
Alvan melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi agar cepat sampai di rumahnya. Berharap istrinya ada dirumah, Alvan pun mencoba menghubungi istrinya namun sayang, ponsel Alea tidak aktif. Mendadak perasaan Alvan tidak tenang, ia takut istri nya malah pergi dari rumah membawa kedua anaknya. Ia benar-benar takut Alea pergi meninggalkannya.
"Sayang, mas mohon jangan tinggalin mas. Kamu salah paham sayang.. Mas tidak akan pernah menghianati kamu atau selingkuh di belakang kamu. Itu bukanlah sifat seorang Alvan." monolog Alvan. Dan Alvan terus berdoa semoga istrinya berada di rumah dan tidak pergi meninggalkannya. Ia juga mengutuk dirinya sendiri yang tidak pernah mendengar ucapan istrinya untuk mengganti sekretarisnya. Dan tanpa di duga ternyata sekretaris nya itu tidaklah baik dan sopan seperti yang ia pikirkan. Ternyata wanita itu sama saja dengan wanita yang suka menggoda suami orang seperti di luaran sana. Pantas saja wanita itu tidak pernah mendengarkan tegurannya untuk mengganti pakaiannya yang lebih sopan. Sepertinya sekretarisnya itu memang sengaja mau menggodanya dengan menunjukan penampilannya yang sok seksi itu.
Sampainya di rumah, Alvan langsung masuk kedalam rumah.
"Sayang.." panggil Alvan sembari berjalan menuju kamarnya. "Sayang.." panggi Alvan lagi, tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Dirumah juga terlihat sepi, bi Yuni juga tidak kelihatan, begitu juga si kembar tidak terdengar suara celotehannya. Hati Alvan semakin gusar, ia takut apa yang ada di pikiran nya terjadi.
__ADS_1
"Enggak sayang, enggak. Mas mohon jangan tinggalin mas. Mas gak bisa hidup tanpa kamu maupun si kembar." ucap Alvan sembari membuka pintu kamar nya. Ia pun masuk dan kamar terlihat sepi. "Sayang.." panggil Alvan, lagi-lagi tak ada jawaban dari sang istri. Seketika Alvan langsung panik, ia mencari kedalam kamar mandi dan istrinya tidak ada juga di dalam kamar mandi. Alvan kemudian masuk ke kamar si kembar melalui pintu penghubung dari kamarnya, dan kosong. Istri maupun si kembar tidak ada di kamar mereka. Alvan lalu berjalan menuju walk in closet. Ternyata kosong juga. Alvan pun membuka lemari milik istri nya, Alvan terkejut pakaian istrinya ada beberapa yang berkurang dan ada beberapa hanger yang tidak ada pakaian yang menggantung. Untuk memastikan lagi Alvan mengecek koper yang mereka milik di ruangan itu. Seketika Alvan langsung lemas, dua koper tidak ada di tempatnya. Itu berarti satu untuk pakaian istrinya dan satunya lagi, koper yang kecil untuk pakaian si kembar.
"Sayang kenapa kamu melakukan ini pada mas. Mas akan jelaskan semuanya.. yang kamu lihat tadi, bukanlah seperti yang kamu pikirkan sayang.." ucap Alvan. Airmatanya pun jatuh, dadanya sesak mengingat istrinya sudah pergi meninggalkan nya dengan membawa si kembar.
"Aaaaaaah....!" teriak Alvan sekencang-kencangnya.
Alvan ingat, ketika istrinya mengajaknya pergi berlibur. Dan dia minta dua hari untuk menyelesaikan pekerjaannya, tapi malah sudah tiga hari pekerjaannya belum selesai. Bisa jadi istrinya datang kekantornya menanyakan janjinya itu. Dan yang terjadi malah membuat istrinya pergi meninggalkannya. Alvan mengambil ponsel di saku jasnya, Alvan mencoba menghubungi istrinya kembali siapa tahu ponselnya sudah aktif. Alvan melemparkan ponselnya ke kaca lemari pakaian. Karena ponsel Alea masih tidak aktif. Membuat kaca berhamburan kemana-mana.
__ADS_1
Setelah lelah meratapi dirinya yang di tinggal oleh Alea. Alvan perlahan beranjak dari tempatnya dan ia pun keluar dari walk in closet membiarkan kaca berserakan di lantai akibat ponselnya yang di lempar ke kaca lemari.
"Pak, apa pak Didin melihat istri saya pergi membawa koper?!" tanya Alvan pada Security di rumahnya.
"Gak den.. tapi Bi Yuni yang membawa dua koper den. Saya tanya katanya bi Yuni mau pulang kampung.." ucap Didin menjelaskan.
"Kalau istri saya keluar dari rumah jam berapa pak?!" tanya Alvan lagi.
__ADS_1
"Emm, kalau non Alea sekitar jam 11 den keluar dari rumah sama si kembar." jawab Didin.
"Jam sebelas?!" Didin menganggukkan kepalanya. Alvan bingung, istrinya saja datang ke kantornya sekitar jam dua siang. Terus pak Didin bilang istrinya jam sebelas baru keluar dari rumah. Sebelum ke kantornya, istrinya pergi kemana? Bahkan istrinya ke kantor tidak bersama si kembar. Ghea, gak mungkin Ghea saja ada di Bali nyusulin suaminya yang lagi shooting di sana. Apa istrinya itu pergi kerumah mamanya ya? Tanpa pikir panjang Alvan langsung masuk ke dalam mobilnya, kemudian melajukan mobilnya menuju rumah orangtuanya. Siapa tahu saja Alea pergi kesana. Jika memang seperti itu, siap-siap dia mendengar omelan mamanya.