Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 81


__ADS_3

Akhirnya Alvan kembali juga dari luar negeri setelah dua Minggu. Padahal tadinya hanya seminggu, tapi karena banyaknya perubahan desain yang di minta kliennya di luar negeri jadi dua Minggu Alvan baru bisa menyelesaikan nya. Sempat kesal dengan klien nya sebab terlalu banyak permintaan desain yang dirubah padahal awalnya mereka sudah menyetujui desain yang dibuat olehnya. Tapi Alvan tetap berusaha membuat klien nya senang. Karena memang itulah pekerjaan yang ia sukai dan cita-citakan menjadi seorang Arsitek. Walaupun ia satu-satunya pewaris dari Perusahaan Kavindra. Tetapi ia tidak mau meninggalkan cita-cita nya menjadi seorang Arsitek. Alvan tetap menjalankan Perusahaan papanya dengan di bantu oleh Arya sepupunya.


Saat ini Alvan baru saja tiba di kediaman Kavindra, orangtuanya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Alvan udah sangat merindukan istrinya, bidadari surga nya.


"Alhamdulillah kamu udah pulang sayang?!" tanya Nita, mama dari Alvan yang baru saja membukakan pintu untuk Alvan.


"Iya mah, dari bandara Al langsung kesini. Soalnya udah kangen banget sama Alea." ucap Alvan jujur yang memang sangat merindukan istrinya itu.


"Ya, sama tuh sama Alea. Dia nangis terus kangen sama kamu." Alvan tersenyum mendengar ucapan mamanya kalau Alea juga merindukannya sampai ia menangis. Ya, selama Alvan berada di luar negri Alea selalu menangis karena merindukan Alvan. Meskipun hampir setiap 20 menit sekali Alvan selalu menghubungi Alea, tapi Alea tetap saja masih merindukan nya kalau tidak bertemu langsung dengan dirinya. Bahkan kalau Video call, istrinya itu selalu menangis memintanya untuk cepat pulang. Alvan sebenarnya tidak tega, dia pun juga sama sangat merindukannya tapi mau gimana lagi ini tuntutan pekerjaan yang harus ia lakukan.


"Apa Alea udah tidur mah?!" tanya Alvan sembari berjalan masuk kedalam rumah.


"udah sayang, tadi sempat mengeluh perutnya sakit.. Tapi sekarang udah gak apa-apa." jawab Nita yang langsung membuat Alvan panik.


"Apa mah perut Alea sakit?! Al langsung masuk ke kamar ya mah.." pamit Alvan yang berjalan cepat menuju kamarnya.


Alvan membuka pintu kamarnya. Ia pun masuk kedalam kamar, dan di lihatnya Alea sudah tertidur dengan memeluk baju miliknya. Alvan merasa terharu melihatnya, sampai sebegitu merindukannya istrinya terhadap dirinya. Sebelum menyentuh istrinya, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar lebih segar. Apalagi ia baru saja tiba, Alvan tidak mau istrinya yang lagi hamil terkena penyakit atau apapun itu. Alvan yakin banyak sekali kuman yang hinggap di pakainya maupun tubuhnya sebab ia habis dari perjalanan jauh.


Sepuluh menit Alvan selesai, setelah selesai memakai pakaian tidurnya Alvan langsung menghampiri Alea di ranjang. Dengan lembut Alvan mengelus rambut, dan wajah Alea. Mencium kening, mata, pipi dan bibir Alea yang udah sangat ia rindukan. Dengan pelan Alvan menarik baju kemejanya yang di peluk oleh Alea. Kemudian Alvan membawa Alea ke dalam pelukannya. Tak lupa ia mengucapkan kata cinta pada Alea. Lalu ia mengelus perut istrinya yang buncit dengan lembut sembari memanjatkan doa untuk calon anaknya.

__ADS_1


*


Alea terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, seperti biasa ia akan melakukan sholat subuh. Ketiak mata terbuka sempurna, ia terkejut melihat Alvan udah tidur di sampingnya sembari memeluknya. Pantas saja tidurnya malam ini sangat nyenyak, ternyata suaminya yang sudah membuat tidurnya sangat nyenyak.


Alea dengan lembut mengelus pipi Alvan dengan mata yang udah berkaca-kaca. Ia sangat merindukan suaminya itu.


"Udah bangun sayang?!" tanya Alvan tersenyum manis dengan matanya yang masih terpejam. Alea langsung memeluk Alvan dengan erat. Sebenarnya Alvan udah terbangun sepuluh menit yang lalu, tapi ia enggan beranjak dari kasurnya. "kangen banget ya?!" ucap Alvan sembari mengelus punggung Alea dengan lembut.


"Kamu jahat mas.. Katanya cuman seminggu.." rengek Alea yang membuat Alvan terkekeh geli, istrinya kalau sudah merengek seperti ini sangat menggemaskan dan Alvan menyukainya.


"Maaf sayang.. Desain mas yang sudah mas bawa' harus di rubah, itu makanya mas pulangnya lama." jawab Alvan memberitahu kenapa ia pulang dari luar negeri sampai dua Minggu. "udah kangen banget ya?!" tanya Alvan lagi yang di anggukin oleh Alea. Alvan pun mencium kening dan bibir Alea dengan lembut.


"Kata mama perut kamu sempat sakit, benar sayang?" tanya Alvan sembari mengelus pipi Alea dan sesekali ia mengecupnya.


"Iya mas, Hanya keram sedikit tapi udah gak apa-apa kok mas." jawab Alea jujur yang memang perutnya sudah tidak sakit lagi.


"Sayang, kan udah mas bilang jangan melakukan apapun yang membuat kamu lelah." ucap Alvan kuatir.


"Gak kok mas, kata dokter karena aku terlalu banyak pikiran.. makanya perut aku sampai keram." jelas Alea.

__ADS_1


"Kamu mikirin apa sih sayang?"


"Mikirin mas, aku kangen banget sama mas tau!" ucapnya cemberut dan Alvan kembali terkekeh geli melihat istrinya cemberut.


"Apa calon baby kita tidak apa-apa, sayang?!" tanya Alvan sembari mengelus perut Alea dengan lembut dan Alvan tersenyum senang ketika mendapatkan tendangan dari calon anaknya. Kemudian Alvan menurunkan kepalanya tepatnya di perut Alea. Alvan lalu mengajaknya bicara sambil mengelus perut Alea dan lagi-lagi ia mendapatkan tendangan dari dalam.


"Sayang, dia sangat aktif kali ya.." ucap Alvan senang .


"huumm." Alea tersenyum melihat suaminya berinteraksi dengan calon anak mereka. Sesekali Alea meringis karena anaknya selalu menendang ketika di ajak bicara oleh Alvan.


"Sayang, mas jadi gak sabar dia keluar.." ucap Alvan bahagia.


"Apa kamu udah siap di repotkan dengan anak kita, nanti? Apa kamu siap setiap kamu akan pergi kerja, anak kita menangis tidak menginginkan mas pergi, apa mas udah siap kalau dia terus menempel dan tidak mau lepas dari mas atau mamanya?!" Dan Alvan tertawa bahagia mendengar pertanyaan Alea. Ia udah membayangkan itu semua dan hal seperti itu yang udah ia tunggu-tunggu dari dulu, jika ia memiliki anak suatu hari nanti. Ya Alvan pernah membayangkan hal itu ketika ia ingin menikah dengan Tasya dulu. Namun ternyata takdir berkehendak lain, ternyata ia tidak berjodoh dengan Tasya dan jodohnya adalah Alea. Tapi ia sangat bersyukur Allah memberikan wanita yang sangat baik seperti Alea. Dan ia tidak pernah menyesal di paksa menikah dengan Alea kala itu oleh Papa dan adiknya yang bawel itu. Justru ia akan lebih menyesal bahkan sangat-sangat menyesal kalau sampai beneran menikah dengan Tasya.


"Mas tidak akan keberatan sayang, kalau dia melarang papanya untuk pergi kerja. Mas tidak akan pergi, mas pasti akan lakukan apapun untuk kalian. Mas mau anak kita nanti selalu menempel pada mas dan mas akan menjadi papa yang hebat untuknya. Membayangkan itu mas merasa menjadi Ayah yang paling bahagia. Sayang kamu tenang saja, mas pastikan mas akan menjadi tempat favorit untuknya bermain." mendengar ucapan suaminya Alea sangat senang dan terharu. "kok malah nangis sih sayang.." ucap Alvan yang melihat airmata Alea keluar dari sudut matanya. Alvan menghapus air mata Alea, kemudian Alvan mencium bibir istrinya dengan lembut. Lalu Alvan melepaskan kembali sembari menatap Alea dengan tatapan mata yang udah sayu, entah mengapa ia menginginkan lebih.


"boleh sayang? Mas janji akan pelan dan lembut melakukan nya." Alea pun mengangguk kepalanya tanda setuju, karena ia juga menginginkan nya. Semenjak ia hamil, dirinya selalu saja yang meminta terlebih dahulu. Tanpa pikir panjang Alvan langsung mencium bibir istrinya dengan rakus. Dan mereka pun melakukan penyatuan dengan perasaan yang memuncak sebab mereka sama-sama melepas rindu setelah dua Minggu tak bertemu.


*

__ADS_1


🌹Maaf ya teman-teman dan kakak-kakak semuanya.. karena author baru bisa up sekarang, sebab author lagi kurang sehat udah seminggu. Dan author ucapkan Terimakasih yang masih mau menunggu cerita dari Alvan dan Alea.. Jangan lupa mampir juga ya cerita Author yang lain. Perjuangan Cinta Arjuna, Yasmin! I love you dan CEO ku Adalah Suamiku.. 🙏❤️🌹


__ADS_2