Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 76


__ADS_3

"Bagaimana Dok, istri saya?!" tanya Alvan.


"Operasinya berjalan lancar. Hanya saja pasien belum sadar. Berdoa saja agar pasien cepat sadar dan kami akan terus memantau perkembangan nya." jawab sang Dokter.


Alvan sedikit lega, ya walaupun istrinya belum sadar, setidaknya operasinya berjalan lancar dan yang terpenting Istri dan calon anaknya selamat.


"Terimakasih Dok." ucap Alvan.


"Sama-sama Pak."


"Oh iya Dok, apa saya boleh melihat istri saya?" tanya Alvan lagi.


"Boleh. Tapi jangan terlalu ramai masuk untuk melihatnya." ucap Dokter itu dan kemudian Dokter pun pamit.


"Sayang, maafin mas yang tidak bisa jagain kamu dengan baik. Please sayang bangun.. jangan pernah mencoba untuk ninggalin mas, sayang.. dan mas benar-benar akan gila jika sampai kamu beneran pergi ninggalin mas sayang.. please bangun ya?!" ucap Alvan sembari menciumi tangan istrinya. "Seharusnya kamu jangan melakukan ini sayang, seharusnya kamu biarkan mas aja yang terkena tembakan itu bukan malah kamu. Mas janji, Tasya akan mendapatkan hukuman yang sangat berat, sampai membuatnya benar-benar menyesal karena udah membuat kamu seperti ini." ucap Alvan lagi dengan air mata yang menetes ke pipinya.


*


Tidak terasa sudah lima hari Alvan menemani istrinya di rumah sakit, tapi istrinya belum juga menunjukkan ada tanda-tanda mau membuka matanya. Alvan terus saja bertanya kepada Dokter gimana dengan keadaan istrinya yang belum sadar udah lima hari. Dan dokter bilang, kondisi Alea berangsur membaik. Dokter juga bilang untuk sabar dan jangan lupa terus berdoa.


Keluarga Alvan juga terus ikut menjaga Alea di rumah sakit. Begitu juga dengan Reyhan, setiap hari ia menyempatkan untuk menjenguk Alea.


"Sayang.. please bangun ya.. mas kangen banget sama kamu. Mas kangen dengan senyum manis kamu." ucap Alvan yang sama sekali tidak mau beranjak dari kursinya kecuali ketika ke toilet. "Oh iya sayang, apa kamu mau tahu perkembangan calon anak kita? kata Dokter, kandungan kamu baik dan berkembang dengan baik. Dia juga kuat seperti mommy nya.


"Al, kamu makan dulu gih. Biar Mama yang jagain Alea." ucap Nita pada putranya.


"Entar lagi mam, Al belum lapar." sahut Alvan.


"Al, kamu juga harus makan. Tubuh kamu juga butuh tenaga untuk bisa menjaga Alea. Entar kamu sakit, siapa yang merawat Alea kalau kamu sampai sakit?! dan kalau bisa rehat sejenak, kamu tidur di sofa. Mata kamu udah sangat lelah, nak.." tambah Nita lagi.


"Gak mam, Al gak mau ninggalin Alea. Al gak mau ketika Alea sadar, Al tidak ada di samping Alea mam.." ucap Alvan.

__ADS_1


"Ya udah, mama belikan makanan di kantin ya? biar kamu makan disini aja gimana?" usul Nita.


"Terserah mama saja." balas Alvan.


Nita pun keluar dari ruangan perawatan Alea, menuju ke kantin rumah sakit.


"Sayang, please bangun dong.. ini udah lima hari lo kamu gak bangun. Kamu pernah janji ke mas, gak akan pernah ninggalin mas lagi. Bangun ya sayang.. kasian calon anak kita di dalam perut kamu. Pasti debay nya lapar sayang.. mas janji apa pun yang kamu mau dan debay inginkan mas akan turutin." ucap Alvan yang tak berhenti berbicara pada istrinya.


Sementara Alea sendiri, di alam bawa sadarnya ia tengah berada di sebuah taman yang sangat indah. Angin yang begitu sejuk. Bahkan rasanya ia enggan pergi dari taman itu. Ketika asik menikmati keindahan taman tersebut, tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya di usap oleh seseorang dengan begitu lembut. Kemudian Alea menoleh ke belakang dan ia begitu terkejut, sebab ia melihat kedua orangtuanya yang mengusap kepalanya sambil tersenyum menatap nya.


"Ayah, bunda.." Alea langsung menitihkan airmatanya.


"Iya, ini kami sayang.." ucap Ayah Alea dan mereka pun duduk di samping Alea.


"Ayah, Bunda.. Alea sangat merindukan kalian.." Orang tua Alea hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya. "Ayah, bunda kenapa kalian begitu cepat meninggalkan Alea..?!" tanya Alea dan Orang tua Alea lagi-lagi hanya tersenyum saja mendengar ucapan putrinya.


"Bunda taman ini sangat indah, apa ini surga? Kalau ia, Alea ingin bersama Ayah dan Bunda disini.. Alea gak mau berpisah dengan Ayah dan Bunda lagi." ujar Alea.


"Sayang, kamu tidak bisa tinggal disini.." ucap Bunda dari Alea.


"Bukan seperti itu sayang.."


"Lalu, kenapa Yah?!"


"Alea, belum saatnya kamu ada di sini berasa ayah maupun bunda. Tapi kamu jangan takut nak, walaupun Ayah, bunda tidak bersama kamu.. ada seorang lelaki yang selalu mencintai kamu, yang bisa melindungi dan menjaga kamu." ujar Ayahnya.


"Lelaki?!"


"iya sayang.. dia suami kamu..!"


"Suami Alea, Ayah?!"

__ADS_1


"Iya nak.. pergilah suami kamu udah menunggu kamu."ucap Ayah Alea.


"Sayang tempat kamu bukan disini.. pergilah kasian suami kamu." sambung bunda Alea. "Jika nanti waktunya tiba kita pasti bisa berkumpul kembali." tambahnya lagi.


"Oh iya sayang, kamu juga jangan lupa jaga cucu Ayah dan bunda ya.. entar bilang ke anak kamu, kalau kakek dan neneknya sangat menyayanginya." ucap bundanya.


"Anak?!" tanya Alea bingung.


"Iya, anak kamu. Cucu ayah dan bunda. Lihatlah itu dia udah datang." ucap Ayahnya sembari menunjuk ke seorang anak kecil sangat tampan. Alea pun menoleh melihat ke arah anak itu.


"Mama.. ayo kita pulang.." ajak anak itu kepada Alea.


"Mama?!" Alea tambah di buat bingung dan tak mengerti. Anak siapa yang udah memanggilnya mama.


"Ayah, bunda.. kalian mau kemana? jangan tinggalkan Alea.. Alea mau ikut dengan kalian." ucapnya sambil mengejar kedua orangtuanya hingga sampai ke sebuah danau. Ketika Alea ingin masuk ke dalam danau itu, tangannya di tarik oleh anak lelaki yang tadi. Alea pun menatap ke anak itu.


"Mama, ayo kita pulang.. papa udah menunggu mama.." ucap anak lelaki itu.


"Pulang?!" Anak itu pun menganggukkan kepalanya.


"Tapi aku mau_-" ucapan Alea terhenti ketika melihat ke danau, ia sudah tidak menemukan kedua orangtuanya lagi.


"Ayah, bunda.." lirihnya.


"Mama Ayo?!" kemudian Anak itu jalan terlebih dahulu. Alea pun mengikuti anak itu berjalan di belakang nya.


"Mama cepat, papa udah memanggil mama.." Alea pun mendengar seperti ada seseorang lelaki yang memanggil namanya.


"Hei, anak tampan kamu jangan terlalu cepat jalannya..!" ucap Alea pada anak lelaki itu yang berjalan sangat cepat. Malahan Alea tidak melihat anak itu lagi. Tapi Alea pun terus berjalan mencari sumber suara yang terus memanggil namanya.


Kemudian Alea mulai menggerakkan tangannya.

__ADS_1


"Sayang.. tangan kamu bergerak..! ucap Alvan terkejut. "Sayang ini mas.. ayo sayang please bangun.." ucap Alvan dengan penuh semangat dan bahagia istrinya udah mulai sadar.


Lalu mata Alea mulai bergerak dan dengan perlahan mata Alea mulai terbuka. Ia melihat ada cahaya putih. Setelah itu Alea mengerjakan kedua matanya beberapa kali dan baru lah ia bisa melihat jelas langit-langit kamar.


__ADS_2