. Tahu gitu, tadi ia tidak udah membukakan pintu, biar yang lain saja. Kalau sudah begini mau gimana coba.


"Lepasin mas, sesak tau!" kesal Alea. Kemudian melepaskan pelukan dari Alvan dengan paksa.


Alvan menatap Alea dengan penuh kerinduan. Sementara Alea menatapnya dingin. Hati Alvan sakit melihat istrinya menatapnya dingin. Alea tidak pernah sedingin ini menatapnya, sekalipun dia itu marah padanya. Tapi sekarang, kayaknya istrinya benar-benar sangat marah. Sepertinya ia harus berusaha keras untuk membujuk sang istri. Tapi tunggu, kenapa istrinya bisa ada di Villa keluarganya. Berarti selama tiga hari ini istri maupun kedua anaknya ada di Villa. Pantes ia mencari kemana-mana tidak ketemu, itu berarti kepergian istrinya ada campur tangan orang tuanya. Bisa jadi Ghea juga ikutan.


"Sayang.." Alvan menarik tangan Alea dengan lembut. "Si kembar dimana?!" tanya Alvan.


"Ada di kamar lagi tidur!" jawab Alea ketus.


"Lebih baik kamu istirahat mas. Kamu baru aja sampai, lagian ini sudah tengah malam." ucap Alea sembari melepaskan tangan Alvan dari nya. Lalu Alea pergi meninggalkan Alvan sendiri yang masih berdiri di depan pintu.


"Sayang, mas tidur dimana?!" tanya Alvan berjalan mengikuti Alea.

__ADS_1


"Disini banyak kamar, terserah kamu mau tidur dimana." sahut Alea masih juga berbicara ketus. Membuat Alvan menghela nafasnya, padahal ia ingin tidur bersama istrinya sembari memeluk tubuhnya, mencium harum tubuhnya yang sangat ia rindukan dan yang selalu membuatnya nyaman.


"Tapi mas maunya tidur sama kamu sayang..." Alvan masih terus mengikuti istrinya yang berjalan menuju kamarnya. Saat akan membuka pintu kamar, Alvan kembali memeluk Alea dari belakang.


"Please sayang.. Maafin mas, jangan seperti ini sama mas sayang.. Mas gak bisa. Kalau kamu memang masih marah sama mas, hukum mas, pukul mas sampai kamu puas. Tapi jangan cuekin mas, dan jangan bersikap dingin seperti ini sama mas." Mohon Alvan pada Alea.


"Aku masih kecewa sama kamu mas! Aku butuh waktu. Hati aku masih sakit melihat kamu bersama sekretaris kamu itu." jawab Alea.


"Iya mas tahu, mas salah. Tapi kamu harus dengar penjelasan mas dulu, sayang.. Apa yang kamu lihat itu tidak seperti apa yang kamu bayangkan. Mas gak mungkin mengkhianati kamu. Mas sangat mencintai kamu." jelas Alvan kembali menangis sembari masih memeluk Alea dari belakang.


"Seandainya aku yang posisinya seperti sekretaris kamu dengan lelaki lain, perasaan kamu gimana mas melihatnya?! Aku yakin kamu pasti marah besar." Alea melepaskan pelukan dari suaminya kemudian ia langsung masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.


*


Jam 7 pagi Alvan terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba saja ia langsung mengingat tadi malam, ketika ia akhirnya bertemu dengan istrinya. Buru-buru Alvan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu iya akan membujuk istrinya kembali


Sepuluh menit Alvan pun selesai mandi, setelah selesai memakai pakaiannya ia langsung keluar kamar untuk menemui istrinya. Di depan kamar Alea, Alvan mengetuk pintu kamarnya tapi beberapa kali mengetuk pintu tak kunjung di buka. Alvan pun mencoba membuka pintu, siapa tau aja tidak di kunci. Dan benar saja pintu kamar tidak di kunci, Alvan merasa lega. Ia langsung masuk kedalam, sayangnya didalam kamar sangat sepi. Tidak ada tanda-tanda keberadaan istrinya maupun si kembar. Alvan memanggil istrinya, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Bahkan kamar dan kasurnya terlihat sangat rapi. Alvan kemudian keluar dari kamar, mungkin saja istrinya lagi sarapan.

__ADS_1


"Loh Al, kamu udah sampai villa?! kapan sampainya?" tanya Nita yang lagi asik menikmati sarapan. "Kok gak telpon mama biar di jemput sama supir." lanjutnya.


"Mah, Alea kemana ko gak kelihatan?" bukannya menjawab pertanyaan mamanya ia malah balik tanya.


"Alea?!" Alvan menganggu. "Alea gak ada disini Al.." ucap Mama Nita.


"Maksud mama gak ada, gimana?! Apa Alea lagi pergi jalan gitu sama si kembar." ucapnya bingung


"Gak Al.. Maksud mama Alea gak ada di sini sama si kembar. Yang ada disini hanya mama, papa dan pembantu sama supir..!" jawab Nita. "Bukannya Alea pergi dari rumah sama si kembar..? Papa bilang entar di bantu cari Alea." tambah Nita lagi.


"Gak mungkin ma.. Mama pasti bohong kan? tadi malam Al sampai disini jam setengah dua belas malam, yang bukakan pintu itu Alea mam..!" ujar Alvan meyakini kalau memang ada Alea di Villa.


"Ngarang kamu! Orang memang gak ada Alea di sini. Kamu tuh yang halusinasi kali! Karena merindukan Alea." sangkal mama Nita. "Pokonya cepat cari menantu mama dan cucu mama. Mama udah kangen sama si kembar." ujar mama Nita.


"Alea memang tidak ada di sini Al.." sambung Sandy yang baru saja masuk ke ruang meja makan.


"Gak mungkin pah.. Orang Alea sendiri tadi malam yang membukakan pintu kok. Pasti mama sama papa bohong kan?! Udah deh ma.. Jangan sembunyikan Alea lagi dari Alvan." ucap Alvan tidak percaya. Tidak mungkin dia halusinasi, ketika ia meluk Alea sangat nyata.

__ADS_1


"Ya udah kamu cari aja ke seluruh Villa ini, kalau gak percaya!" ucap Nita menimpali.


Alvan pun langsung berjalan keluar dari ruangan meja makan, lalu mencari istrinya ke seluruh Villa. Iya sangat yakin kalau malam tadi itu memanglah istrinya dan bukan hayalan atau halusinasi saja.


__ADS_2